
Ernes menatap seorang perempuan cantik yang ditabraknya.
“Maaf mbak, saya tidak sengaja” Ucap Ernes sambil menatap perempuan itu.
“iya gapapa kok” jawab perempuan itu sambil mengambil barang-barangnya yang berserakan, Ernes membantu mengambil barang-barangnya dan segera meraih Hpnya yang terjatuh.
Belum sempat Ernes berdiri, matanya melirik ke arah seseorang yang berjalan mendekat ke arahnya, dan mengulurkan tangannya itu kearah perempuan yang terjatuh di depan Ernes.
“Kamu tidak apa-apa kan shof?, sini ayo aku bantu berdiri” Kata seseorang itu sambil mengulurkan tangannya.
“Aku tidak apa-apa Dav” Ucap perempuan itu dan meraih tangannya.
Ernes prov....
Aku yang baru saja menabrak seorang perempuan itu dengan segera aku meminta maaf, saat aku hendak mengambil Hpku yang terjatuh aku tak sengaja melihat ada seorang laki-laki yang berjalan secara cepat menuju ke arahku. Segera seseorang itu mengulurkan tangannya kepada perempuan yang aku tabrak untuk membantunya berdiri.
Mataku terus memandangi mereka, aku melihat rasa ke khawatiran laki-laki itu kepada seorang perempuan yang aku tabrak, tubuhku terasa membeku saat aku tau ternyata laki-laki itu adalah Dava, seseorang yang aku sukai, melihat sikap mereka hatiku terasa seperti ter iris-iris.
“Ernes, ternyata kamu” aku yang mendengarnya segera ikut berdiri
“Emmzz.. ma-maaf, aku tadi benar-benar tidak sengaja” Ucapku sambil menundukkan kepala.
“Kamu kenal dia Dav?” tanya perempuan itu yang menatap tajam kearah Dava.
“Iya Shof dia Ernes, Ohhh iya Nes, kenalin ini Shofia, dia pacarku”.
Dengan segera Shofia mengulurkan tangannya “Shofia..” sambil tersenyum dan menatapku dengan lembut. “Er-ernes, maaf aku tadi tidak sengaja menabrakmu” ucapku sambil menjabat tangan Shofia.
“Iya tidak apa-apa, santai saja, maaf aku baru pulang dari Paris jadi aku sangat lelah, aku dan Dava pamit dulu ya, mungkin lain waktu kita bisa ketemu dan berbincang” Ucap Shofia dengan menggandeng tangan Dava.
“Ohh... iya” kataku sambil melihat Dava dan Shofia pergi meninggalkanku.
Air mataku tak terasa jatuh membasahi pipiku.
(Mereka terlihat sangat bahagia, harusnya aku senang mas Dava sudah bahagia, aku tidak mau menjadi penghalang, dan aku sadar kehadiranku akan menjadi penghancur kebahagiaan mereka) gumamku dalam hati.
Author Prov.........
Dalam lamunan Ernes ada tangan kokoh yang menyentuh pundaknya, dengan seketika Ernes berbalik.
“Kakak” ucap Ernes sambil memeluk Arvan
“Hay, adikku yang tercinta” ucap Arvan sambil memeluk Ernes. Kali ini pelukan Ernes begitu erat menurut Arvan mungkin Ernes sangat merindukannya, tapi bagi Ernes itu pelukan untuk menenangkan perasaannya akibat patah hati.
Ernes melepas pelukan Arvan, tangannya Arvan pun spontan mengusap ke pipi Ernes.
__ADS_1
“Ernes liat kakak, apa kamu habis menangis” tanya Arvan yang menatap tajam kedua mata Ernes
“tidak kak, aku hanya bahagia saja akhirnya kakak pulang” jawab Ernes dengan memeluk Arvan kembali untuk menutupi kebohongannya.
Sebenarnya Arvan tau jika Ernes berbohong, tapi Arvan memilih diam dan menungu Ernes untuk menceritakan sediri masalahnya.
#Dava.........
Setelah keluar dari bandara dan menuju ke parkiran mobil.
“Dav, kamu kenapa? Kok dari tadi diem aja” tanya Shofia yang baru masuk ke dalam mobil.
“Ahh... aku gak apa-apa Shof, kita langsung ke apartemenmu apa jalan-jalan dulu?”sambil menghidupkan mesim mobil.
“langsung ke apartemen aja Dav, aku capek”
“Shof maaf, aku gak bisa nemenin kamu dan bantuin kamu beres-beres, aku ada rapat di kantor jadi harus buru-buru” Ucap Dava setelah Shofia hendak pergi.
“iya, gapapa kok Dav, makasih udah sempatin buat jemput aku,”sambil mengambil kopernya.
