
setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit dengan kecanggungan yang memenuhi mobil akhirnya mobil feby sampai si gedung apartemen milik El.
" thanks " kata El setelah mobil feby berhwnti dengan sempurna.
" lo yakin bisa sendiri ?" tanya feby dengan wajah datarnya padahal matanya menyiratkan kekhawatiran.
" iya gue bisa " El keluar dari mobil dengan tertatih. dan baru beberapa langkah El hampir saja jatuh tapi untung feby dengan sigap langsung menolongnya.
" nggak usah sok kuat deh lo " sarkas feby menatap malas El.
" gue bisa "
" nggak usah ngeyel " feby memapah El memasuki gedung apartemen setelah tadi menanyakan lantai apartemen El.
mereka sampai di lantai 7 tempat dimana apartemen El berada.feby dengan hati-hati memapah El yang hampir kehilangan kesadaran tapi masih mencoba untuk tetap sadar.
" password ?"
" 19061997 " feby sempat terkejut tapi langsung mengubah ekspresinya menjadi datar lagi.bagaimana tidak terkejut itu adalah tanggal kelahiran feby dan El menggunakannya untuk password apartemennya sungguh gila.
feby memapah El dengan hati-hati menuju kamar yang biasa di tempati El. setelah membaringkan El di kasurnya feby berjalan kearah lemari entah kenapa dia menjadi seperti tuan rumah yang seenaknya.
feby mengambil sebuah kaos pendek putih dan juga celana untuk El berganti baju.
" ngapain lo ?" tanya El dengan suara serak yang lemah dan itu sukses membuat feby merinding.
" bac*t,ganti nih baju lo ,gue keluar dulu " feby melempar baju yang diambilnya tadi lalu keluar kamar untuk mengambil baskom dan juga handuk untuk membersihkan luka El.
setelah mengambil air dan mencari handuk feby langsung kembali kekamar yang di tempati El.
tok tok tok
" udah belum " tanya feby dari luar dengan aedikit berteriak.
" masuk aja " feby masuk dengan membawa baskom dan juga teh panas yabg tadi sempat di buatnya untuk menghangatkan tubuh El.
__ADS_1
" p3k dimana ?" tanya feby karena tadi sempat mencari tapi tidak juga ketemu.
El menunjuk laci yang berada di bawah tv,feby langsung mengambil kotak p3k itu dan duduk didepan El yang bersandar pada sandaran kasur.
dengan telaten feby membersihkan luka yang ada di tubuh El dengan air hangat yang ada dibaskom.
setelah itu dia mengoleskan obat merah yang sudah lebih dulu dituangkan pada kapas kewajah El dengan hati-hati.
" sshhh pelan-pelan lah " El mengaduh merasakan perih pada lukanya.
" ini tuh udah pelan ,katanya lo kuat gini aja sakit " gerutu feby seraya mengobati luka El.
" ya gimana nggak sakit orang lo nekennya kuat banget,preman ya lo ?" tanya El karena feby memang sengaja menekan kuat luka El.
" kalo iya kenapa ,ngajak gelud lu " tantang feby.
" ck kenapa lo jadi kaya gini sih,padahal dulu tuh lo anggun nggak bar-bar kaya sekarang heran gue "
deg
" ngomong apasih lo gaje " kata feby mencoba tenang tapi tak bisa dipungkiri dia sedang dag dig dug sekarang .
" sejak awal gue tahu lo siapa, febya arum permana " kata El menatap manik mata biru milik feby yang kini tengah menatap terkejut kearahnya.
" nggak usah kaget gitu,waktu pertama ketemu di cafe gue emang nggak ngenalin lo tapi gue coba cari tahu tentang lo waktu asisten gue bilang penerus permana group udah kembali dan gue menemukan kejutan yang sungguh buat gue kaget bahwa feby gue itu adalah putri dari tuan wahyu pemana " kata El seraya menyandarkan punggungnya disandaran kasur dan memejamkan matanya.
" awalnya gue nggak yakin tapi setelah kita ketemu lagi waktu meeting itu gue coba lihat lagi manik mata biru yang selalu gue rindukan yang sangat gue kenali,tapi gue cukup tercengan dengan sikap datar dan dingin lo padhal lo dulu ceria dan anggun yah mungkin itu salah gue,gue diem aja waktu lo kenalin diri lo sebagai arum.jujur susah nahan diri gue buat nggak peluk lo waktu itu tapi setidaknya lihat lo baik-baik aja udah cukup buat gue " El menghela nafasnya berat seperti ada sesak yang tertahan didalam dadanya.feby hanya diam menyimak setiap untaian kata yang keluar dari mulut El dia dapat melihat jelas wajah yang penuh luka itu menyiratkan penyesalan yang mendalam.
" gue minta maaf feb,gue salah waktu itu gue bodoh buat lo pergi tapi satu hal gue akan selalu dan akan tetap mencintai lo sampai kapan pun feb. waktu lo pergi dunia gue seakan berhenti nggak ada lagi kebahagiaan nggak ada lagi warna semua berubah jadi kelam " El menunduk menyembunyikan airmatanya yang tiba-tiba tumpah didepan orang yang sangat dicintainya itu. luka yang dipendamnya selama 6 tahun luka karena kesalahannya .El biasanya hanya menangis dalam diam tapi sekarang dia tidak bisa lagi membendung air matanya.
