
matahari sudah tenggelam menandakan hari mulai malam. awan gelap menyelimuti langit yang tadinya berwarna jingga sepertinya hari ini akan turun hujan.
angin mulai berhembus dinginya menembus kulit seorang pria yang duduk di taman sendirian hanya ditemani lampu taman yang mulai menyala. orang-orang sudah mulai pulang karena hujan akan turun tapi dia masih setia duduk disana menunggu seseorang . duduk sendiri masih dengan baju seragam abu putih yang dia pakai sejak tadi pagi.
sejenak melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya waktu menunjukan pukul 18.00 terhitung sudah 4 jam dia duduk disana.
pria itu adalah Elrangga,dia sedang menunggu kedatangan feby ingin rasanya dia pulang tapi hatinya tetap yakin bahwa feby akan datang.
" udah 4 jam gue nunggu,kenapa lo gak dateng feb " gumam El pelan menundukan kepalanya.
" segitu nggak sukanya lo sampai lo biarin gue sendiri " kata El dengan suara pelan.
petir mulai berbunyi pertanda hujan akan segera turun.
" kenapa gue masih nungguin lo sih " El mulai putus asa,entah kenapa dia masih mau menunggu feby selama itu.
tapi dia tetap mau menunggu feby hingga feby mau menemuinya. air hujan mulai menetes setetes demi setetes membasahai setiap sudut taman.
El masih setia duduk di kursi taman itu,menundukan kepalanya .harapannya kini telah sirna . tidak mungkin feby datang menemuinya apalagi hujan semakin deras mengguyur tubuhnya.
tubuh yang hanya di balut seragam putih abu-abu yang sejak pagi dia kenakan kini sudah basah kuyup.rambut yang semula rapi kini berantakan tersapu air hujan.
harusnya dia pulang saja karena percuma feby tiadak akan pernah mau menemuinya dia hanya seorang pria fuckboy yang tidak akan pernah di percaya feby tapi hatinya berkata lain dia harus tetap menunggu feby.
hingga tiba-tiba ada sepasang kaki jenjang yang juga masih menggunakan seragam putih abu-abu dengan rok di atas lutut dan baju putih pendek tengah membawa payung.
dia merasakan tubuhnya tidak lagi terguyur air hujan. El mendongak melihat siapa pemilik kaki yang ada di depannya.
setelah melihat orang yang ada di depannya bibir El seketika melengkung menampilkan senyum penuh kelegaan. orang yang di tunggunya sejak tadi akhirnya datang juga.
" lo ngapain sih masih disini " tanya orang itu yang tak lain adalah feby dengan nada marah tapi raut wajah yang kawatir.
" nungguin lo " jawab El dengan polosnya.
" kenapa nggak pulang aja ,hujan juga " kata feby masih dengan nada marah
" gue kan udah bilang gue bakal nungguin lo sampai lo dateng " kata El tersenyum yang membuat feby semakin merasa bersalah.
" hatcin "
" tuh kan lo jadi flu " marah feby pada El yang hanya di balas senyum manis.
" lo bawa motor apa mobil ?" tanya feby clingukan tapi tak menemukan kendaraan apapun disana.
" gue tadi di anteri adit,mobil gue dibawa adit " jawab El nyengir.
" ck beg* dasar lo " kata feby lalu menarik tangan El.
__ADS_1
" lo mau bawa gue kemana ?" tanya El saat tangannya di tarik feby .
" bawel lo " kata feby dengan nada kesal.
" masuk " kata feby sesaat setelah sampai di parkiran mobilnya.El pun menuruti perkataan feby lalu masuk ke dalam mobil.
" hatcin " El merasakan hawa dingin seakan menusuk kulitnya saat memasuki mobil feby ,dia menggosokan kedua telapak tangannya untuk mengurangi rasa dingin.
feby yang baru saja masuk dan melihat El tengah kedinginan karena ac yang dia pasang suhunya memeang cukup rendah lalu mengecilkan acnya.
feby memutar lehernya melihat ke arah El yang basah kuyup dan badan yang mulai menggigil, bibir merah miliknya pun kini terlihat semakin pucat.
" berapa lama lo nungguin gue " tanya feby kini suaranya melemah saat melihat kearah El .
" ya hampir 5 jam lah " kata El santai seraya tersenyum manis.membuat feby semakin merasa bersalah.
feby mengambil sebuah paperbag yang dia simpan di jok belakang membukanya lalu mengeluarkan isinya.
