
mentari pagi mulai menampakan sinarnya ,gelapnya malam kini telah berganti dengan sang surya yang terang .
feby mengerjapkan matanya saat silau matahari yang masuk melalui celah jendela mengusik tidurnya.feby meraih ponsel yang ada di samping nakas banyak panggilan tak terjawab dari gilang semalam dia lupa untuk mengabari gilang akhirnya feby hanya mengirim pesan bahwa feby akan menjelaskan semuanya di kantor nanti.
feby menengok ke samping tempat tidurnya disana ada pria yang 6 tahun ini selalu dirindukanya .wajah damainya sungguh membuat feby terpesona walau banyak luka tapi tak mengurangi sedikitpun ketampanan pria itu. bibir feby melengkung sempurna dia sungguh bahagia hari ini .
feby melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mandi tanpa mengganti pakaian karena dia tidak membawa baju ganti ,selanjutnya dia menuju dapur untuk membuat sarapan .setelah semua selesai feby labgaung keluar dari apartemen milik El untuk menuju ke perusahaannya sebelum gilang semakin marah .
30 menit waktu yang di butuhkan feby kini akhirnya dia sampai di perusahaanya.feby melangkahkan kakinya menaiki lift untuk menuju ruangannya yang ada di lantai paking atas.
" selamat pagi nona " sapa sinta saat berpapasan dengan feby yang akan keluar lift feby hanya sedikit tersenyum lalu melangkah kembali untuk menuju ruangannya.
" kemana aja ?" tanya gilang to the point saat feby baru saja memasuki ruangannya.
" kok abang udah berangkat yakin udah sehat " feby mencoba mengalihkan pembicaraan.
" nggak usah berkilah,dari mana lo ?" tanya gilang dengan serius .feby tahu abangnya akan khawatir tapi haruskah dia berkata jujur.
" oke feby critain "
__ADS_1
" nah gitu critanya " feby menceritakan semuanya yang dialaminya semalam.
gilang memijit pangkal hidungnya dia sebenarnya masih sedikit pusing ditambah semalam dia tidak bisa tidur nyenyak karena feby tak pulang itu membuat kondisi tubuhnya semakin lemah.
gilang beranjak dari sofa ruangan feby menuju ruangannya tanpa berkata apapun.
" bang gilang marah sama feby " tanya feby tapi gilang tetap melanjutkan langkahnya.
" kalo feby salag feby minta maaf deh ,tapi emang feby salah nggak kabarin abang tapi jangan marah dong " feby mengikuti langkah gilang .tanpa memperdulikan feby ,gilang terus berjalan masuk keruanganya.
sesampainya diruangannya dia langsung duduk bersandar memejamkan matanya karena kepalanya yang tiba-tiba terasa berat.
" bang jangan diemin feby lah ayolah bang ,abang marah sama feby iya feby salah nggak ngabarin abang tapi kan feby beneran lupa bang " feby memohon kepada gilang tapi gilang hanya diam saja.
" kamu balik aja keruanganmu ,tinggalin saya sendiri " gilang tiba-tiba berbicara formal dan dingin membuat feby merasakan perih dihati ya,gilang tidak pernah bersikap sedingin inj kepada feby .
" maaf " lirih feby lalu keluar dari ruangan gilang untuk kembali keruangannya.
gilang menghembuskan nafasnya berat sebenarnya dia juga tidak ingin bersikap seperti ini tapi karena diamnya feby membuat dia mengerti jawaban akan pertanyaannya tadi.
__ADS_1
gilang langsung beranjak berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya setelah sebelumnya dia mengambil kunci mobil yang berada di atas meja kerjanya.
sakit dikepalanya semakin menjadi membuat langkahnya sedikit sempoyongan .hingga setiap sapaan dari karyawan tak di gubrisnya sama sekali
hingga akhirnya gilang sampai di parkiran mobil dia langsung duduk di kursi kemudi memijit pelipisnya yang semakin sakit.
" shit,kenapa sakit banget sih kepala gue " umpat gilang .gilang memejamkan matanya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya.
setelah beberapa saat gilang melajukan mobilnya menuju ke apartemen yang baru di belinya beberapa minggu ini. dia sedang ingin sendiri sebenarnya dia cukup kecewa mengetahui feby dengan mudah memaafkan El.
gilang tak terima akan apa yang di lakukan El 6 tahun yang lalu dan kenapa adiknya bisa semudah itu memaafkan Dan ditambah lagi ternyata feby lebih menyayangi El dibanding dirinya.
gilang tak ingin lagi memikirkan hal itu lagi yang akan membuat kepalanya semakin pusing.
gilang terus melajukan mobilnya ,butuh waktu hampir 2 jam akhirnya gilang sampai di sebuah rumah yang tak terlalu besar namun mewah.
rumah yang di belinya satu tahun lalu tanpa ada seorangpun yang tahu. yang dibutuhkan gilang saat ini hanya sendiri dan menenangkan diri,pikirannya sungguh di buat kalut ditambah dengan tubuhnya yang masih belum sepenuhnya fit .
gilang memasuki rumah itu dengan sedikit sempoyongan karena kepalanya yang pusing dia langsung menuju kelantai 2 dan memasuki ruangan dengan nuansa abu-abu itu.
__ADS_1
gilang langsung menjatuhkan tubuhnya yang lelah di kasur king size yang ada disana. saat ini yang dia butuhkan hanya istirahat .
sungguh tubuh dan pikirannya sangat lelah saat ini,dia tidak ingin diganggu siapapun .