Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 64


__ADS_3

1 bulan telah berlalu


kini feby tengah bersiap untuk berangkat ke kantornya semenjak kejadian dia tiba-tiba menangis di cafe feby tidak lagi mau ke cafe sendiri . feby masih malu karena dia tiba-tiba menangis dan juga dilihat oleh pria asing itu sungguh memalukan bagi feby.


sedangkan satya sudah kembali ke amerika dia hanya menyelesaikan masalah disini selama seminggu dan setelah dia menyelesaikan masalahnya dika langsung menyuruhnya kembali.


setelah selesai bersiap feby berjalan menuruni anak tangga untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


" morning ma,pa " sapa feby mencium pipi mama dan papanya.


" morning sayang " balas wahyu dan feronika.


" gimana kerjaan kamu sayang " tanya wahyu .


" lancar-lancar aja pa " jawab feby seraya memakan rotinya.


" em mbak bawain bekel nasi goreng ya sama susu putih " teriak feby pada mbak ira pembatu rumah tangganya.


" buat siapa sayang ?" tanya feronika lembut.


" buat bang gilang ma,kasian dia berangkatnya pagi-pagi terus sering lembur sampai jarang makan feby takut bang gilang sakit ma " kata feby menjelaskan pada orang tuanya.


" abang kamu itu emang susah dibilangin,disuruh tinggal disini aja nggak mau " keluh wahyu karena dia sering menyuruh gilang untuk tinggal dirumahnya.


" iya pa mama sampai bingung harus gimana buat bujuk gilang " feronika juga sebenarnya ingin sekali gilang tinggal dirumahnya.


" udahlah ma pa bang gilang juga nggak akan mau ,biar nanti kalo ada apa-apa feby yang nginep di apartemen bang gilang "


" yaudah feby berangkat dulu ya ma pa " pamit feby mencium tangan papa dan mamanya lalu berangkat kekantor tak lupa membawa bekalnya.


45 menit waktu yang ditempuh feby untuk sampai kekantornya karena jalanan yang cukup padat .


setelah sampai diperusahaannya feby langsung turun dari mobil dengan wajah datarnya. banyak karyawannya yang menyapanya tapi feby hanya acuh dan tak menjawab sapaan dari karyawannya.


feby menaiki lift menuju ruangannya. didepan ruangannya sinta menyapa feby tapi feby hanya acuh dan berjalam masuk ruangannya.sinta yang biasa diacuhkan pun hanya tersenyum.


feby langsung masuk keruangan gilang tanpa mengetuk pintu. feby melihat gilang yang menelungkupkan kepalanya di meja kerjanya.


" bang gilang kenapa ?" tanya feby khawatir mendekat ke arah gilang langsung menempelkan tanganya di dahi gilang.

__ADS_1


" bang gilang demam kok nggak bilang sama feby sih kan nggak usah masuk kalo tahu demam gini " kata feby mencemaskan keadaan gilang.


" gue nggak papa dek " kata gilang lemah.


" apaan nggak papa orang panas gini bang gilang mah "keluh feby.


" ya oke adikku yang bawel ,sekarang abang nurut " gilang menegakkan duduknya menyandarkan punggungnya disandaran kursi.


" yaudah sekarang abang ikut feby kerumah sakit ya " tawar feby.


" nggak deh dek abang nggak papa nggak usah dibawa kerumah sakit ya " mohon gilang pada feby.


" yaudah abang istirahat dikamar pribadi feby aja " ya semenjak feby menjadi presdir disana dia mengubah setiap sudut ruangannya dan juga membangun kamar pribadi yang tersembunyi di belakang rak buku .


gilang hanya mengangguk lemah dan feby membantu memapah gilang menuju kamar pribadinya.


feby membaringkan gilang di kasur kamar pribadinya setelah melepaskan jas,dasi dan sepatunya .feby hanya menyisakan kemeja dan celana panjang milik gilang.


" bang gilang paati belum sarapan kan ?"


gilang menggelengkan kepalanya.


