Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
Part 11


__ADS_3

mereka masih menunggu di luar ruang uks, mereka menunggu dalam keheningan tak ada seorangpun yang membuka suara. mereka diam dalam pikirannya masing-masing.


beberapa saat mereka diam hingga petugas uks keluar. memberitahukan bahwa dia sudah selesai memeriksa keadaan feby.


mala dan diana bergegas masuk ke dalam ruang uks. El yang akan beranjak untuk mengikuti mala dan diana dicekal tangannya oleh vano, El pun mengerutkan dahinya menatap bertanya kearah vano.


" biarin dulu mereka sampai si feby sadar dan jelasin semuanya, jangan memeperkeruh keadaan " kata vano lalu mekepaskan cengkraman tangannya.


" iya bener kata vano, mereka serem juga kalo lagi marah " kata adit setelah sekian lama diam dia akhirnya besuara.El pun mengiyakan lalu kembali duduk.


•••


" gimana keadaanya? "tanya mala pada petugas uks.


" tadi gue priksa suhu tubuhnya 39.6 derajat, dia demam terus perutnya kosong bisa jadi itu pemicu dia pingsan, tadi udah gue kasih minyak di dahi sama hidungnya bentar lagi juga siuman, gue tinggal dulu masih ada yang harus gue kerjain " kata petugas uks panjang lebar lalu pergi dari sana.


" jadi lo salah paham sama El, dia emang bener cuma bantuin feby " kata mala tanpa menatap kearah diana. dia hanya memperhatikan wajah pucat feby seraya mengelus rambutnya.


diana hanya diam pikirannya menerawang kejadian dimana dia memaki-maki El di depan banyak orang. dan ternyata dia hanya salah paham.


" tapi kita belum tahu yang sebenarnya dari feby " kata diana mengelak.


" ya tapi kata petugas tadi,feby juga nggak luka dan El juga nggak mungkin kan nyakitin feby didepan umum gitu " kini mala justru marah dengan diana.


" Kenapa lo jadi belain cowok itu, lo suka sama dia? " tanya diana menatap tajam kearah mala.


" gila ya lo, gue bilang gini biar lo sadar sama apa yang lo lakuin tadi, itu nggak sepenuhnya bener " kata mala balik menatap tajam mata diana.


" jadi menurut lo ini salah gue " kata diana yang tak mau kalah.


" iya ini emang salah lo " balas mala tak mau kalah.


" lo kira gue lakuin ini buat siapa ha? " bentak diana yang sudah mulai terpancing emosi.


" eugh " feby melenguh dia membuka matanya tapi kepalanya masih sangat pusing, melihat kearah kedua sahabatnya yang sibuk berdebat.


" gue kenapa? "tanya feby setelah dia mengumpulkan kesadarannya.


" lo udah sadar feb? " tanya mala tersenyum lega melihat sahabatnya sudah sadar.


" gue dimana? kenapa gue ada di sini? " tanya feby setelah melihat sekelilingnya.

__ADS_1


" lo di uks, tadi lo pingsan. emang lo nghak inget kenapa lo pingsan? " tanya mala lembut seraya membatu feby duduk.


" apa yang b******n itu lakui ke lo biar gue kasih pelajaran " tanya diana menggebu-gebu.


" nggak usah buat masalah deh lo " kata mala melotot kearah diana.


" maksud lo apa ? siapa yang lo maksud itu? " tanya feby yang bingung dengan pembicaraan mereka.


" tadi lo pingsan dan yang bawa lo kesini si El " jelas mala lembut.


" iya pasti dia juga yang udah buat lo pingsan kan? " kata diana masih dengan emosinya.


" bisa diem nggak sih lo " mala melotot marah kearah diana.


" El? " feby mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dia pingsan.


" iya Elrangga anak ips 2 " kata mala.


" udah deh lo nggak usah belain dia terus gue udah siap buat bogem dia " kata diana menggebu-gebu dan keluarlah jiwa tomboynya.