Sebenarnya hari ini Dava tidak ada jadwal rapat dan tugasnya di kantorpun juga sudah selesai. Semua ucapan Dava hanya kebohongan karena pikirannya masih memikirkan perasaan Ernes. Sesampainya di rumah dava bergegas masuk ke dalam kamar
Dava meraih ponsel di sakunya, dia merasakan ada sesuatu yang hilang di hatinya, biasanya Ernes selalu memberikan ucapan dan semangat buat Dava, tetapi semenjak Dava bilang sudah memiliki kekasih Ernes tidak pernah lagi mengirim pesan, bahkan barusan ketemu saja rasanya sudah seperti orang asing.
#ERNES.....
“Ehh Ness.. coba lihat (Indria yang menunjuk ke gerumunan orang) itu Dava kan Nes, yuk samperin” belum sempat Ernes menjawab ajakan Indria, Indria lebih dulu menarik tangan Ernes.
“Mas Dava.....” teriak Indria
Dava yang menoleh langsung menatap Ernes yang menundukkan kepalanya
“iya In, kamu juga disini?” ucap Dava
“Loh... mas” ucap Indria dengan sedikit kaget melihat Dava menggandeng seorang gadis yang cantik, seketika Dava mengikuti arah sorot mata Indria yang ternyata fokus pada tangannya yang menggenggam Shofia.
“Kenalin dia Shofia”
Shofia menjabat tangan Indria dan menatap Ernes.
“Hy Nes” sapa Shofia dengan dibalas senyuman oleh Ernes.
“kalian habis belanja ya?” tanya Shofia
“iya, kami habis beli baju kebaya buat wisuda” jawab Indria sambil menunjukkan paper bag.
__ADS_1
“wah, selamat yaa sebentar lagi kalian wisuda” kata shofia sambil tersenyum
“kalian kalau tidak sibuk boleh loh datang ke acara wisuda kita” ucap Indria
“terus sekarang kalian mau kemana?” tanya Dava
“Kami mau cari makan mas” jawab Indria
“Iya udah, yukkk cari makan bareng kita” ajak Shofia
“Kamu mau makan apa Shof” tanya Dava sesudah sampai di restoran yang ada di mall
“Aku ingin makan beef stew switzerland” jawab Shofia
(sabar nes sabar, ini semua salah kamu sendiri ngapain kamu baper setiap mas Dava perhatian ke kamu, lihat dia sudah bahagia, kamu harus bisa bersikap seperti biasanya tanpa perasaan yang lebih dari sekedar teman) gumam Ernes dalam hati.
“Kalian mau makan apa?” Tanya Shofia
“hmzz... aku spaghetti” jawab Ernes
“aku chicken cordon bleu” jawab Indria
Setelah menunggu lama, akhirnya pesananpun datang.
Saat Ernes mau mengambil saus di depannya tidak sengaja Dava juga memegang saus yang sama, Ernes segera melepaskan saus yang di pegang Dava, Dava juga terlihat kaget dan langsung melepas saus yang di pegangnya. Ernes berusaha lagi mengambil saus yang disebelahnya tapi ternyata saat itu Dava juga sedang mengabilnya.
(siiaallll........) gumam Ernes dalam hati.
“Kamu dulu.....” ucap Ernes dan Dava yang secara bersamaan
(matih akuhhhh....) gumam Ernes dalam hatinya sambil menutup matanya.
“kalian kenapa sih, sini aku ambilkan” ucap Shofia sambil mengambilkan saus di piring Dava dan Ernes.
“Terimakasih” ucap Dava sambil melirik Ernes yang sudah gelisah tidak nyaman
Setelah makanan habis Ernes segera mengajak Indria pulang.
Sesampainya di dalam mobil Indria,
“Lo kenapa Nes? Terus itu cewek siapanya Dava?” tanya Indria yang sudah mulai mengihupkan mesin mobil.
“itu pacarnya mas Dava” kata Ernes sambil bersandar ke kursi mobil dan memejamkan matanya
“terus apa maksudnya selama ini dia memberikan loe perhatian yang penuh dan ujungnya kamu di tinggalin kayak gini” kata Indria
__ADS_1
“bukan mas Dava yang ninggalin gue, tapi gue yang terlalu mengharapkan mas Dava dan aku malah masuk ke dalam hubungan mereka, mas Dava perhatian ke aku karena dia Cuma menganggap aku sebagai teman tidak lebih” ucap Ernes sambil menangis
“lo gak salah Nes, cinta itu enggak pernah salah, Cuma orangnya aja yang enggak tepat untuk kamu cintai, kamu yang sabar ya nes” Ucap Indria sambil menggenggam tangan Ernes.