Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 8


__ADS_3

diatas motor hanya kesunyian yang tercipta diantara dua manusia itu, tak ada yang berniat untuk membuka suara. mereka sibuk dengan pikiran masing-masing tanpa sadar sudah sejauh apa mereka berjalan ditengah gerimis yang masih mengguyur bumi. hingga akhirnya salah satu di antara mereka membuka suara.


" rumah lo dimana? " tanya El karena dia bingung harus mengantarkan feby kemana.


" entar ada perempatan belok kanan terus ada pertigaan kiri " kata feby acuh tanpa melihat kedepan dia hanya melihat kesamping jalan mengamati pinggiran jalan yang basah akibat


air hujan.


El pun hanya mengangguk dan tak mau bertanya lagi,mungkin feby sedang dalam suasana hati yang buruk makanya El tidak mau memperkeruh keadaan.


setelah beberapa saat El sampai di jalan masuk komplek yang cukup mewah,merasa heran karena yang dia tahu dari kedua temanya feby bukanlah anak orang kaya tapi jika di lihat dari kompleknya jelas ini kompleks kalangan orang elit mana mungkin feby bisa tinggal disini.


" rumah gue di belakang komplek ini " kata feby setelah melihat kebingungan di wajah El.


" oh, yaudah gue balik dulu " kata El langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.


" eh jaket lo " teriak feby tapi El sudah pergi menjauh hingga tubuhnya tak dapat lagi di jangkau oleh penglihatan feby.


feby akhirnya berjalan memasuki komplek itu sebenarnya dia enggan di antar siapapun kecuali diana dan mala karena murid di sekolahnya tidak ada yang tahu setatusnya yang sebenarnya,maka dari itu dia selalu menolak tawaran temannya yang akan mengantarkannya pulang agar identitas aslinya tidak terbongkar.


feby telah sampai di depan rumah yang cukup besar di banding rumah yang lainnya,terdapat pagar yang menjulang tinggi untuk melindungi rumah itu. security yang berjaga pun membukakan pagar saat melihat nona pemilik rumah itu datang. menyapanya dan hanya di balas anggukan lemah oleh feby. security itu menawarkan payung kepada feby karena jarak pagad menuju pintu rumah cukup jauh dan cucanya masih gerimis. feby pun menerimanya berjalan melalui halaman yang dihiasi taman beserta air mancur besar di tengahnya dan rumput hijau serta beberapa pohon hias menambah kesan sejuk disana.


setelah beberapa saat berjalan dengan melamun feby sampai di depan pintu rumah dia langsung memasuki rumah tanpa mengucapkan apapun.


" kamu udah pulang sayang? " tanya feronika lembut lalu mendekat kearah feby dan mengelus rambutnya.


" iya ma" jawab feby lemah.


" yaudah kamu kekamar, mandi ganti baju terus istirahat ya biar nggak masuk angin" kata feronika dengan lembut.


feby hanya mengangguk lalu berlaku pergi dari sana dengan langkah gotai.


feronika sangat mengerti dengan perasaan anaknya sehingga dia lebih memilih tidak banyak bertanya.


" assalamualaikum ma " Sapa wahyu papa feby.


" walaikumusalam, eh papa udah pulang? " tanya feronika mendekati wahyu lalu mencium tangannya dan mengambil tas kerja milik wahyu.


" iya ma, feby kenapa? " tanga wahyu yang melihat anaknya yang tidak bersemangat.

__ADS_1


" biasa pa " kata feronika lemah seraya menengok kearah tangga menuju kamar feby.


" yaudah nanti biar papa yang bicara sama feby, papa mandi dulu ya ma" kata wahyu menuju kamarnya di ikuti feronika.


•••


selesai mandi feby mengganti pakainanya membaringkan tubuhnya di kasur kesayangnya .ingin memejamkan matanya tapi Dia tidak bisa, terus saja terlintas bayangan pria yang sangat dia rindukan. feby berjalan kearah jendela membuka gordennya hingga menampakan pemandangan taman belakang yang basah akibat terguyur hujan.


sampai sekarang hujan masih belum reda.


feby sekarang berdiri di samping jendela sambil melamun.


