Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
Part 13


__ADS_3

setelah beberapa jam pelajaran berlangsung akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi dan selama pelajaran itu El cs tidak pernah memperhatikan mereka sibuk dengan alam mimpi mereka, walaupun sikap mereka yang seperti itu mereka tetap bisa mendapatkan nilai yang cukup bagus dan juga karena ayah El adalah pemilik SMA yang mereka tempati.


mendengar bel berbunyi vano mengangkat kepalanya melihat sekeliling dan ternyata kelas sudah kosong. vano menyenggol adit yang duduk disampingnya dengan sikunya. seraya mengumpulkan nyawanya dia membereskan barang-barangnya yang berserakan di meja dan memasukkannya ke dalam tas. adit mulai membuka matanya melihat ke sekeliling kelas dan melihat ke arah kedua sahabatnya.


melihat El yang masih sibuk dengan mimpinya masih belum menyadari bahwa kelas kosong. " bangunin tuh temen lo " kata adit seraya membereskan barangnya yang berserakan di meja.


vano pun berdiri lalu berjalan kearah meja yang di tempati El. vano berdiri disamping El memasukan kedua tangannya ke dalam saku celanannya. dia menendang kaki El.


" ck, apaansih gue masih ngantuk " kata El tanpa membuka matanya. melihat El yang tak mau membuka matanya El menendang lagi kaki El.


" ganggu aja sih lo " kata El membuka matanya lalu mengangkat wajahnya melihat ke arah vano yang menampilkan wajah datar yang menyebalkan di mata El.


"apaan sih? " tanya El setelah kesadaraanya terkumpul. vano memberikan isyarat untuk melihat sekeliling kelasnya, El mengikuti arahan El dan melihat sekeliling yang telah kosong. dia langsung melihat jam tangan yang melingkar di tangannya ternyata jam sudah menunjukan waktu pulang sekolah.


tanpa berkata El langsung menyambar tasnya dan berlari keluar kelas meninggalkan adit dan vano.


" kebiasaan tuh anak, main ninggal aja " gerutu adit kesal, lalu mengikuti El pergi keluar kelas bersama vano.


•••


sementara di uks feby, mala dan diana sudah bersiap pulang setelah tadi mala mengambilkan barang mereka yang masih do kelas menuju uks. sudah hampir setengah jam mereka berdiam diri di depan uks.


feby sebenarnya masih sangat pusing walaupun tadi dia sudah beristirahat di uks selama beberapa jam. entahlah tubuhnya terasa sangat lemah, bahkan. wajahnya terlihat semakin pucat.


" kita nungguin apaan sih? " kesal mala karena mereka sudah setengah jam berdiam diri disana.


" nunggu tiga cowok menyebalkan " kata diana sambil bersidekap dada.


" kenapa kita harus nungguin mereka sih? "tanya mala geram setelah mengingat kelakuan adit tadi.


" pokoknya kita harus tunggu mereka, gue nggak mau ntar kita malah di bully sama mereka cuma karena kita nggak mau nungguin mereka" kata diana dia bergidik ngeri bukan karena dia takut di bully tapi karena ancaman vano tadi, pikirannya kembali pada saat dia terhimpit tubuh vano tadi.vano sempat mengancamnya tadi.


" setelah ini lo harus nurutin apapun perkataan El,kalo lo nggak mau bibir lo yang seksi itu gue cium " itulah kata vano sebelum. dia pergi bersama kedua temannya.


diana memeggang bibirnya sambil bergidik ngeri. dia tidak mau kesucian bibirnya di renggut pria seperti vano.


" kenapa lo? " tanya mala melihat wajah diana.

__ADS_1


" eh enggak " kata mala gelagapan.


mala yang penasaran mendekat kearah diana mencondongkan wajahnya mendekat ke arah diana yang membuat diana ketakutakan. dia takut mala tahu apa isi pikirannya. keringat dingin mulai menetes di pelipisnya.


mala mengkerutkan dahinya melihat keringat dingin yang menetes di dahi diana.