" yaudah abang makan dulu tapi feby cuma bawain nasi goreng nggak papa kan ?" tanya feby dengan polosnya.


dengan sangat pelan dan hati-hati feby menyuapi gilang hingga makanan dipiringnya habis setelah selesai menyuapi gilang feby menyuruh gilang untuk meminum obatnya .


" yaudah bang gilang istirahat ya biar kerjaanya feby yang handle ,abang nggak usah mikirin apapun lagi .istirahat ya bang " feby mengecup kening gilang yang sudah memejamkan matanya lalu keluar dari kamar itu karena pekerjaanya sangat menumpuk.


feby langsung berkutat dengan banyaknya dokumen dan juga laptopnya saking seriusnya feby sampai tak sadar jika sinta sudah ada didepanya.


feby memang sempat menyuruh sinta untuk menghandle pekerjaan gilang serta tentang jadwalnya.


" maaf nona anda ada meeting penting dengan ES'corp dan dua perusahaan lainnya siang ini " kata sinta hati-hati.


" dua perusahaan lainnya itu perusahaan apa sinta dan proyek apa yang akan kita bahas " feby memang tak terlalu hafal dengan proyek yang dia kerjakan karena dia menyerahkan semuanya kepada gilang tapi karena gilang sedang sakit maka dia sendiri yang haru menghandle.


" WARDANA'corp dan juga WIRIYANTO'corp nona tentang proyek pembangunan gedung apartemen baru di daerah B ,sebelumnya memang tuan wahyu yang sengaja bekerjasama dengan ketiga perusahaan itu untuk pembangunan gedung apartemen baru nona dan proyek ini sudah dijalankan kurang lebih 6 bulan ,dan pengerjaanya mencapai 30% ,untuk meeting kali ini akan membahas tentang detail apartemen yang akan dibangun dan juga target pembangunan nona " terang sinta panjang lebar.


" baiklah sinta dan kalo boleh tahu siapa pemimpin dari ketiga perusahaan itu ?" tanya feby lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.

__ADS_1


" tuan Elrangga,tuan devano dan juga tuan aditya nona ,menurut informasi mereka adalah sahabat "


" Apa ?" kaget feby setelah mendengar 3 nama yang tidak asing lagi baginya.


" masalah baru datang lagi,aish kenapa.harus ketemu mereka aekarang sih "


" oke calm down feby ,tarik nafas buang "


" sinta saat ketemu mereka kamu panggil saya dengan nama arum ya jangan sekalipun kamu panggil saya feby ,kamu paham?" kata feby setelah menetralkan detak jantungnya.


" baik nona " tunduk sinta patuh.


" yaudah kita berangkat sekarang " feby beranjak berdiri setelah menyiapkan mentalnya untuk bertemu orang yang sudah lama dia hindari .


30 menit waktu yang ditempuh untuk menunu restoran yang digunakan mereka untuk tempat meeting.


sesampainya disana feby langsung masuk keruang VVIP tempat dimana akan dilaksanakan meeting.


" selamat datang nona " sapa asisten pribadi vano.


feby hanya acuh dan sinta hanya tersenyum,feby tetap memasang wajah datar nan dinginnya.


" selamat datang nona permana ,perkenalkan saya aditya firman wardana " adit mengulurkan tangannya.


" arum permana " jawab feby menerima uluran tangan adit.


" devano bima wiriyanto "


" Elrangga satya abimana "


mereka saling berkenalan satu sama lain.


" maaf nona apakah kita pernah bertemu sebelumnya ?" tanya El karena merasa familiar dengan wajah feby.


feby menatap kearah El dengan jantung yang berdetak semakin cepat apakah El mengenaliku batin feby.


tapi saat mata feby dan El bertemu feby baru teringat bahwa pria ini adalah pria yang ditemuinya di cafe,jadi dia El batin feby lagi.


" oh saya ingat anda wanita yang di cafe waktu itu kan " tanya El penuh slidik.

__ADS_1


" mampus dia inget lagi " batin feby merutuki dirinya yang tiba-tiba menangis waktu itu.


" bisa kita langsung saja " tanya feby dingin dan mereka melanjutkan meetingnya dengan serius.


__ADS_2