" brisik biarin feby ngomong dulu " kata mala yang jengah melihat diana yang sangat emosional.


" yang gue inget waktu mau masuk kantin tiba-tiba gue pusing mau panggil kalian tapi udah nggak bisa suara gue tiba-tiba hilang terus habis itu gelap dan gue nggak tahu gimana selanjutnya " kata feby seraya mengingat - ingat.


" kenapa jadi lo yang marah, kenapa lo nggak trima ha? " balas diana nyolot.


El dan kedua sahabatnya masuk ke uks karena mendengar keributan dari dalam uks. saat memasuki uks mata El langsung menangkap wajah pucat milik feby yang sedang menatap kearah kedua sahabatnya yang sedang bertengkar,ingin memisahkan tapi dia masih lemah dan dia hanya diam saja menunggu pertengkaran itu selesai.


" kalian urusin tuh dua cewek, gue nyampetin feby dulu " kata El kepada dua sahabatnya dan di balas anggukan kepala oleh mereka berdua.


" gimana keadaan lo? " tanya El pada feby yang masih memperhatikan kedua sahabatnya.


" udah mendingan kok, " kata feby menengok ke arah El.


" em, makasih ya " tambah feby.


" buat apa? " tanya El menatap manik mata biru milik feby yang terlihat sayu. sungguh keadaan feby yang seperti ini membuatnya tak tega .


" makasih kemarin udah anterin gue dan hari ini lo udah nolongin gue bawa gue kesini " kata feby menatap ke arah El.


" gak papa, lo kaya gini pasti karena kehujanan kemarin kan? " tanya El.

__ADS_1


" nggak kok, gue cuma kurang istirahat aja " jawab feby lalu mengalihkan pandangannya kearah kedua sahabatnya yang masih sibuk berdebat.adit dan vano cukup kwalahan melerai mereka.


" yaudah sekarang lo istirahat " kata El .


" tapi mereka? " tanya feby melihat kearah kedua sahabatnya.


El pun hanya diam tanpa menjawab lalu ikut melihat pertengkaran mereka dan menunggu apa yang akan di lakukan kedua sahabatnya.


•••


vano dan adit masih berusaha melerai perdebatan mereka. ternyata kekuatan kedua wanita ini tidak bisa di remehkan.


" lo itu sahabat gue atau bukan? kenapa lo belain dia? " teriak diana meloto kearah mala.


" karena lo salah dan gue nggak akan brla yang salah " kata mala tak kalah seru.


" terus aja lo belain dia " seru diana lagi.


" kalian bisa diem nggak? " teriak. vano yang mulai jengah dengan pertengkaran mereka.


" kalo gue nggak mau diem lo mau apa " kata diana.


vano pun mendekat kearah diana menatap ke manik mata abu-abu milik diana dengan tatapan tajam.


" lo mau tau apa yang bakal gue lakuin kalo lo nggak mau diem " kata vano sambil tersenyum devil. sumpah demi apapun diana dibuat membeku dengan senyum menakutkan milik vano.


" lo mau apa? " tanya diana yang mulai gemetar karena saat ini dia dihimpit oleh vano di tembok.


" gue bakal cium lo kalo lo nggak mau diem " kata vano seraya melihat kearah bibir milik diana.


" ok gue diem " kata diana akhirnya.


sementara mala sudah tenang dalam peluka. adit dan adit membawanya keluar agar mala tidak terpancing emosi lagi.


" udah lo jangan kepancing emosi, dia juga sahabat lo " kata adit ngos-ngosan karena lelah memisahkan mereka.


" ya tapi dia ngeselin " kata mala .


" udah lah dia lagi emosi aja, lo harus ngertiin " kata adit menenangkan.


" jadi gue yang salah gitu " kata mala marah lalau berdiri menatap kearah adit.

__ADS_1


" bukan gitu maksud gue " kata adit bingung menjelaskan pada mala.


" udah lah lo sama diana sama aja " kata mala lalu pergi meninggalkan adit sendiri didepan uks.


__ADS_2