
pembahasan tentang pertandingan basket tadi terjeda karena bel masuk berbunyi dan guru memasuki kelas untuk memulai pelajaran.
pelajaran yang menurut 3 pria tampan dan populer itu sangat membosankan. mereka hanya sibuk dengan kegiatan masing-masing El yang sibuk menyelam di alam mimpi vano yang mendengarkan musik dan adit yang sibuk menggambar gambaran yang tidak jelas.
walaupun mereka sering bosan karena pelajaran tapi mereka tetap mengikutinya dan tidak pernah bolos.
karena prinsip mereka lebih baik tidur di kelas dari pada harus bolos,menurut orang lain itu sama saja tapi menurut mereka itu berbeda,setidaknya mereka mendengarkan walau hanya sedikit dibanding bolos mereka tidak akan tahu apapun.begitulah menurut mereka.
setelah 3 jam pelajaran yang membosankan itu bel istirahat pun berbunyi,membuat El mendongakan kepalanya.
" denger bel aja langsung bangun lo,tadi gue panggil belagak budek " kesal adit pada El.
" karena makan lebih penting dari pada lo " skakmat El yang membuat adit tidak bisa menjawab,El bertos ria dengan vano dan tertawa penuh kemenangan.
El dan vano pun beranjak berdiri untuk pergi menuju kantin meninggalkan adit dengan wajah melasnya.
" aniaya terus aja gue " kata adit memelas. lalu mengejar kedua sahabatnya .
" El sebenarnya hubungan lo sama dina gimana sih,kok kayaknya dia suka banget sama lo " kata adit penasaran.
" gue cuma gombalin dia sekali,eh dia anggep gue suka sama dia " kata El tersenyum remeh.
" padahal hampir semua cewek lo gombalin " kata vano tertawa.
" coba aja gue jadi lo , pasti gue pacarin semua cewek " kata adit berhayal.
" ngimpi lo " vano menonyor kepala adit.
" kalian bisa nggak sih nggak ninggalin gue terus " kata adit bersidekap marah.
" udah deh jangan bawel " kata El lalu menuju meja 3 cewek di pojok kantin.
" hay " sapa El pada ketiga cewek itu.
" hay " balas feby ,pemilik meja itu adalah feby cs.diana hanya melirik sekilas sedangkan mala tengah memesan makanan.
" udah lama ?" tanya El lagi.
" baru aja nyampe "
" udah pesen makanan ?"
" udah di pesenin mala " jawab feby tersenyum.
" lo kenapa gak suka kita disini ?" tanya El pada diana yang hanya diam saja.
" kalo gue nggak suka terus lo mau pindah " jawab diana songong.
" ya nggak lah " jawab El santai.
" makanan datang " teriak mala saat sampai disamping meja mereka.
" kok ada mereka ?" kaget mala melihat El dan juga vano yang sibuk dengan ponselnya.
" kenapa lo nggak trima kalo kita ada disini?" tanya adit dari belakang mala.
" nggak " jawab mala datar lalu duduk .
" nih pesenan lo " mala menyodorkan 2 mangkok bakso dan 2 es jeruk milik diana dan juga feby.
" thanks " jawab feby lalu membumbui baksonya dengan kecap dan juga sambal yang cukup banyak.
El memegang tangan feby ,menahanya agar tidak menuangkan sambal lagi di bakso miliknya.
__ADS_1
" ish apaan sih El " kata feby ingin melepaskan tangannya dari cengkraman El.
" udah feb,sambel lo kebanyakan " kata El menatap intens mata Feby.
" biasanya juga gini kok " kata feby acuh.
" perut lo bisa sakit kalo terus-terusan " kata El dengan wajah memohon.
vano melirik sekilas ke arah mereka berdua.
" ok " kata feby akhirnya mengalah.
El tersenyum karena feby menuruti perkataannya.
" eh cewek ngeselin " kata adit menendang kaki mala yang ada di depannya.
" ck gue punya nama jono " kata mala kesal.
" buset nama gue adit bukan jono " kata adit .
" salah siapa manggil gue ngasal " kata mala kesal lalu memakan dengan rakus baksonya.
" gila lo cewek apa buto ijo makannya gitu amat " adit bergidik ngeri melihat mala makan.
" kenapa ? gue buto ijo jadi bisa makan lo " kata mala melotot siap menerkam adit.
" ampun ampun " kata adit kedua telapak tangannya disatukan memohon agar mala tidak menerkamnya.
" lo mau ngomong apa tadi " tanya mala tidak seperti tadi nada bicaranya lebih halus.
" nonton kita latihan basket dong nanti " kata adit mengedipkan matanya.
" najis genit amat lo " kini diana membuka suara setelah beberapa saat diam , melihat wajah mesum adit.
diana menggetok kepala adit dengan sendoknya " ngasal aja kalo ngomong "
" gila lebih ganas dia van " adit mengadu pada vano seraya mengelus kepalanya yang di getok diana.
" lo kira macan ganas " kata vano mulai buka suara.
