
di rumah yang luas terdapat dua orang yang sedang duduk di kursi ruang keluarga.mereka tengah menunggu kepulangan anak perempuannya. jam sudah menunjukan pukul 8 malam tapi anak perempuannya itu tak kunjung pulang juga. mereka adalah feronika dan wahyu ,orang tua feby.
" kok feby belum pulang juga ya pa?" tanya feronika pada suaminya.
" mungkin feby lagi jalan-jalan sama temennya ,kamu tenang aja " wahyu mencoba menenangkan istrinya.
" mungkin iya pa " kata feronika mencoba tenang.
saat mereka berdua berada dalam keheningan ponsel feronika berdering.
" siapa ma yang telvon ?" tanya wahyu .
" diana pa,temen feby "
" coba angkat siapa tahu penting "
" hallo diana " sapa feronika .
" selamat malam tante,maaf malem-malem gini ganggu tante " sapa balik diana yang herada di sebrang telvon.
" iya sayang gak papa,kenapa telvon tante,mau tanya soal feby ya feby belum pulang sayang " kata feronika lembut.
" jadi gini tan,em gimana ya ngomongnya " diana terdengar gugup .
" kenapa sayang ngomong aja sama tante " kata feronika tanpa merasa aneh dengan tingkah diana.
" feby masuk rumah sakit tante " kata diana takut .
" Apa ?" feronika sangat kaget dengan kabar yang baru saja di dengar.
" kenapa ma ?" tanya wahyu heran.
" feby masuk rumah sakit pa " feronika mulai menitikan air mata setelah mendengar kabar dari sahabat anaknya.
" halo diana sayang ini om wahyu " wahyu mengambil ponsel feronika untuk berbicara dengan diana.
__ADS_1
" iya om "
" diana sekarang feby dirawat dimana ?" tanya wahyu berusaha setenang mungkin agar diana tidak takut.
" di rumah sakit pelita jaya om "
" ok om sama tante kesana diana tunggu ya " wahyu menutup telvonnya lalu mengambil kunci mobil dan berangkat menuju rumah sakit bersama istrinya.
" cepetan pa " kata feronika sudah tidak sabar melihat keadaan anaknya.
" sabar ma ini papa juga udah ngebut " kata wahyu yang juga sudah tidak sabar sehingga melajukan kendaraanya dengan kecepatan penuh.
sesampainya di rumah sakit mereka langsung menanyakan letak kamar feby kepada petugas resepsionis setelah mengetahui kamar feby mereka langsung menuju kesana.
" diana,mala " panggil feronika saat memasuki ruang rawat feby.
" eh tante om " kata diana menyalami feronika dan wahyu diikuti mala.
" gimana keadaan feby di " tanya feronika mendekat kearah anaknya dan mengelus lembut rambut putri kesayangannya.
" dari tadi belum sadar tante,kita baru bisa kabarin soalnya tadi ada temen-temen kita,maaf ya tan " kata diana menunduk takut .
" bisa jelasin sama om gimana kejadiannya ?" wahyu yang sedari tadi diam melihat keadaan putrinya yang penuh memar di wajahnya ingin rasanya marah tapi dia tidak bisa marah disini.
" kita nggak tahu pasti kejadiannya om yang kita tahu feby pamit rapat osis sama kita dan kita berdua nunggu sambil nonton basket tapi sampai latihan basket selesai feby nggak balik juga ,kita coba cari keruang osis kata ketua osisnya feby udah keluar dan akhirnya kita cari keseluruh sekolah dan kita nemuin feby di gudang " mala menceritakan kejadiannya seraya menangis dia menyesal tidak bisa jaga sahabatnya.
" maafin kami tan kami nggak bisa jagain feby, feby jadi kaya gini " kata mala sesenggukan.
" iya tan maafin kami,waktu kami nemuin feby keadaan feby sungguh memprihatinkan tangan dan kakinya di iket tubuhnya basah wajahnya penuh lebam kami nggak tahu siapa yang nglakuin ini " diana menambahkan seraya tertunduk sedih dia tak bisa lagi membendung air matanya.
feronika mendekati kedua sahabat putrinya itu yang sudah dianggap seperti putrinya itu feronika langsung memeluk diana dan mala yang sedang menangis.
" tante sama om nggak nyalahin siapapun ini juga bukan salah kalian kita tunggu feby sadar baru kita akan tahu siapa penyebabnya,sekarang berhenti menangia ya sayang " feronika menghapus air mata diana dan mala.
" om cuma tanya sayang ,kita nggak akan nyalahin kalian,om akan slidiki ini semua kalian tenang saja " kata wahyu menenangkan kedua sahabat putrinya yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri itu.
__ADS_1
" maafin kita ya om "
" kalian nggak salah,sekarang kalian pulang biar om sama tante yang jaga feby " kata wahyu menenangkan keduanya.
" tapi om kalo besok pagi temen-temen kita kesini gimana ?" tanya diana yang takut identitas mereka terbongkar.
" besok pagi-pagi sekali om sama tante bakal pulang kalian baru kesini "
" yaudah om kita pamit pulang dulu " kata mala berpamitan disusul diana lalu mereka pulang.
•••
pagi harinya diana dan mala pagi-pagi sekali sudah kembali kerumah sakit .
" pagi om tan " sapa diana saat masuk keruang rawat feby lalu mencium tangan feronika dan wahyu diikuti oleh mala dibelakangnya.
" pagi sayang,kalian udah dateng ,udah sarapan ?" tanya feronika beruntun.
" udah tante tadi dirumah " jawab mala.
" keadaan feby gimana tante ? tanya diana karena melihat feby yang masih setia menutup mata.
" feby belum sadar dari semalem,kalian nggak pakai sragam emang nggak sekolah ?" tanya feronika heran.
" nggak tan kita nunggu feby aja " jawab mala nyengir.
" kalian ya kebiasaan,yaudah om sama tante pulang dulu ya titip feby,kalo ada apa-apa kabarin ya " kata feronika mengelus lembut rambut kedua sahabat putrinya itu.
" iya keburu siang nanti temen kalian dateng, kan jadi ketahuan " kata wahyu menggoda mereka.
" ih om mah gitu,kan kita cuma pengen punya temen yang nggak mandang kita karena harta om " kata mala membela diri.
" iya om lagian sekarang banyak manusia berbulu domba " kata diana bersungut.
" yaudah lah bercandanya lain kali aja ya ,tante sama om pamit ya jagain feby ya anak-anak tante " kata feronika tersenyum lembut.
__ADS_1
" siap tante " kata diana dan mala bersamaan .
feronika dan wahyu akhirnya keluar ruang rawat feby dan pulang kerumah walau sebenarnya masih mencemaskan putrinya tapi jika identitas mereka terbongkar maka feby akan marah dengannya sehingga mereka lebih memilih mengalah.