Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
Part 27


__ADS_3

mereka masih saling berpelukan menyalurkan segala rasa yang terpendam.


El masih mencoba menenangkan diri meredakan tangisannya yang tiba-tiba mengalir deras.


feby yang tidak tega membiarkan El tenang terlebih dahulu. mencoba memberikan saran agar El tenang. dia bisa melihat sisi lain dari El yang ceria dan terkenal fuckboy.


kini dia melihat El yang rapuh ada sisi penyayang yang ada di dalam hatinya,ada kerapuhan yang tertutupi oleh keceriaanya selama ini.


Setelah merasa tenang El menarik diri dari pelukan feby. dia menghapus kasar sisa air mata di pipinya.


" thanks feb " kata El masih dengan suara lemahnya.


" besok masih ada waktu kan, lo bisa omongin baik-baik sama vano " kata feby memberi saran.


" gue bakal coba , tapi vano akan sulit di ajak bicara kalo dia lagi marah " kata El terlihat pasrah.


" gue yang bakal bicara sama vano besok " kata feby .


" maksud lo " El kaget dengan ucapan feby.


" iya gue bakal bantuin lo,gue yang bakal ngomong sama vano " kata feby tersenyum.


" thanks feb ,thanks banget " kata El menggenggam tangan feby menatap dalam manit mata biru kelabu milik feby.


feby merasakan jantungnya berdetak lebih kencang di tatap El begitu dalam. entah ada apa dengan perasaannya saat ini. feby pun mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapan El.


" sorry gue reflek " kata El saat feby melepaskan tautan tangannya .


" gak papa kok " kata feby tersenyum.


beberapa saat kecanggungan menimpa mereka berdua yang berada di dalam mobil.hening sesaat ,mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing.


" lo laper nggak ?" tanya El memecah keheningan.


" lumayan " kata feby menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,dia memang menahan lapar sejak tadi.

__ADS_1


" ok kita cari makan " El tersenyum lalh menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya untuk mencari tempat makan.


" lo kan sering kesini,lo pasti tahu kan rumah makan yang enak " tanya El setelah berjalan cukup jauh tapi dia hanya menemukan tempat makan pinggir jalan.


" kalo gue sama abang gue biasanya makan disana " kata feby menunjuk salah satu warung pinggir jalan yang lumayan ramai.


" nasi gorengnya tuh enak banget,tapi kalo lo nggak bisa makan di pinggiran ya kita cari tempat lain aja " kata feby memberikan saran karena melihat perubahan raut wajah El.


" yaudah kita kesitu aja " El akhirnya memarkirkan mobilnya di depan warung itu dan mengajak feby turun.


" gak papa nih makan disini,gue takutnya lo nggak biasa " kata feby ragu-ragu.


" kata lo enak kan ,yaudah ayok " kata El mantap lalu turun dari mobil di ikuti feby .


" buk nasi gorengnya 2 sama teh anget 2 ya " kata feby memesan makanannya.


" pedes neng ?" tanya ibu penjual.


feby melihat ke arah El dan El mengangguk mengerti bahwa feby akan bertanya apakah.dirinya suka pedaa atau tidak.


" lo biasa makan di tempat kayak gini? " tanya El penasaran.


" biasa lah sering malah,kalo sama sahabat-sahabat gue kita sering banget ke festival makanan gitu "


" tapi kan itu nggak terjamin kebersihannya " kata El menatap heran karena biasanya wanita yang sering di temuinya tidak mau di ajak makan di pinggir jalan.


" makasih pak " kata feby saat seorang bapak-bapak mengantarkan minum.


" kenapa harus takut nggak bersih ,kalo menurut gue selagi makanan itu enak gak papa kok,toh tempatnya nggak kotor ini kan ?" tanya feby pada El.


El melihat sekeliling warung tenda dengan beberapa meja dan kursi yang disediakan untuk makan di tempat , memang tidak seburuk yang dia pikirkan cukup bersih dan nyaman " iya juga sih ".


" terus kenapa harus cari yang mahal kalo yang murah pun terjamin " kata feby lalu meminum teh anget pesanannya.


El pun membenarkan perkataan feby,dia menatap lekat ke arah feby dia sungguh kagum dengan feby,banyak hal yang baru dia tahu dari seorang feby yang membuatnya sedikit terpikat.

__ADS_1


" makasih mas " kata feby saat pelayan warung makan mengantar pesanan mereka.


suara feby tadi membuat El sadar dari lamunannya.El menggelengkan kepalanya menepis pikirannya yang terpikat dengan feby.dia tidak boleh jatuh cinta ini hanya sebuah taruhan.


" kenapa lo ?" tanya feby seraya memasukkan sesendok nasi goreng.


" enggak kok sedikit pegel aja leher gue " kata El berkilah.dia terus menatap.ke arah feby yang tengah menikmati makanannya ,terlihat dari cara makan feby nasi goreng di depannya ini sungguh sangat nikmat tapi El belum yakin untuk memakannya.


El melihat nasi goreng didepannya ,nasi goreng dengan tampilan biasa tidak seperti nasi goreng di restoran mewah.hanya nasi goreng yang dicampur beberapa sayur dan di atasnya dihiasi telur dadar,acar timun dan taburan bawang goreng.sungguh makanan sederhana.


" kenapa nggak di makan ?" tanya feby yang melihat El hanya menatap makanannya tanpa menyentuhnya.


"em itu,anu " kata El bingung mencari alasan.


" a' " feby menyodorkan satu sendok nasi goreng ke depan mulut El.


" cobain dulu deh " feby yang melihat keraguan di wajah El mencoba meyakinkan.


El membuka mulutnya dengan ragu-ragu,dengan hitungan detik feby langsung memasukan nasi goreng itu kedalam mulut El. saat nasi goreng itu mendarat didalam mulut El,dia sejenak merasakan nasi goreng itu.mengunyahnya dengan perlahan lalu menelannya.


El terdiam,tertegun dengan rasa nasi goreng ini.matanya berbinar sungguh rasanya tidam kalah lezat dengan restoran yang biasa dia kunjungi.


El langsung menyantap nasi gorengnya dengan begitu lahap setelah tahu rasa masakannya.feby tersenyum melihat El yang makan begitu lahap.


" gila ini sih enak banget "


" kenyang gue " kata El setelah menghabisakn makanannya.


" makanya jangan dilihat dari tempatnya tapi rasanya" balas feby yang juga sudah menghabiskan makanannya.


" yaudah gue bayar dulu habis ini balik " kata El berjalan menuju penjualnya .


feby menunggu El yang tengah membayar didalam mobil.langit yang mulai gelap membuat angin yang berhembus terasa dingin.


" udah ?" tanya feby saat El memasuki mobil dan El mengangguk lalu menyalakan mobilnya dan berjalan pulang dengan panduan dari feby karena El belum tahu jalanan disana.

__ADS_1


__ADS_2