
setelah bel masuk berbunyi mereka kembali kekelas masing-masing termasuk feby,mala,vano dan adit .
mereka tengah berjalan bersama menuju kelas sampai di persimpangan mereka berpisah karena kelas mereka berbeda.
sesampainya di kelas adit langsung menaruh kantong kresek yang tadi di bawanya.
tuk.
"apaan nih ?" tanya El yang sedang memainkan ponselnya.
" cemilan tuh feby tadi nitip buat lo "
" kayaknya dia mulai suka sama lo " adit menaikan saru alisnya.
" pasti lah nggak akan ada satu cewekpun yang bisa menolak pesona Elrangga " El mbanggakan dirinya seraya membuka makanan ringan itu.
" sombong banget lo " adit memutar tubuhnya membelakangi El.
El menatap punggung vano,bertanya-tanya apakah feby sudah berbicara dengan vano .
tapi kenapa vano masih diam saja.
El membuka ponselnya untuk mengirimkan pesan tapi pelajaran sudah dimulai dan El tidak jadi mengirimkan pesan pada feby.
•••
pelajaran telah usai semua mutid berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing.
" lo bareng El lagi feb ?" tanya diana seraya membereskan mejanya.
" ya gimana tadi kan dia udah jemput gue ,kalo gue pulang duluan lagi takutnya kayak kemrin " kata feby .
" iya sih El nakutin banget,jadi lo nonton mereka latihan lagi hari ini ?" tanya mala seraya tersenyum.
" iya ,kalian kalo mau pulang ya pulang aja " kata feby beranjak berdiri.
" gue ikut deh,males juga dirumah " mala mengikuti feby.
" gue juga ikut deh, lagi nggak ada latihan juga hari ini " diana ikut berdiri lalu mengajak kedua sahabatnya menuju lapangan basket.
" feb duduk disana aja ya " tujuk mala kesalah satu kursi penonton yang ada di bawah pohon.
" yaudah yuk " feby menyetujui ajakan mala.
" gue beli cemilan dulu deh " diana berpamitan pada kedua sahabatnya.
" gue ikut di laper nih " mala nyengir.
" lo nitip nggak feb ?" tanya diana.
" air mineral dua sama cemilan aja,nih duitnya " feby menyodorkan selembar uabg berwarna biru.
__ADS_1
" ck kaya sama siapa sih lo pakai uang gue aja " diana berlalu dari sana bersama dengan mala meninggalkan feby yang berjalan menuju kursi penonton.
feby mendudukan tubuhnya dikursi penonton yang berada di bawah pohon yang menyejukan.sejenak feby memejamkan mata menikmati semilir angin yang menyejukan.
tiba-tiba saja feby merasakan ada seseorang yang duduk disampingnya.feby lalu membuka matanya melihat ke arah orang itu.
" ngapain lo disini ,kenapa nggak ganti baju ?" tanya feby heran setelah melihat ternyata El yang ada di sampingnya.
" gue nggak semangat,percuma juga vano masih belum mau ngomong sama gue " kata El menghembuskan nafasnya kasar.
" ya lo makanya minta maaf,kan kemarin lo yang marah-marah " kata feby menatap ke arah depan.
" vano sebenarnya nggak marah sama lo,dia cuma mau lo sedikit bersikap dewasa dan mengakui kesalahan lo "
" emang sih selama ini gue keras kepala banget,yaudah gue temuin vano sekarang "
" bye cantik " El mengacak rambut feby lalu meninggalkan feby menuju ruang ganti.
feby dibuat spot jantung dengan perlakuan El yang tiba-tiba menjadi manis. jantung feby selalu berdetak dengan cepat setiap kali mendapat sentuhan dari El.
" diem aja lo " mala tiba-tiba datang mengangetkan feby.
" ish ngagetin aja sih lo " kata feby masih memegang jantungnya yang berdetak kencang karena setuhan El tadi.
" jantungan lo di kagetin gitu aja " tanya diana lalu duduk disamping feby.
" ya nggak lah cuma kaget aja " kata feby berkilah.
•••
diruang ganti El mencoba memeberanikan diri mendekati vano yang tengah memakai sepatunya.
" van " panggil El pelan.
" kenapa lo gak ganti baju?" tanya vano tanpa melihat ke arah El.
" eh iya gue ganti baju dulu " El beranjak berdiri lalu mengganti bajunya dengan secepat kilat dia mengambil sepatu basketnya dan duduk disamping vano.
" van " panggil El lagi.
" apaan " jawab vano acuh.
" g-ue,em gue " El jadi gelagapan bicara dengan vano.
" udahlah gue mau keluar " vano beranjak berdiri .sebenarnya dia menahan tawa karena baru kali ini El mau membuang egonya u tuk meminta maaf dengannya.
" gue minta maaf van ,kemarin gue kebawa emosi " El akhirnya mengungkapkan petmiantaan maafnya.
" emang lo pernah salah ?" jawab vano masih dengan posisinya.
" please van gue tahu gue salah " El memelas karena dia tidak tahan bermusuhan dengan vano.
__ADS_1
vano berbalik langsung memeluk El " gue udah anggep lo adik gue sendiri,gue cuma butuh waktu aja buat sendiri ".
" jadi lo maafin gue " El berbinar mendengar kata-kata vano.
" pasti lah " vano tersenyum .
" nah gitu kan bagus kalo udah baikan " adit merangkul kedua sahabatnya.
" kita gas kelapangan " .
mereka pun berjalan bersama menuju lapangan untuk berlatih basket.
" tumben tuh ciwi-ciwi udah stay disana " kata adit menunjuk ke arah feby cs.
" kayaknya feby udah mulai suka sama lo " vano berkata setelah melihat ke arah feby cs.
" besok setelah tanding gue bakal tembak dia " El berbicara seraya melihat ke arah vano.
" tapi taruhan kita sampai promnight kan " tanya adit.
" yoi lo tenang aja gue bakal bawa feby ke promnight bareng gue "
" yaudah kita mulai latihan " ajak vano.
•••
" feb "
" eh iya " feby menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
" gue cariin lo ternyata disini " kata bima yang ternyata sedang mencari feby.
" emang knpa nyariin gue ?" tanya feby heran.
" kita ada rapat osis dadakan jadi gue cari lo " jawab bima tersenyum.
" bahas apa lagi sih ?" tanya feby,karena setahu dia mereka hanya tinggal menyiapkan acara mulai H-1 karena segala sesuatunya sudah dibahas waktu rapat kemarin.
" ya ada lah pokoknya,udah pada kumpul semua di ruang osis "
" yuk " ajak bima kekeh.
" yaudah ,guys gue keruang osis dulu " pamit feby pada kedua temannya lalu meninggalkan lapangan basket sebelum El dkk sampai dilapangan basket.
" lo curiga nggak sih di sama gerak-geriknya bima" tanya mala pada diana yang hanya diam saja.
" kalopun bima berani macem-macem.feby juga bisa jaga diri lah " kata diana santai.
" tumben lo santai sih ?"
" ya apa yang harus di kawatirin,feby kan biasa rapat osis" jawab diana mulai jengah karena mala terus saja bertanya.
__ADS_1
" iya juga sih " mala akhirnya diam.