Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
Episode 5


__ADS_3

#Taman rumah Dava


Dava dan Ernes sama-sama duduk dikursi taman.


“Nes....” Ucap Dava sambil memegang tangan Ernes, sehigga membuat jantung Ernes semakin berdetak dengan cepat.


“Maaf bila menurutmu aku egois, tapi ada sesuatu harus aku katakan dan aku harap setelah apa yang aku sampaikan kepadamu tidak akan mengubah sifatmu terhadapku, aku berharap hubungan pertemanan kita masih seperti sebelumnya” Kata Dava berhasil membuat mata Ernes memandang tajam ke arah Dava.


“Hal ini seharusnya aku katakan kepadamu sejak awal kita bertemu kalau aku sudah memiliki seorang calon pendamping hidupku” kata Dava sambil menatap Ernes.


Ernes yang mendengar pengakuan Dava kalau dia sudah memiliki pendamping merasa hatinya sangat hancur, bagaimana tidak? Ernes sudah membuka hatinya untuk Dava.


“Nes maaf” kata Dava dengan semakin erat menggenggam tangan Ernes berharap Ernes membuka mulutnya untuk berbicara.


“Iya Mas, mas tidak salah kok, kitakan teman” Senyum pahit mulai menghiasi raut wajah Ernes dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan rasa sakit hatinya.


Tiba-tiba Hp Dava berdering, tanpa sengaja Ernes melihat nama Shofia di layar Hp Dava sebelum Dava mengangkat telponnya.


Seketika Air hujan mulai turun rintik-rintik, serasa hujan ikut merasakan rasa sedih yang Ernes rasakan. Dava berdiri dari tempat duduknya.


“Ayoo Nes masuk ke dalam rumah sebelum hujan makin deras” Ajak dava lalu menarik tangan Ernes.


“Mas Dava masuk aja kerumah, mas Dava kan baru sembuh masak harus hujan-hujanan? nanti mas Dava sakit lagi looohh....” kata Ernes ambil berusaha melepaskan tangan Dava.


“Terus kamu kenapa gak sekalian masuk ke rumah? Kamu mau hujan-hujanan?” tanya Dava.


“Ernes mau pulang Mas, sejak pagi Ernes disini, Bunda pasti khawatir Ernes belum pulang” ucap Ernes sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Mas anterin kamu pulang yaaa” kata Dava


“Tidak udah mas, Ernes bisa pulang sendiri kok”.


Sebelum Ernes dan Dava sempat meninggalkan taman, air hujan yang turun semakin deras.


“Buruan mas masuk kedalam sebelum baju mas semakin basah” Ucapan Ernes sambil mendorong tubuh Dava.

__ADS_1


Dava akhirnya pergi meninggalkan Ernes, Ernes yang melihat Dava sudah meninggalkannya kembali duduk dikursi taman. Air mata Ernes lolos begitu saja membasahi pipi Ernes yang kemudian dihapus oleh tetesan air hujan. Dava yang sebenarnya melihat Ernes dari balik cendela merasa sangat menyesal.


(Maafin aku, ini semua salahku yang dari awal membiarkanmu membuka hati untukku dan sebenarnya aku sayang kepadamu, kamu memberikan perhatian dan kasih sayang tulus yang tidak pernah Shofia berikan kepadaku, tapi aku tidak mungkin menghianati Shofia, Maafkan aku Nes) gumam Dava sambil menangis memandangi Ernes.


#Rumah Ernes.......


Dengan keadaan yang basah kuyup, Ernes segera masuk ke dalam rumahnya. Yusnita yang melihat anaknya yang basah kuyup segera menghampirinya.


“Kamu kenapa Nes?”tanya Yusnita yang mulai mencemaskan anaknya.


“Aku tidak apa-apa kok bun” sambil berjalan ke kamarnya.


Sampainya dikamar, Ernes segera masuk ke kamar mandi, dia menyalakan shower pemandiannya dan terduduk lesu dibawahnya.


“Kenapa tuhan hiks...hikss...hikksss. Apa salahku, kenapa setiap aku mulai menyukai seseorang selalu saja aku terluka, apa aku tidak pantas untuk bahagia tuhan???” tangis Ernes tak hentinya di kamar mandi. Hingga tidak terasa Ernes berada di kamar mandi sudah selama dua jam.