" sayang " panggil wahyu tapi tidak di dengar feby karena feby masih melamun.


wahyu pun berjalan mendekat kearah putrinya yang ternyata tengah menangis.


" sayang " panggil wahyu lagi dengan suara lembut seraya memegang pundak feby.


feby yang sadar akan kehadiran papanya langsung menghapus air matanya dan menengok kearah papanya dengan tersenyum palsu.


" iya pa " jawab feby seraya melihat kearah papanya.


" nggak kok cuma tadi kena angin terus basah " kata feby tersenyum untuk menutupi kesedihannya.


" kamu nggak bisa bohongin papa sayang "


" sini duduk sayang " kata wahyu setelah dia lebih dulu duduk di ranjang feby dan menepuk kasur sebelahnya agar feby duduk di sebelahnya.


feby pun berjalan menghampiri wahyu lalu duduk disampingnya.


" jujur sama papa kamu kenapa? " tanya papa feby setelah feby mendudukan tubuhnya.


" feby cuma rindu yah " kata feby seraya menatap kosong kearah depan.


wahyu pun menarik feby kedalam pelukannya " kamu yang sabar ya sayang " kata wahyu mengelus lembut punggung putrinya yang kini tengah menangis di pelukannya.


" ini udah 8 tahun yah, kapan abang pulang? " kata feby, ya sosok yang selalu dirindukannya adalah abangnya yang tak kunjung pulang setelah kepergiannya 8 tahun lalu.


" apa abang marah sama feby? "

__ADS_1


" feby salah apa pah? "


" kenapa harus selama ini abang pergi? "


tanya feby beruntun dengan suara tersengal akibat tangisannya.


" papa juga rindu abang sayang,tapi kita harus ngertiin abang pergi kan buat belajar " kata wahyu menenagkan putrinya, dia tahu betul kedekataan putranya dengan putrinya ini hingga sesuatu terjadi yang mengharuskan putranya pergi.


" tapi waktu abang pergi nggak pamit sama feby, pasti abang marah ya sama feby? " tanya feby lagi menatap kearah ayahnya dengan air mata yang terus mengalir.


" papa bakal coba ngomong sama abang kamu buat pulang ya sayang, kamu tenang dulu sekarang udah ya nangisnya" kata wahyu menenangkan putrinya .


" papa selalu aja bilang gitu,tapi abang nggak pernah pulang " kata feby sesegukan.


" untuk kali ini papa bakal usahain sayang " kata wahyu lalu mengusap air mata putrinya.


" sekarang kita turun makan malam, mama udah nungguiin di bawah " kata wahyu lalu mengajak putrinya untuk turun ke meja makan.


" eh putri kesayangan mama, sini sayang mamak udah masakin banyak buat kamu " kata feronika setelah melihat putri dan suaminya masuk ke ruang makan.


" iya ma " kata feby lemah.


" udah dong sayang, mama sama papa bakal coba ngomong sama abang ya " kata feronika menenangkan putrinya dan feby hanya mengangguk lemah.


mereka makan dalam keadaan hening tanpa suara, tak ada yang membuka suara diantara mereka hanya suara dentingan sendok dan piring yang ada di meja makan itu.


" feby kekamar dulu ya pa, ma " pamit feby setelah menyelesaikan makannya.


" iya sayang, kamu langsung istirahat ya " kata feronika lembut.


setelah wahyu dan feronika menyelesaikan makannya mereka menuju ruang keluarga untuk membicarakan masalah tadi.


" jadi gimana pa? mama nggak tega ngelihat feby nangis terus? " tanya feronika setelah mereka duduk di sofa ruang keluarga.


" papa bakal coba hubungin abang ma" kata wahyu.


" tapi gimana caranya pa? " tanya feronika.


" gimanapun caranya papa bakal usaha " kata wahyu seraya menenangkan feronika.

__ADS_1


__ADS_2