" lo boleh marah sama gue lo boleh benci sama gue terserah feb gue terima tapi please jangan pergi lagi biarkan gue lihat lo bahagia biarin gue bisa lihat senyum lo walaupun dari kejauhan " El mengucapkan kata-kata itu dengan lirih.
tanpa terasa feby sudah menangis dari tadi setiap kata yang diucapkan El membuat hatinya teriris feby baru tahu ternyata selama ini El sama terlukanya dengan feby dulu feby memang egois meninggalkan El begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan dari El. tapi kini setelah mendengar setiap kata yang keluar dari bibir El membuat feby semakin mencintai El ,dan kini dia sadar dulu dia terlalu kekanak-kanakan sehingga dia pergi begitu saja.
feby mengusap air matanya mengambil nafas dalam-dalam untuk mengisi paru-parunya yang tadi sempat tak teraliri udara karena sesak didadanya. feby berusaha mengumpulkan segala keberanian sebelum dia menjawab setiap kata yang diucapkan El.
__ADS_1
" Elrangga satya abimana tatap mata gue " kata feby mencoba untuk tidak terisak.El perlahan mengangkat kepalanya dia kaget melihat pipi mulus feby teraliri air mata.
" kenapa lo nangis,apa kata-kata gue nyakitin lo apa gue salah,gue minta maaf feb " El dibuat kelimpungan melihat air mata feby dia benci diringa yang hanya bisa membuat feby menangis.
" stop it Elrangga " teriak feby yang langsung membuat El diam mematung.
" gue nggak papa ok " feby menghela nafasnya lagi.
feby berjalan kearah balkon kamar El dia membuka pintu balkon melihat keadaan kota yang cukup sepi karena jam menunjukan pukul 2 pagi.
" kenapa kesini ?" tanya El yang ternyata mengikuti feby,feby hanya diam saja saat El memakaikan jaket ditubuhnya ,di tersenyum mengingat El dulu juga pernah melakukan hal yang sama. " disini dingin masuk aja ya " ajak El lembut walau dengan suara lemah dan tubuh yang remuk El masih memaksakan untuk mengikuti feby.
" lo tahu El 6 tahun itu bukan waktu yang singkat buat gue , 6 tahun itu waktu yang cukup lama buat gue menghilang dari lo dan dari kehidupan lo ,pergi dari negara ini negara tempat dimana gue lahir dan dibesarkan. butuh pemikiran matang buat gue mutusin pergi dari sini walaupun bisa dibilang itu adalah keputusan egois karena gue pergi tidak hanya meninggalkan elo dan segala kenangan kita tapi juga orang tua gue " feby menghela nafasnya dia mengingat kembali waktu dia tiba-tiba memutuskan untuk pergi.
" gue nggak sebahagia yang lo lihat El ,setiap malam gue selalu menangis dalam diam gue nyesel kenapa gue harus mengambil keputusan buat pergi ngejauh dari lo padahal hati gue memaksa untuk tetap tinggal. gue berubah kaya gini karena gue nggak mau sakit lagi El gue nggak tahu kenapa gue masih aja sayang sama lo setelah apa yang lo lakuin ke gue .setiap hari cuma gue habiskan dengan latihan beladiri,belajar dan kuliah tanpa hang out,ataupun keluar sekedar menghilangkan penat .gue terlalu menutup diri El ,dan semenjak kejadian itu gue takut buat menjalin hubungan lagi gue takut sakit hati lagi dan saat gue ketemu lo lagi setlah sekian lama gue sakit El gue sakit sendiri karena keegoisan gue . tapi sekarang gue tahu bukan cuma gue yang sakit tapi lo juga El " feby mengusap air matanya yang mengalir deras dipipinya El hanya menatap feby tanpa berniat menyela omongan feby sia ingin mendengar setiap keluh kesah gadis yang dicintainya ini.
" gue terpuruk El karena lo ,gue udah jatuh terlalu dalam sampai gue nggak bisa buat bangkit lagi dan mencari cinta lagi . gue bodoh ya El masih cinta sama lo yang udah nyakitin gue tapi itu kenyataannya El gue masih cinta sama lo .apalagi tadi waktu gue lihat lo dipukulin didepan mata gue,itu menyakitkan El gue nggak bisa lihat lo terluka " lirih feby.
El sudah tidak sanggup lagi dia langsung menarik tubuh feby kedalam pelukanya.El mendekap erat tubuh mungil feby dia terluka sangat-sangat terluka melihat wanita yang sangat dicintainya ternyata merasakan rasa sakit yang sama seperti yang dia rasakan.
" maafin gue feb,maafin gue maaf " hanya kata maaf yang bisa El ucapkan sekarang.
feby membalas pelukan El membenamkan wajahnya kedalam pelukan hangat El. pelukan yang 6 tahun ini selalu dia rindukan.
El masih bisa mendengar isak tangis feby ,El menjauhkan wajah feby dari dadanya menghapus sisa air mata yang mengalir di pipi feby.
" udah jangan nangis lagi,lo buat gue semakin bersalah kalo lo nangis terus .udah ya kita omongin ini besok lagi sekarang lo tidur " feby hanya mengangguk pasrah.
El menuntun feby masuk kedalam kamarnya membaringkan tubuh feby dikasur yang ditempatinya tadi .setelah menyelimuti feby El beranjak dari kasur.
" mau keman lo ?" tanya feby karena melihat pergerakan El.
" lo tidur disini aja ,gue hiar tidur disofa " kata El dia sungguh lelah sekarang ini.
" tidur disini aja asal lo nggak macem-macem " kata feby pelan dia tak tega melihat tubuh lemah El tidur dsofa.
__ADS_1
El tersenyum lalu membaringkan tubunya disamping feby " lo tenang aja gue nggak bakal macem-macem,tidur gih dah malem " El memejamkan matanya dan febypunikut memjamkan matanya yang lelah.