" emang disini panas ya kenapa lo keringetan. gitu " tanya mala setelah menjauhkan kepalanya dan melihat cuaca sekitar dan menurutnya tidak terlalu panas.


" ya lo ngapain deketin muka lo kayak gitu bikin pengap aja,jadi gue kringetan kan " kata diana berkilah agar tidak membuat mala curiga.


" gak papa cuma pengen lihat wajah lo aja dari deket " kata mala nyengir.


" aneh lo emang " kata diana setelah menetralkan rasa gugupnya.


terdengar langkah kaki yang menggema di lorong koridor, langkah kaki yang terdengar mendekat ke arah mereka membuat mala dan diana menengok ke arah darimana datangnya langkah kaki itu.


" sorry, lo jadi lama nunggu " kata El sesampainya didepan feby dia langsung bersimpuh didepan feby yang memejamkan matanya. setelah merasakan rasa sakit tadi dia memejamkan matanya untuk menetralisir rasa sakitnya.


" iya gak papa " kata feby setelah mendengar suara El dia membuka matanya. suaranya masih terdengar lemah.


" kita pulang sekarang " ajak El dengan tersenyum lalu berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu feby berdiri.


feby menerima uluran tangan dari El lalu beranjak berdiri di bantu El dan berjalan perlahan menuju parkiran.


mereka berjalan lebih dulu di belakang mereka ada diana dan mala,di belakangnya lagi ada vano dan adit.


setelah beberapa saat mereka sampai di parkiran, mereka berjalan pelan mengimbangi jalan feby yang masih lambat.


" lo bawa mobil kan " tanya El pada diana setelah sampai di parkiran.


"lo tanya gue " tanya diana menunjuk ke arah dirinya.


" ya elo siapa lagi " tegas El yang sebenarnya malas berbicara pada wanita ini yang hanya akan memicu pertengkaran.


" iya bawa "jawab diana.


" lo berdua ikut mereka, gue bareng feby " kata El kepada kedua temannya.

__ADS_1


" lo nyuruh mereka bareng kita? " tanya mala.


" iya lah, kalian berdua anterin temen gue sebagai balasanya gue anterin sahabat kalian "


" gue nggak trima penolakan " tegas El lalu membantu feby masuk ke dalam mobilnya dan di ikuti dirinya.


" gue duluan " pamit El lalu melajukan mobilnya keluar area parkiran sekolah.


setelah mobil El berjalan meninggalkan mereka vano mendekat ke arah diana yang membuatnya ketakutan.


" mana kunci lo? " kata El mengulurkan tangannya untuk meminta kunci dari diana.


" ha kunci? " tanya diana.


" iya kunci mobil lo, gue aja yang nyetir " kata vano menjelaskan masih dengan wajah dinginya yang begitu menyebalkan menurut diana.


diana pun memberikan kunci mobil miliknya kepada vano.


" lo berdua duduk di belakang dan lo di depan sama gue " kata vano kepada mala, adit dan diana.


" gue duduk bareng dia, ogah "kata mala menunjuk ke arah adit.


" gue juga ogah duduk sama lo" kata adit bergidik.


" kalo lo nggak mau, yaudah pulang sendiri " kata vano acuh lalu menarik tangan diana menuju tempat mobil diana di parkiran.


" kebiasaan tuh anak main tinggal aja " kata adit menggerutu.


" eh enak aja kita suruh pulang sendiri, tungguin " kata mala lalu mengejark diana dan vano.


adit juga mengikuti di belakang mala.


" kalian jadi ikut? " tanya diana yang berada di depan mobil melihat kedatangan mereka.


" ya iyalah nggak mau gue pulang bareng dia " kata mala menunjuk ke arah adit.


" mau masuk atau gue tinggal " tanya vano yang sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


adit,mala dan diana buru-buru masuk kedalam mobil sebelum vano benar-benar meninggalkan mereka.


__ADS_2