Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 53


__ADS_3

El dan kedua sahabatnya langsung menuju kelas dan ternyata guru disana sudah masuk kedalam kelas .


El terus saja berjalan tanpa menghiraukan guru yang ada disana hingga guru tersebut naik pitam karena kelakuan muridnya yang selalu saja berulah.


" Elrangga,vano,adit siapa yang suruh kalian masuk " teriak guru itu marah.


" ck ya kan kita mau belajar buk " jawab adit asal lalu duduk dikursinya.


" kamu berani bantah ibu " guru itu semakin marah dibuatnya.


" kan ibu tanya ya wajar kalo temen saya jawab " jawab El acuh.


" Elrangga,vano,adit keluar dari kelas saya dan lari keliling lapangan 50kali " teriak guru itu yang sudah kegilangan kesabarannya.


Elrangga dan kedua sahabatnya berlalu keluar kelas tapi tidak melaksanakan hukumannya mereka lebih memilih bolos dan tidur di rooftop.


" guru sialan ,baru aja mau masuk udah disuruh keluar " gerutu adit yang berjalan menyusuri tangga panjang menuju rooftop.


" halah lo seneng juga " kata vano menonyor adit.


" ck nggak usai nonyor-nonyor ntar kepala gue ngeglinding gimana " kata adit mengelus kepalanya.


" bagus kalo ngeglinding jadi lo nggak bawel lagi " kini El yang menimpali ucapan adit.


" Hahahha " vano tertawa dan bertos ria dengan El.


" jahat kalian " adit menampilkan mimik wajah yang sok sedih.


" jijik gue lihat tuh muka " vano menjatuhkan tubuhnya dikursi yang ada disana.


" nggak asik lo berdua " gerutu adit ikut duduk dan menenggelamkan wajahnya dimeja didepannya.


" El jadi apa yang mau lo lakuin sekarang ?" tanya vano yang menyandarkan punggungnya disandaran kursi dan menengadahkan kepalanya.


" gue bakal jelasin sama feby dan buktiin kalo gue sayang beneran sama dia " El tidur terlentang dengan tangan yang menutup matanya.

__ADS_1


" lo yakin feby bakal percaya ?" kini adit yang berbicara dia menegakkan kepalanya melihat kearah El dan vano secara bergantian.


" iya El bener kata adit terus gimana rencana lo ?"


" kita ikutin aja lah alurnya gue bakal tetep berusaha buat feby supaya dia balik lagi sama gue "kata El acuh walau sebenarnya hatinya juga sedikit bimbang jika benar feby tidak mempercayainya dia harus gimana.


" dit lo udah retas data perusahaan kemarin ?" tanya vano


" data mereka susah banget di retas van gue sampai bingung dan lo tahu temen gue yang hacker handal aja nggak bisa ngebobol data perusahaan itu " kata adit frustasi baru kalo ini dia tidak bisa menembus keamanan perusahaan.


" gue sama gue juga nggak bisa cari data pemilik serta pemimpin diperusahaan itu data mereka sungguh tersimpan rapat " vano menyerah untuk mendapatkan data perusahaan yang telah memutus kerjasama sepihak dengan perusahaan ayahnya.


" udahlah nggak usah kalian pikirin ,besok kita cari perusahaan lain buat jalin kerjasama " El ikut menyauti perkataan mereka.


" tapi kenapa bisa mereka tiba-tiba batalin kerjasama gitu aja " heran adit.


" Eh El terus masalah cowok yang kemarin sama feby lo udah slidikin dia " tanya vano yang penasaran dengan pria yang bersama feby .


" ck kenapa gue sampai lupa gini sih " kesal El langsung duduk.


" ntar gue tanyain langsung sama feby "kata El dia sedang menyusun kata-kata yang tepat untuk membujuk feby.


••••


bel istrirahat telah berbunyi,El dan kedua sahabatnya langsung beranjak turun dari rooftop menuju kantin mencari feby .


sesampainya di kantin El mengedarkan pandangannya dan dia melihat mala dan diana di kursi pojok.


mereka langsung menghampiri mala dan diana. " dimana feby ?" tanya El to the point.


diana dan mala hanya acuh tanpa berniat menjawab pertanyaan El. " gue tanya sekali lagi dimana feby " sentak El sedikit meninggikan suaranya.


" ck ganggu aja sih " diana berdecak malas.


" gue tanya baik-baik dimana feby ?"

__ADS_1


" lo siapa tanya soal sahabat kita " mala menjawab dengan menekan kata sahabat.


" gue pacarnya " kata El menatap tajam mala.


" cih pacar,lo pacar feby sejak kapan ha ?" teriak mala tepat di depan wajah El.


" lo cuma sampah yang nggak ada gunanya dan sahabat gue rugi besar pernah suka sama sampah kaya lo " diana berbicara penuh penekanan di setiap kata-katanya.


" lo tuh harusnya sadar lo udah dapeti berlian tapi lo buang gitu aja "


" sahabat gue tulus sayang sama lo tapi apa yang lo bertiga buat ? yang katanya pria-pria tampan anak pengusaha kaya lo bertiga cuma bisa permainin perasaan wanita dengan paras dan kekayaan lo " kini mala yang berbicara meluapkan emosinya.


" jaga mulut lo " vano mulai tersulut emosi karena perkataan dua wanita didepannya.


" kenapa? lo nggak trima ? itu kenyataannya kan devano bima wiriyanto ?" diana tersenyum sinis menatap vano yang mengepalkan tangannya kuat.


" gue nggak mau cari masalah sama kalian gue cuma mau tanya di mana feby ?" teriak El menahan amarahnya.


" kita nggak tahu dimana feby dan kalo kita tahu kita nggak akan kasih tahu sama lo " tunjuk mala pada El.


" lo udah sakitin sahabat kita terus kenapa sekarang lo cari dia baru sadar kalo dia berharaga,tapi sayangnya lo TELAT "


" dan satu lagi sahabat gue bukan barang yang seenaknya lo jadiin bahan taruhan " kata diana lalu pergi dari sana diikuti mala di belakangnya.


mala berhenti dan berkata " jangan harap lo bisa nemuin feby ! " teriak mala tanpa membalikan badannya.


keributan dikantin itu disaksikan banyak murid yang memang sedang beristirahat ada yang kasian dengan feby tapi ada yang bahagia karena El sudah putus dengan feby.


" haaaaaaaah " teriak El menendang kursi didepannya.


" sabar El kita bakal bantu lo cari feby " adit yang tadinya hanya diam kini membuka suara mencoba menenagkan sahabatnya.


" harus cari info darimana lagi dit mereka udah benci banget sama gue " El sungguh dibuat frustasi dia tidak menyangka jika akhirnya akan seperti ini.


" kita coba lagi nanti " vano yang mulai bisa mengendalikan emosinya ikut berbicara .

__ADS_1


" bener kata vano kita coba lagi nanti setelah pulang sekolah " El hanya menghela nafas pasrah lalu berjalan kembali ke kelasnya.


__ADS_2