Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 32


__ADS_3

Hari hampir gelap tapi mereka tak kunjung menemukan keberadaan feby,mala sedari tadi juga tak henti-hentinya menangis diana dibuat kwalahan menenangkan mala.


El hanya duduk diam sesekali menjambak rambutnya ,baru kali ini dia dibuat sefrustasi ini karena wanita.


" El gue rasa ada satu tempat yang belum kita cek " vano memecah keheningan setelah beberapa saat diam .


" dimana lagi van kita udah cek semua " El sudah putus asa.


" gue rasa emang udah semu..."


" gudang " vano memotong kata-kata adit.semu orang langsung melotot setelah mendengar tempat yang di sebutkan vano.mereka memang belum mengecek gudang.


" bener juga lo,kita cek sekarang " bima berjalan lebih dulu menuju gudang.


sesampainya di gudang pintunya masih tertutup rapat.


" yakin kalian feby disini ,kelihatanya gudangnya kosong deh " diana yang melihat sekitar dibuat merinding dengan keadaan disana.


" ini juga pintunya ketutup rapet banget,mana di kunci lagi " adit mencoba membuka pintu tapi tidak bisa terbuka.


bruk.


bruk..


brak...


pintu terbuka setelah El berusaha sekuat tenaga mendobraknya. mata El langsung melotot melihat sesosok wanita yang tergeletak di lantai gudang. wanita itu adalah feby dengan tubuh yang terlihat memprihatinkan. tubuhnya terikat dengan keadaan basah dan banyak lebam di sekujur badannya.


El berlari menghampiri feby ,mencopot satu persatu ikatan yang melilit tubuh feby.


" bgst siapa yang berani lakuin ini sama lo feb " El murka melihat keadaan feby.


" kalo gue tahu bakal gue buat hancur baj*ngan itu " El memberikan sumpah serapah seraya mengangkat tubuh basah feby untuk keluar dari ruangan gelap dan pengap itu.


" feby di " mala semakin dibuat menangis setelah melihat keadaan feby.

__ADS_1


" kita bawa feby kerumah sakit El " diana juga tak kuasa membendung air matanya.


" gue siapin mobil " vano berlari menuju parkiran.


" kenapa bisa kayak gini sih feb " bima prihatin melihat keadaan feby.


" udah yang penting sekarang kita bawa feby kerumah sakit biar kita tahu gimana kondisi feby " adit mencoba bijak,mereka berlari menuji parkiran.


sesampainya di parkiran El langsung membawa tubuh feby untuk masuk kedalam mobil yang di kendarai oleh vano,adit bersama diana dan juga mala mengendarai mobil diana dan bima memakai mobilnya sendiri mereka beriringan menuju rumah sakit.


vano memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi karena sedari tadi El terus menyuruhnya untuk menambah laju kendaraannya.


terlihat jelas kekawatiran di wajah El saat ini. dia mengelus pelan pipi feby " feb bangun jangan buat gue kawatir " El terus berusaha membangunkan feby.


vano dibuat terperangah dengan sikap lembut El terhadap feby,semenjak dia kenal El belum pernah El bersikap selembut ini.


sesampainya dirumah sakit El langsung membawa tubuh basah feby masuk kerumah sakit lalu di bawa keruang perawatan.


El dan teman-temannya menunggu diluar kamar dengan perasaan cemas .El terus mondar mandir didepan ruang rawat tubuhnya terlihat sangat berantakan ,rambutnya tak beraturan ,tubuhnya basah dan keringat yang belum mengering masih melekat di tubuhnya tapi El sama sekali tidak perduli akan hal itu yang dia perdulikan hanya keadaan feby.


" lo mending duduk deh El tenangin diri lo " adit menghampiri sahabatnya yang terlihat kacau itu .


" kita juga khawatir El tapi lo tenangin diri lo ,kita sama-sama berdoa semoga feby baik-baik saja " vano kini turun tangan untuk memberikan sahabatnya yang keras kepala itu sedikit nasihat.


El akhirnya menuruti kedua sahabatnya dia ikut duduk di kursi tunggu,El menundukan kepalanya dan meremas kuat rambutnya .


otaknya berputar memikirkan siapa yang tega membuat feby jadi seperti ini .


setelah beberapa saat akhirnya dokter keluar dari ruang rawat.El langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.


" gimana keadaa feby dok ?" tanya El tidak sabar.


" suhu tubuh pasien lumayan tinggi diakibatkan karena baju yang dikenakan tadi basah,dan keadaan pasien masih lemah jadi harus di rawat beberapa hari agar bisa di pantau keadaanya " jelas dokter yang menangani feby.


" apa saya boleh melihat pasien dok ?" tanya El.

__ADS_1


" silahkan " kata dokter,El langsung masuk keruang rawat meninggalkan teman-temnnya.


" terimakasih dok " kata vano dan dokter itu mengangguk lalu meninggalkan ruangan itu.


mereka lalu masuk kedalam ruang perawatan feby untuk melihat keadaan feby.


El mendekat kesamping brangkar rumah sakit yang di tempati feby menatap wajah pucat pasi milik feby yang terdapat beberapa luka lebam disana. sungguh El bersumpah akan membalas ini semua dia tidak terima feby dibuat terluka.El menggenggam tangan dingin yang terdapat infus itu. mengelusnya dengan lembut menyalurkan kehangatan.


mata El tiba-tiba berair dengan secepat mungkin El menghapus air matanya tak ingin terlihat lemah didepan teman-temannya.


" orang tua feby nggak kalian kabarin ?" tanya bima yang sejak tadi diam.


" em anu itu em " mala bingung menyusun kata untuk memberikan alasan kepada teman-temannya.


" kenapa jadi gagu gitu lo " kata adit sarkas.


" orang tua feby lagi keluar kota jadi nggak bisa kesini " diana memberikan alasan yang menurut mereka masuk akal.


" El lo mending pulang dulu deh,lo bersih-bersih terus besok baru kesini lagi " mala memberikan saran sebenarnya dia mengusir secara halus karena dia ingin memberi kabar kepada orang tua feby agar bisa kesini tapi dia tidak ingin identitas mereka terbongkar jadi mala harus mengusir teman-temannya.


" nah mala bener El lo lihat deh badan lo ,mending lo bersih-bersih dulu " diana juga bermaksud sama seperti mala.


" tapi gue masih pengen disini " El berbicara dengan suara lemah.


" bener El lo juga harus istirahat mending kita balik dulu,besok pagi kita balik lagi " vano juga ikut membujuk El dan akhirnya di setujui oleh El.


" kalo ada apa-apa kalian kabarin gue ya "


" gue balik dulu " kata El berpamitan disusul kedua sahabatnya.


" pasti gue kabarin lo " diana mengiyakan.


mereka bertiga keluar dari ruangan tempat feby dirawat .


" lo nggak ikut pulang " tanya mala ketus kepada bima.

__ADS_1


" kalian ngusir gue " tanya bima.


" udah lo pulang sana " diana juga mengusir bima dan akhirnya bima mengalah lalu pulang.


__ADS_2