Cahaya mentari mulai masuk kedalam kamar Ernes, mata Ernes yang sembab karena menangis semalaman menjadi sangat sulit untuk dibuka. Kepala Ernes terasa sangat pusing saat ingin melangkahkan kakinya, badannya terasa panas.


Yusnita yang sedang berkutik dengan masakannya di dapur merasa heran kenapa Ernes belum keluar kamar untuk membantunya memasak.


“Ehh... iya nih yah, Ernes kok tumben belum bangun jam segini” heran Yusnita


Pak Arvan yang juga mencemaskan putrinya memilih langsung mendatangi kamar Ernes.


“Nes... sayang... bangun nak udah mau siang loh..” sambil mengetuk pintu Ernes.


Merasa tidak ada jawaban Ernes didalam kamar, Pak Arvan langsung membuka pintu kamar Ernes, dilihatnya Ernes yang masih tidur meringkuk didalam selimut, pak Arvan pun menghampirinya.


“Nes, ayo bangun” dilihatnya wajah Ernes yang pucat, sengan cepat tangan pak Arvan memegang kepala Ernes, tangannya merasakan kalau tubuh Ernes sangat panas.


“Bun, Bunda, kamu kemari cepat” teriakan pak Arvan yang membuat Yunita kaget dan segera berlari ke kamar Ernes.


“Ada apa yah?” tanya Yusnita yang baru tiba di depan kamar Ernes


“Ernes sakit bun, cepat kemari” Kata pak Arvan.

__ADS_1


Yusnita segera menghampiri Ernes, seketika Yusnita panik. dengan cepat Yusnita mengambil kompresan untuk Ernes dan pak Arvan segera menghubungi dokter. Tidak lama kemudian dokter datang dan memeriksa Ernes.


“Gimana dok keadaan putriku?” tanya pak Arvan yang sudah sangat cemas.


“Putri bapak hanya mengalami demam, ini ada resep obat mohon untuk segera diberikan” kata dokter sebelum berpamitan untuk izin pulang.


Saat Ernes membuka matanya dia melihat pak Arvan yang sedang duduk di kursi sambil berkutik pada laptopnya dan Yusnita yang sudah tertidur disebelah Ernes, Ernes merasa sangat bahagia masih memiliki orang tua yang sangat menyayanginya.


Pak Arvan yang sudah menutup laptopnya melihat Ernes sudah bangun dari tidurnya, segera pak Arvan menghampiri Ernes.


“Gimana keadaanmu sekarang nak? Apa yang kamu rasakan?” sambil mengusap lembut kepala Ernes


“Ernes sudah merasa baikan kok yah, terimakasih yah, karena selama ini ayah dan bunda sangat menyayangi Ernes” tak terasa air mata Ernes mulai menetes.


“Hhuuttsss... kamu itu ngomong apa sih Nes, kamu itu anak ayah, jadi sudah seharusnya ayah dan bunda sayang sama kamu” Ucap Pak Arvan sambil mengahapus air mata putrinya.


Keesokan paginya Ernes, Yusnita dan Pak Arvan sudah bersiap-siap untuk pergi kebandara menjemput Ervan. Ervan Aidelwes adalah anak pertama pasangan Yusnita dan Arvan.


Sampainya dibandara Hp Ernes berbunyi, Ernes yang melihat nama Indria di layar hpnya, dengan segera Ernes pergi menjauh dari orang tuanya karena merasa malu jika nanti kedua orang tuanya mendengar semua obrolannya.


ERNES 📱


Halo in........... ada apa?


INDRIA📱


Lo dimana Nes, jangan bilang lo lupa kalau hari ini kita udah janjian mau beli kain kebaya buat wisuda kita


ERNES📱


Oohh.. iya In, maaf gue lupa, hmzz besok aja kenapa In soalnya hari ini Kakak gue pulang dan sekarang gue dan ortu gue lagi jemput Kakak dibandara


INDRIA📱


Ohh.. hari ini Mas Arvan pulang? Jangan lupa mintain oleh-oleh buat gue ya Nes. Hmzz iya udah kalau gitu gue mau keluar aja sama Tomas.

__ADS_1


Setelah mematikan telpon dari Indria, Ernes segera berjalan menyusul ayah dan bundanya, ditengah jalan Ernes yang sedang berjalan sambil memasukkan Hpnya ke dalam tas, tidak sengaja menabrak orang yang ada di depannya, akhirnya Ernes dan seseorang itu jatuh tersungkur di lantai.


__ADS_2