" lebih ganas ini mah ?" adit menatap takut ke arah diana.
" brisik lo lama-lama gue terkam juga lo " kata diana mulai kesal karena sedari tadi adit terus berceloteh.
" idih jangan galak-galak dong ,gue kan cuma bercanda " kata adit taku melihat wajah diana.
" nanti lo tunggu gue ya,sekalian nonton gue latihan pulangnya gue anterin " kata El menatap intens ke arah feby.
" gue mah ngikut mereka berdua " kata feby menatap ke arah kedua temamnya.
" kalo nggak males " diana yang masih kesal menjawab dengan nada tinggi.
" biasa aja dong dasar nenek lampir " kata adit.
" apa lo kang bakso " diana melotot ke arah adit.
" ganteng-ganteng gini kang bakso , mata lo rabun " adit tak trima.
sedangkan yang lain hanya tertawa melihat mereka yang berdebat.
" muka lo mirip kang bakso " jawab diana santai.
" lo ya awas aja "
__ADS_1
" berani lo sama gue " kata diana berdiri .
" ya nggak lah " jawab adit lantang.
" geu cabut duluan "diana meninggalkan kantin.
" gue ngikut,woy di tungguin " mala pun mengikuti diana.
" gue juga cabut duluan ya " pamit feby pada El dan yang lainnya. lalu pergi mengikuti diana dan mala.
" ganas-ganas ternyata temen-temen feby,untung nggak di terkam gue " adit mengelus dada lega setelah kepergian feby cs.
" soalnya muka lo bikin kesel " kata vano lalu tertawa.
" teganya kamu kepadaku " adit memasang wajah manja penuh drama yang membuat kedua sahabatnya jijik.
" bukan temen gue " kata vano angkat tangan.
" gue juga nggak punya temen kaya gini " kata El bergidik lalu pergi dari sana di ikuti oleh vano.
" tinggalin aja terus " adit bertriak marah lalu meminum minumannya hingga tandas.
•••
setelah kepergiannya dari kantin feby,diana dan mala kini berada di toilet karena di perjalanan akam kekelas tiba-tiba perut diana.sakit dan mengharuskan kedua sahabatnya ikut.
" feb kok lo bisa sih tadi pagi bareng sama El ?" tanya mala saat mereka berada di toilet sedang berkaca di depan wastafel.
" ya kemarin yang dia bilang mau ketemu gue di taman,terus bakal nunggu gue sampai gue dateng ya gara-gara itu lah " kata feby seraya merapikan rambutnya.
" jadi lo kemarin buru-buru pergi buat nemuin El?" tanya mala antusias.
" ya nggak lah,gue kemarin buru-buru soalnya bokap gue suruh gue ke kantornya " kata feby menjelaskan.
" terus gimana bisa lo ketemu dia " tanya diana setelah menyelesaikan urusan alamnya.
" ya kan gue balik dari kantor bokap sore tuh, terus kaya mau hujan gitu terus dari situ gue keinget kalo El nunggu gue,tapi gue nggak begitu yakin sih " kata feby berbalik lalu menyandarkan punggungnya di wastafel.
" kalo lo nggak yakin kenapa lo kesana " mala bertanya dengan nada heran.
" gue juga nggak tahu tapi hati gue yang bawa gue kesana, di perjalanan kesana harusnya gue sampai disana setengah jam tapi karena macet jadi sejaman lah,ditambah hujan jadi tambah macet " terang feby seraya membayangkan lagi kejadian kemarin.
" berarti waktu hujan lebat kemarin lo belum.nemuin dia ,dan dia kehujanan gitu " tanya diana dengan raut wajah kaget.
" ya terus sampai sana gue lihat dia lagi duduk nunduk gitu di tengah guyuran hujan yang lebat itu nah terus gue samperin dia yang udah basah kuyup " kata feby menatap kedua sahabatnya.
" nekat juga tuh cowok " kata diana acuh.
" iya gue kira dia fuckboy yang nggak mau berjuang " kata mala seraya geleng-geleng.
" nah kan gue juga heran kenapa dia kaya gitu "
" lanjutin lah " kata mala antusiaa mendengar cerita feby.
" setelah gue samperin gue lihat sekeliling nggak ada mobil atau motor ,terus gue tanya dia bawa motor atau mobil dia bilang nggak bawa soalnya di anterin adit, terus dia bersin gitu mungkin kelamaan kehujanan terus gue ajak aja ke mobil dan gue anterin dia pulang " kata feby .
" berarti lo tahu alamat rumah El dong wah,rumahnya gede nggak feb " tanya mala dengan polosnya.
" **** yang ditanyain rumah,lo kira rumah lo nggak gede apa ?" kata diana menonyor kepala mala karena kesal dengan tingkah mala.
" lanjutin feb "
" setelah sampai di rumahnya dia minta nomer gue terus malemnya kita chatingan dan setelah itu dia ngajak berangkat bareng dan ya udah gitu doang " kata feby mengakhiri critanya.
__ADS_1