
sesaat mereka saling berpelukan menyalurkan semua beban yang berada di bahu mereka.
nyaman sungguh feby merasakan kenyamanan berada di pelukan El.kenyamanan yang hanya dia dapat dari ayah dan juga abangnya kini dia dapat dari seorang Elrangga.rasanya seperti di peluk oleh kakak laki-lakinya yang sangat dia rindukan.
setelah cukup menyalurkan semua beban El melepaskan pelukanya, menundukan pandangannya.
" maafin gue " kata El tertunduk lemah.
" buat?" tanya nindy yang aneh tiba-tiba El meminta maaf.
" buat yang tadi gue udah kasar sama lo dan main peluk lo tanpa izin " kata El lemah dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
" santai aja gue udah maafin lo kok " kata feby menatap lekat ke arah El yang seperti menyimpan banyak beban.
" thanks feb "
" lo bisa nyetir ?" tanya feby dengan nada kawatir karena melihat El yang terlihat lemah.
" gue bisa kok " kata El menegakkan duduknya bersiap untuk menyetir.
" kita tukeran tempat,gue yang nyetir dan gue nggak terima bantahan " kata feby lalu turun dari mobil. El yang tidak mau berdebat pun akhirnya mengalah dan menggeser tubuhnya.
feby pun masuk dan duduk di kursi kemudi.menyalakan mobil dan mengemudikan mobil itu keluar dari parkiran sekolah.
El hanya melamun seraya menengadagkan kepalanya di sandaran kursi mobil. entah apa yang di pikirkan El dia yang biasanya selalu mencari topik pembicaraan.
" lo ada masalah apa ?" tanya feby hati-hati.
" kalo lo nggak mau crita juga nggak papa " kata feby.
El hanya diam saja,memejamkan matanya memberikan ketenangan untuk dirinya sendiri.
sesekali feby mendengar hembusan nafas berat dari arah El. dia tidak pernah melihat El terlihat lemah seperti sekarang.
__ADS_1
feby terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sesekali da melirik ke arah El yang tengah memejamkan matanya. mungkin dia tertidur pikir feby.
feby melajukan mobilnya bukan ke arah rumahnya ataupun rumah El ,entah kemana dia akan pergi.
setelah menempuh perjalanan selama 1 jam feby akhirnya sampai di tempat tujuan waktu menunjukan pukul 17.00 feby menengok ke arah El yang masih tertidur.
feby keluar dari mobil melihat ke arah sekitar, hamparan tanaman hijau menyambut kedatangan feby. feby menghirup dalam-dalam udara pegunungan yang sejuk ini.
feby naik ke atas mobil ,duduk disana menikmati pemandangan indah disana .pegunungan dengan banyak ilalang,dan pohon-pohon hijau yang menjulang tinggi juga hamparan sawah yang terlihat dari atas menambah keindahan tersendiri.
feby sungguh menikmati suasana disini ,sudah lama dia tidak menginjakkan kakinya disini sejak 8 tahun yang lalu. tempat yang selalu di kunjunginya bersama kakak laki-lakinya yang sekarang entah ada dimana.
feby memang tidak pernah lagi kesini semenjak abangnya pergi, pegunungan yang dulu sengaja dibeli papanya untuk membuat villa tapi saat abangnya dan feby datang kesini mereka meminta untuk tidak membangun villa disini dan tempat ini di jadikan tempat favorit feby dan abangnya.
karena pemandangannya yang cukup indah dan suasana yang tenang membuat feby dan abangnya menyukai tempat ini untuk menghilangkan segala beban dan penat .
•••
El membuka matanya ,melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya . sudah cukup lama dia tertidir rupanya. dia melihat sekeliling cukup asing dengan tempat ini.
El keluar mobil untuk menghampiri feby. saat El keluar mobil dia disambut dengan pemandangan yang cukup indah dan udara yang sejuk . El menarik nafas dalam-dalam udara disana cukup membuat beban dalam dadanya berkurang.
El kembali ke niat awalnya untuk menghampiri feby.
" lo bawa gue kemana ?" tanya El saat berada di samping feby
feby tersadar dari lamunannya dia menoleh ke arah El " lo udah bangun ?"
" udah "
" kita ada dimana sekarang ?" tanya El ikut duduk di samping feby menikmati pemandangan yang indah ini.
langit mulai berwarna jingga ,matahari akan segera tenggelam. menampilkan pemandangan yang cukup indah.
__ADS_1
" kita nikmatin sunset dulu nanti gue bakal crita kita ada di mana " kata feby menatap lurus pemandangan indah di depannya.
matahari yang perlahan mulai tenggelam menyisakan warna jingga yang indah untuk dipandang ,yang menandakan langit yang cerah akan digantikan dengan malam yang gelap.
" masuk mobil yuk udah mulai dingin " kata El mengajak feby karena merasakan udara yang cukup dingin.
feby mengangguk setuju ,turun dari atas mobil lalu masuk ke dalam mobil.
" jadi sekarang kita ada dimana ?" tanya El lagi setelah tadi belum ada jawaban dari feby.
" ini tempat favorit gue sama abang gue, tempat dimana saat suasana hati gue sedang tidak baik abang gue selalu ajak gue kesini " kata feby tersenyum mengingat kembali masa-masa itu.
" dan gue rasa tempat ini bisa mengurangi sedikit beban lo dengan melihat pemandangan yang ada disini " kata feby menatap ke arah El.
" thanks ya, tempat ini cukup buat gue tenang "
" maaf juga gue tadi ketiduran " kata El menatap balik ke arah feby.
" santai aja lah "
" kalo lo nggak siap crita nggak usah di critain El " kata feby menatap ke arah El yang terlihat raut wajah cemas.
" gue mau cerita sama lo "
" gue sama vano itu sahabatan sejak kecil,kita besar bersama dengan sekolah yang sama juga, baru waktu SMP gue ketemu adit dan adit jadi temen kita berdua. dan sedari kecil.kita nggak pernah bertengkar. dia selalu bisa menjadi sahabat,teman juga kakak buat gue.
gue anak tunggal dan nyokap gue juga udah anggep dia seperti anaknya sendiri " El menarik nafas berat lalu menghembuskannya.
" kita selalu berbeda pendapat,dan dia selalu ngalah sama gue. gue cuma punya dia sebagai tempat berbagi ,gue selalu cerita apapun dengan dia. masalah wanita keluarga dan banyak lagi. dia emang dingin tapi nggak sama gue dan adit ,dia selalu hangat bahkan sangat penyayang. tapi hari ini gue lihat kekecewaan dimata vano gue lihat kemarahan di mata vano. dan hari ini vano yang biasanya hangat kini menjadi dingin sama gue,dia diemin gue . setiap dia marah vano akan diam dan hari ini vano marah sama gue feb,vano kecewa sama gue orang yang gue anggep kakak sekarang dia marah feb " El menangis mengingat hari ini dia telah membuat vano begitu kecewa.
febypun ikut menitikan airmata melihat kasihsayang El yang begitu tulus kepada vano. feby menarik El kedalam pelukanya memberikan ketenagannya walaupun dia juga sakit mendengar keputus asaan El.
" hari ini kakak gue,sahabat gue dia kecewa dan gue nggak tahu apa penyebabnya feb " kata El dengan nafas tersenggal.
__ADS_1
" gue yakin vano cuma butuh waktu buat menenangkan diri, gue tahu vano bakal bersikap dewasa untuk segala hal "
" lo tenang El " kata feby mengelus punggung El agar dia tenang.