Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 59


__ADS_3

setelah acara pertemuan dan perkenalan diaula selesai feby dan wahyu berjalan menuju ruangan presiden direktur ruangan yang akan menjadi ruangan feby.


" selamat bergabung nona feby semoga kita bisa menjadi patner yang baik " yuda sang CEO perusahan memberikan ucapan selamat pada presdir baru di perusahaannya saat mereka tak sengaja berpapasan.


" terimakasih " jawab feby acuh dan berlalu pergi dari sana diikuti wahyu dan asisten pribadinya.


yuda dibuat melongo dengan wajah datar dan tingkah acuh feby yang berbeda dengan dulu saat pertama bertemu dengan feby yang lugu sewaktu SMA dulu.


tanpa berfikir panjang yuda kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.


" ini ruangan kamu sayang " kata wahyu seraya membuka pintu ruangannya.


" em lumayan ,jadi feby mulai kerja sekarang pa ?" tanya feby seraya melihat-lihat ruangan itu.


" iya sayang papa sama pak soni pulang sekarang dan kamu bisa panggil gilang untuk membantu pekerjaan kamu " pamit wahyu lalu mengecup singkat pucuk kepala putrinya.


" ok pa "


" papa pulang kalo kamu ada kendala bisa tanya sama sinta sekertaris papa dan yuda pria yang tadi " kata wahyu dengan lembut.


" siap kapten " feby memberikan hormat atas printah papanya.


wahyu langsung pergi diikuti soni sang asisten pribadinya.


tut tut tut


" perusahaan permana,lantai 30 ruangan presdir sekarang " tegas feby langsung mematikan sambungan telvonnya.


" ck nih anak makin dingin aja kayak es krim " gerutu gilang sang asisten pribadi feby.


gilang langsung mengendarai mobilnya menuju perusahaan permana sesuai dengan printah bosnya.


sesampainya disana gilang langsung menuju lantai 30 tapi belum sempat dia memasuki lift dia sudah lebih dulu dicegat oleh pria asing.


" siapa anda ? dan anda mau kemana? jangan seenaknya masuk kekantor ini tanpa ada izin " pria itu adalah yuda sang CEO perusahan permana.


" saya tidak ada urusan dengan anda " tegas gilang dengan wajah dinginnya .


" tapi ini menjadi urusan saya sebagai CEO disini " yuda bertriak marah karena pria asing ini melawan kata-katanya.

__ADS_1


" saya tidak mau tahu " tegas gilang akan langsung memasuki lift tapi tangannya dicekal yuda dan yuda melayangkan bogem mentah ke arah gilang tapi dengan mudah di tangkis gilang.


yuda terus saja melayangkan tinjuan ke arah gilang tapi gilang terus menghindar tanpa berniat membalas serangan yuda yang menurutnya tak ada apa-apanya.


gilang melihat jam yang melingkar di tangannya sudah 15menit dia terjebak disana dan bisa di pastikan feby marah besar.


akhirnya gilang mencekal tangan yuda dan memlintirnya ,perkelahian mereka menjadi pusat perhatian seluruh karyawan kantor karena CEO mereka berkelahi dengan pria tampa yang tidak mereka kenal.


setelah memlintir tangan yuda gilang langsung mendorongnya hingga jatuh tersungkur .


" saya tidak ada urusan dengan anda " kata gilang menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya setelahnyandia berlalu pergi dari sana sebelum bosnya marah besar.


sesampainya di lantai 30 gilang langsung menerobos masuk ruangan bosnya tanpa mengidahkan panggilan sekertaris feby .


brak


hosh hosh hosh nafas gilang tersenggal akibat dia berlari menuju ruangan feby.


" maaf nona saya lalai pria ini menerobos masuk tanpa mengidahkan panggilan saya " sekertari feby ikut masuk dan menunduk meminta maaf atas kelalaiannya.


" tidak masalah pergilah " kata feby dengan wajah dinginnya.sekertaris itupun menunduk pamit lalu keluar ruangan feby.


" lo telat 16 menit 46 detik " feby menatap tajam kearah gilang yang masih mengatur nafasnya.


feby mendekat kearah gilang menyodorkan segelas air lalu duduk disofa yang ada diruangan itu.


" capek banget gue lari-larian " gilang ikut duduk disebelah feby.


" jelasin " kata feby acuh dia sibuk memainkan ponselnya.


" tadi ada cowok rusuh main serang gue katanya CEO disini dan itu yang buat gue telat " kata gilang menjelaskan kejadian tadi di loby.


" yuda ?" tanya feby.


" tauk gue nggak tahu namanya nggak penting juga " gilang tak perduli siapa namanya yang dia tahu pria tadi pria yang menyebalkan.


" yaudah sih nggak usah marah-marah " feby kembali ke mode crewetnya tapi hanya kepada abang dan orangtuanya.


" nah gitu dong jangan datar-datar terus sama gue kan ngeri gue lihatnya " gilang mulai lega feby tidak bersikap datar lagi padanya.

__ADS_1


" terus lo apain dia ?" tanya feby lagi.


" nggak gue apa-apain lah nggak sempet ntar bos galak gue marah lagi " kata gilang tanpa sadar.


" lo bilang apa barusan " feby sudah meloto karena gilang mengatainya galak walupun itu benar tapi dia tidak terima.


" eh eh en-nggak gue salah ngomong " katanya tergagap karena melihat kilat kemarahan dimata feby.


" berani lo ngatain gue galak sekali lagi gue nggak segan buat potong gaji lo " kata feby beranjak berdiri menuju kursi kerjanya.


gilang bisa bernafas lega,dia merutuki dirinya karena salah bicara.


feby mengangkat gagang telvon untuk menghubungi seseorang.


" panggil yuda keruangan saya sekarang " kata feby sebelum orang disebrang sana berbicara dan menutupnya sepihak membuat orang di sebrang telvon melongo tak percaya.


" terus ngapain lo masih di situ " tanya feby dengan wajah datarnya pada gilang.


" ck gue mau lihat muka tuh curut dulu mau lo apain dia?"


" terserah " jawab feby acuh lalu kembali melihat dokumen-dokumen pada mejanya.


tok tok tok


suara ketukan pintu terdengar " masuk " kata feby tanpa mengalihkan pandangannya.


" anda memanggil saya nona ?" tanya yuda setelah tadi menatap tajam ke arah gilang yang hanya di balas senyum mengejek dari gilang.


" apa alasan anda membuat keributan di kantor saya " tanya feby dengan dinginnya membuat yuda membeku seketika ternyata bosnya sangat menakutkan.


" sa-saya hanya menghalagi pria asing masuk ke perusahaan ini tanpa izin nona " jawab yuda terbata-bata.


" apa anda tahu siapa dia ?" tanya feby menatap tajam wajah yuda yang sudah ketakutan.


feby bukan gadis cantik yang dulu dia kenal ,banyak yang berubah dia menjadi tak mengenali nona mudanya ini.


" tidak nona " yuda hanya menunduk pasrah.


" dia asisten pribadi saya ,dan jangan sesekali kamu mengganggunya atau kamu akan kehilangan pekerjaan kamu " ancam feby dengan tegas.

__ADS_1


" ba-baik nona "


" keluar " teriak feby dan yuda langsung saja keluar dari ruangan yang seperti tempat eksekusi mati itu.


__ADS_2