" nih pakai ,jaket lo yang lo pinjemin ke gue kemarin,sorry baru bisa balikin " kata feby menyodorkan sebuah jaket yang pernah dipinjamkan El kepadanya.
" gue kira udah lo buang " jawab El santai menerima jaket itu lalu memakainya.
febypun menghidupkan mesin mobilnya berjalan perlahan karena hujan yang masih deras membuat pandangannya sedikit kebur.
" ck ya nggak lah,niatnya mau gue balikik tapi gue lupa " feby berdecak mendengar penuturan El.
" gue juga mau minta maaf soalnya tadi gue ada urusan dan gue lupa kalo lo nunggu gue " kata feby lemah .
" gak papa lah , cuma hujan kok belum badai " kata El dengan santainya.
" gila lo ya " marah feby yang membuat El gemas .
feby menepikan mobilnya ,mengambil payung dan akan keluar dari mobil.
" lo mau kemana " tangan dingin El mencekal tangan feby.feby bisa merasakan sedingin apa tangan pria disampingnya.
" bentar lo tunggu disini aja " kata feby lembut lalu melepaskan cengkraman tangan El.
" gue aja yang keluar lo mau apa " kata El dengan wajag kawatir.
" bentar doang El ,lo tunggu aja di sini " feby langsung keluar dari mobil.El tidak bisa mencegahnya dan dia hanya diam di dalam mobil.
beberapa saat akhirnya feby kembali membawa satu kantong kresek yang El sendiri tidak tahu apa isinya.
" nih lo minum,gue beliin kopi sama roti buat ganjel perut lo " kata feby menyodorkan satu kantong yang berisi makanan.
" thanks " El menerimanya lalu mencecap kopi yang masih cukup panas itu untuk menghangatkan tubuhnya.
__ADS_1
febh menjalankan kembali mobilnya ,beberapa saat mereka berdua hanya di lingkupi oleh keheningan.
sibuk dengan pikirannya masing-masing .hingga akhirnya feby mulai membuka suara.
" lo nungguin gue sampe segitunya emang mau ngomong apa ?" tanya feby tanpa melihat ke arah El karena dia tengah fokus menyetir.
" gue kan udah bilang gue mau berubah dan gue mau buktiin itu sama lo " kata El penuh keseriusan.
" feb kasih kesempatan gue buat bisa deket sama lo dan buktiin kalo gue udah berubah " tangan dingin El menggenggam salah satu tangan feby.
feby dibuat mematung dengan keseriusan yang di tampakan pada wajah El .hatinya pun mulai bergetar untuk mencoba memberikan kesempatan tapi pikirannya seakan menolak itu.
feby menarik pelan tangannya.
" rumah lo di mana ?" feby mencoba mengalihkan pembicaraan.
" komplek rajawali blok A nomer 3 " kata El ketus dia tahu feby sengaja mengalihkan pembicaraan.
" lo nggak mau kasih gue kesempatan " tanya El lemah menundukan wajahnya.
baru kali ini dia melihat El yang biasanya slengekan justru terlihat putus asa.
" iya gue kasih kesempatan " kata feby sesaat setelah mobilnya berhenti di depan rumah mewah milik El ,memang lebih mewah rumah feby tapi rumah dengan desain klasik namun megah dan dicat dengan perpaduan warna putih dan gold itu memberikan kesan mewah dan damai menurut feby.
" beneran ?" tanya El girang.
" yaudah sana turun " kata feby tersenyum.
baru kali ini El melihat senyum feby yang ternyata sangat manis .
" eh udah samapai ternyata "
" nggak mau masuk dulu " tawar El.
" nggak lain kali aja " jawab feby masih dengan tersenyum.
" kalo lo kasih gue kesempatan ,boleh dong minta nomer lo " tanya El ragu-ragu.
" mana hp lo " feby meminta ponsel milik El membukanya lalu mengotak atiknya sebentar.
" nih nomer gue udah gue save di hp lo ,hubungin gue aja nanti " feby menyerahkan ponsel milik El setelah memasukan nomernya.
El pun keluar dari mobil dan berjalan memutar kearah kaca mobil feby.
" makasih,dan hati-hati dijalan " kata El tersenyum manis.
feby hanya mengangguk lalu menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah.
__ADS_1