
setelah kepergian yuda gilang langsung masuk kedalam ruangan yang pintunya terhubung langsung dengan ruangan feby disanalah ruangan kerja gilang.
feby tengah sibuk dengan tumpukan dokumen yang berada di mejanya. sungguh pekerjaannya sangat banyak di hari pertama dia bekerja. feby mengangkat ponselnya untuk menghubungi seseorang.
tut tut tut
" ya hallo " sapa seorang wanita di sebrang telvon.
" hallo ,siapa sih iseng banget " tanyanya lagi setelah sepersekian detik tak ada jawaban.
" meet up kuy " kata feby setelah sesaat diam tertawa akibat celotehan wanita disebrang telvon.
" eh siapa ya ,lo mau culik gue ? siapa lo ngajak gue meet up ?" tanyanya heran.
" jadi nggak mau nih ?" goda feby tanpa menjawab pertanyaan wanita itu seraya menahan tawa.
" eh bentar gue kaya kenal suaranya ,em siapa ya jubaedah ya lu apa siti eh apa sasa eh bentar ini beneran feby sahabat gue yakin gue inget banget suara lo feby iya kan iyain aja deh gue kangen banget sama lo "
" ya allah mala nggak berubah ya lo masih aja bawel " kata feby terkekeh ya yang di telvon feby adalah mala sahabat SMA nya dulu.
" ah feby yakin ini elo kuy meet up kuy kangen gue ,pasti lo tambah jelek kan " ejek mala dengan tertawa.
" ck gue selalu cantik woy lo tuh masih ganjen nggak lo "
" eits kita ketemu dulu mbaknya baru lihat perubahan gue kuy di cafe biasa pas makan siang oke "
" lo ajak diana ya ,bye bye mala " feby langsung menutup telvonnya dengan senyum mengembang. dia sungguh rindu kepada kedua sahabatnya itu.
dengan senyum mengembang feby menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar lebih cepat bertemu dengan kedua sahabatnya.
jam makan siang akhirnya tiba feby beranjak dari meja kerjanya menuju ruang kerja gilang.
__ADS_1
" hoy bang sibuk amat " feby mengejek gilang yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
" ck lo ya ngagetin aja dasar anak nakal " gilang menjitak kepala feby.
" aw ish abang udahan lah kerjanya udah jam.makan siang ini " feby menampilkan wajah imutnya didepan gilang.
" lo duluan aja abang ntaran kerjaan masih banyak nih dek,lo bawa mobil kan ?" tanya gilang menatap feby,sejenak mengalihkan pandangannya dari laptop didepannya.
" bawa bang, yaudah gue duluan ya mau ketemu sama temen dulu"
" bye abang " pamit feby mencium pipi gilang.yang merupakan kebiasaan feby selain kepada satya dan dika.
gilang hanya berdehem menanggapi feby,feby pun hanya acuh dia tahu abangnya sedang sibuk maka dari itu dia lebih baik langsung keluar.
feby kembali memasang wajah dinginnya dia akan hangat kepada orang-orangnterdekatnya saja.
" selamat siang nona ,anda mau istirahat dikantin biar saya yang antar ?" sapa sinta dengan sopan.
" saya makan diluar "
" baik nona " sinta tersenyum ramah dia begitu bahagia mendengar atasannya berbicara panjang lebar.
feby langsung berjalan menuju lift setelah berbicara pada sinta,sinta pun mengikuti di belakang feby.
didalam lift mereka hanya saling diam feby terus menampilkan wajah dinginnya tanpa menyapa sinta.
" maaf nona kalo boleh tahu usia anda berapa ?" tanya sinta takut-takut membuka suara.
" 24 tahun kalo kamu ?" kata feby tanpa melihat kerah sinta.
" saya 26 tahun nona,ternyata kita usia kita tidak berbeda jauh " senyum sinta terus mengembang walaupun wajah feby terkesan dingin dia tahu feby adalah orang baik.
__ADS_1
ting
lift terbuka feby langsung beranjak keluar dari lift menuju parkiran dan memasuki mobilnya lalu mengendarai mobilnya menuju tempat janjiannya bersama kedua sahabatnya.
setelah menempuh perjalanan 15 menit feby sampai di cafe tempat biasa mereka nongkrong waktu SMA dulu.
feby mengedarkan pandangannya keseluruh cafe ,dan pandangan matanya langsung tertuju pada dua orang wanita yang penampilannya sungguh berbeda dari 6 tahun lalu.
" permisi boleh saya ikut duduk disini ?" tanya feby iseng.
" cari meja lain aja kita langi nunggu temen " jawab diana acuh dia sibuk dengan poselnya.
" iya mbak mejanya masih banyak yang kosong " mala ikut menyaut.
" tapi saya pengen duduk disini "
" ck mbaknya ngeyel banget sih " mala beranjak berdiri dan langsung melongo melihat siapa yang sejak tadi mengganggunya.
" ah feby " teriak mala langsung memluk feby diana pun langsung mengalihkan pandangannya dan ikut memeluk feby.
" ah gue kangen banget sama lo " diana memepererat pelukannya.
" eh udah dong nggak bisa nafas nih gue " keluh feby merasa sesak karena pelukan sahabatnya terlalu erat.
" ah sorry ,kita duduk yuk " ajak mala menyudahi pelukannya lalu duduk dikursinya.
" jadi selama ini lo kemana aja feb ?" tanya diana antusias yang di angguki mala.
" eits bentar gue pesen makan dulu lah laper nih " feby langsung memanggil pelayan dan memesan makanan.
" jadi kemana aja lo 6 tahun ngilang ?" tanya diana to the point dia tidak sabar mendengar cerita sahabatnya .
__ADS_1
" gue ke amerika kuliah disana cari kebahagian gue ,tapi gue nggak dapet semua itu gue emang selalu tersenyum tapi hati gue sakit gue selalu diam-diam menangis setiap malam tanpa abang gue tahu,gue menyimpan semua rasa sakit ini sendiri gue pergi ngejauh buat nglupain semua kenangan gue disini nglupain cinta yang buat gue jatuh terlalu dalam sampai gue lupa gimana caranya bangkit lagi,gue jadi pribadi yang dingin,datar dan tak tersentuh bukan karena gue pengen tapi karena luka ini gue nggak bisa terima orang baru apalagi seorang pria .gue disana sendiri tanpa teman sahabat ataupun pacar gue nggak berminat untuk berteman dengan siapapun disana 6 tahun gue lalui dengan penuh kegelapan hingga akhirnya gue kembali ,kembali kenegara yang menyimpan rindu,sakit,kecewa dan cinta. gue bingung kenapa gue bodoh harusnya gue bawa semua kenangan gue pergi jauh bukan gue tinggal disini karena setelah gue kembali kenangan itu jadi hal yang paling menyakitkan " feby menerawan jauh kehidupannya yang tak bahagia selama ini.
" ck bodoh kan gue kenapa sejauh itu gue pergi selama itu gue menghilang gue sama sekali nggak bisa lupain dia ataupun kubur rasa gue cinta ini masih sama seperti 6 tahun lalu atau mungkin lebih hanya ,ada sedikit gumpalan kebencian yang tercampur didalamnya" feby menghela nafas menetralkan perasaanya agar air matanya tak tumpah.