
feby pov
jam masih menunjukan pukul 05.00 pagi.
hari ini gue bangun lebih pagi entah kenapa ada perasaan bahagia dihati gue rasanya udah nggak sabar buat kesekolah.
gue bangun langsung ke kamar mandi buat mandi dan ambil wudhu untuk melaksanakan shalat subuh ,karena abang gue selalu pesen buat gue untuk selalu ngejaga solat gue.
ah gue jadi keinget abang dia pernah bilang kalo gue punya pacar harus bilang sama dia dan dia bakal nilai kaya apa cowok gue.
gue jadi nggak sabar ketemu abang dan gue udah berjanji sama diri gue sendiri setelah lulus nanti gue bakal nemuin abang gue dan sekolah disana .ah jadi nggak sabar gue.
yah dan kembali dikehidupan gue sekarang , setelah solat gue bersiap kesekolah dan yah membubuhkan sedikit bedak dan liptint ke bibir gue.
ada debaran aneh di hati gue saat gue inget semalam El nembak gue di pinggir pantai dengan dinner romantis.
setelah siap gue turun dari kamar gue menuju meja makan seraya bersenandung entah kenapa bahagia banget rasanya hari ini segala beban yang ada seolah-olah hilang begitu saja aneh bukan ya memang aneh.
sesampainya dimeja makan sudah ada mama dan papa gue.
" morning ma,pa " sapaku lalu mencium pipi mama dan papa . gue tahu mereka menatapku heran dengan tingkahku hari ini.
" kamu kenapa bahagia banget sayang ?" tanya mama setelah mengambilkan nasi goreng dipiring gue.
__ADS_1
" em feby rasa setiap hari feby bahagia ma" jawabku acuh seraya memasukan sesuap demi sesuap nasi goreng.
" papa seneng banget lihat kamu bahagia kaya hari ini " kata papa tersenyum hangat.
" papa sama mama kenapa melow gitu sih,feny kan selalu bahagia jadi nggak usah melow oke "
" udah ya feby berangkat dulu,bye ma pa gue berpamitan lalu mencium pipi mama dan papa setelahnya gue beranjak keluar rumah menuju parkiran ditempat mobilnya terparkirkan.
yah setelah pulang dinner semalam gue meminta El agar tidak menjemput gue krena gue pengen aja pakai mobil sendiri kangen rasanya.
setelah perdebatan panjang akhirnya El setuju.
gue menuju parkiran dimana mobil BMW I8 kesayangan gue yang berwarna putih terparkir. gue melaju dengan kecepatan sedang seraya bersenandung ria.
setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya gue sampai di sekolah disana sudah ada kedua sahabat gue.setelah memarkirkan mobil gue langsung menghampiri kedua sahabat gue dengan senyum yang tak pernah luntur.
" hay feb " jawab mala dan diana serempak.
" kenapa lo senyum-senyum gitu,habis menang lotre lo " tanya mala aneh.
" ya gak papa dong dari pada gue cemberut ,ya nggak di ?" tanyaku menghampiri diana lalu merangkul pundaknya.diana hanya mengangkat kedua bahunya.
" kelas yuk " ajak diana acuh ya diana tipikal cewek yang susah buat dideketin sifatnya yang dingin juga bar-bar buat siapa aja takut apalagi dia sabuk hitam karate yah bisa kalian bayangkan apa jadinya kalo sampai ada yang berani deketin dia.
__ADS_1
gue dan mala menyetujui ajakan diana ,kita menuju kelas seraya tertawa dan bercanda.
sampai akhirnya ada lengan kekar yang merangkul pundak gue seraya berkata " pagi sayang " .kata-kata yang buat pipi gue memanas dan gue yakin pipi gue udah kaya tomat ini ah kenapa ni orang tiba-tiba muncul sih.
tanpa melihat orang itu gue tahu dia siapa.
" kok pipinya merah gitu sih lo sakit ?" tanya pria itu panik .
" apaan sih El nggak kok " gue sedikit kesal dengan perlakuan El yang tiba-tiba.
" eh bentar tadi lo bilang apa El ? sayang?" tanya mala menatapku heran sedangkan diana sedang melotot kearah gue .
" iya gue sama feby udah resmi pacaran " katanya dengan tersenyum ke arah gue.senyum yang membuat gue kesel setengah mati.
" ha pacaran " mala,diana,vano dan adit bertriak barengan.sungguj kompaknya mereka dan gue siap-siap aja di introgasi sama kedua sahabat gue.
" bisa lo jelasin feb " diana menatap marah ke arah gue.
" ok nanti gue jelasin nggak disini mending kita kekelas dulu " kataku mengalihkan pembicaraan.
ku tarik mereka meninggalkan El dan kedua sahabatnya .mood gue tiba-tiba jadi rusak karena perlakuan mendadak El.
karena gue emang belum siap cerita tentang hubungan gue tapi apalah daya El sudah membuka semuanya.
__ADS_1
sesampainya dikelas mereka berdua masih memintaku untuk menjelaskan akhirnya gue jelaskan kejadian semalam dan mereka sangat terkejut terlihat jelaa dari raut wajah mereka.
saat diana akan buka suara untuk bertanya untung saat yang bersamaan guru yang mengajar masuk dan gue lolos dari pertanyaa-pertanyaan diana.