Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
Episode 2


__ADS_3

Ernes dan Indria baru sampai di parkiran kampus. Saat Indria keluar dari mobil tidak sengaja pandangannya mengarah ke mobil di depannya. Terlihat seseorang laki-laki tampan yang baru saja turun dari dalam mobil. Seketika Indria langsung menghampiri Ernes.


"Nes, Nes.. lihat tuh cogan, ganteng bangettttt..... andaikan Tomas seganteng dia, gue pasti bersyukur banget". Ucapan Indria yang menatap seseorang yang berjalan semakin mendekat ke arah mereka.


"Permisi, maaf mbak saya mau tanya ruang pak Zain direktur sebelah mana??" Tanya Dava pada dua perempuan yang ada di depannya.


"Oh... pak Zain. itu Mas di sebelah ruang Dosen di lantai 3, nanti mas dari arah sini naik lift lalu belok ke kiri, nanti di atas ruangan ada tulisannya ruang direktur gitu". Jawab Indria sambil tersenyum-senyum melihat Dava.


"Terimaksih, saya permisi dulu". Dava berjalan melewati mereka, Dava tak sengaja melihat name tag di dada Indria yang bertuliskan nama Ernes.


(ERNES AIDELWESS, oh jadi ini yang namanya Ernes yang ingin Mamah jodohkan ke aku) gumam Dava sambil terus berjalan meninggalkan Ernes dan Indria.


Ernes dan Indria adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan desainer, hanya saja Ernes mengambil jurusan interior dan Indria mengambil jurusan gravis, jadi sudah seharusnya satu hari hanya satu kali tatap muka dengan dosen dan hanya hari-hari tertentu mereka masuk kuliah.


#di dalam kelas Ernes...


Indria datang ke kelas Ernes setelah ujiannya selesai dan kebetulan bersamaan dengan berakhirnya perkuliahan yang ada di kelas Ernes.


"Nes, ini name tag lo dan ini kunci mobil gue. Tolong lo bawa mobil gue pulang kerumah lo yaa, ntar gue ambil. Soalnya kebetulan Tomas hari ini baru bisa nganterin gue belanja buat nyiapan pesta pertunangan gue sama dia lusa." Ucapan Indria sambil memberikan name tag dan kunci mobil ke tangan Ernes.


"Cie yang mau tunangan lusa, semoga lancar ya In setelah penantianmu selama ini". sambil memeluk Indria.


Iya, benar saja Indria dan Tomas sudah menjalin kisah kasih selama kurang lebih 5 tahun. Putus nyambung hubungan mereka sudah biasa mereka rasakan tapi kali ini Tomas ingin serius kepada Indria.


#Depan kampus...


Indria datang menghampiri Tomas. Dava yang berada di dalam mobil setelah rapat dengan direktur kampus tidak sengaja melihat Indria bertemu Tomas yang masih terpikir di benak Dava bahwa yang berdiri di depan Tomas adalah Ernes, seseorang yang sedang dijodohkan Mamahnya untuk dirinya. Mata Dava menatap tajam ketika dirinya melihat Indria dicium keningnya oleh Tomas.


(Lah. Mamah itu apa-apaan sih. Masak aku dijodohkan sama anak yang sudah punya pacar) Gumam Dava dan langsung menjalankan mobilnya.


#Di rumah Dava...


"Davv...gimana, lancar?" Tanya Fatma yang sedang duduk di depan ruang tamu sambil menonton tv.


"Sudah beres kok Ma" berjalan menghampiri Fatma dan duduk di sampingnya.


"Terus tadi ketemu Ernes gak?" Pandangan Fatma yang langsung tertuju pada Dava.

__ADS_1


"Ketemu Mah. Tapi Mamah itu apa-apaan, masak jodohin Dava sama gadis yang sudah punya pacar" jawab Dava sambil mengambil ponsel di sakunya.


"Lohh... setau Mamah Ernes itu belum punya pacar, Mamah yakin kamu mungkin salah liat sayang".


Dava tidak menjawab pertanyaan Mamahnya karena sedang berkutik pada hp yang ada di genggamannya.


"Oh iyaaa Dav... nanti malam Tante Yusnita, ehmzz....Mamahnya Ernes mau main kesini sama keluarganya, nanti akan Mamah coba tanya ke Ernes langsung". Ucapan Fatma.


"Terserah Mah. Mah.. nanti Dava mau keluar sebentar karena ada urusan". Dava berjalan meninggalkan Mamahnya.


#Malam hari di rumah Dava..


Tok...Tok...Tok...


Pintu terbuka "Oh Bu Yusnita sudah datang. Sini-sini masuk". Ajakan Fatma sambil menuju ke ruang tamu.


Yusnita berbicara dengan Fatma sedangkan pak Damai berbicara dengan pak Ervan. Ernes yang berada di sisi mereka merasa bosan dan memilih untuk keluar rumah, di samping rumah Bu Yusnita, Ernes melihat taman, Ernes berjalan ke arah taman tersebut.


Dava yang baru tiba di depan rumah setelah menyelesaikan urusannya, tidak sengaja saat keluar dari mobil Dava melihat seorang wanita di taman rumahnya sedang duduk sendirian, karena Dava penasaran alhasil Dava pun segera menghampirinya.


"Permisi anda siapa?" tanya Dava.


"Maaf, saya Ernes, anda siapa? hmmnzzz.... tunggu sepertinya saya pernah melihat anda?" Ucap Ernes sambil menunjuk ke arah Dava.


"Saya Dava anaknya Bu Fatma, iya anda benar kita pernah bertemu tadi pagi di parkiran kampus X. Tapi bukannya Ernes itu yang tadi?" Pertanyaan Dava yang masih kebingungan.


"Hah, yang tadi, yang tadi mana?" Ernes sambil menggaruk kepalanya mengingat-ingat maksud Dava


"Tadi di sampingmu, aku melihat name tag yang dia pakai bertulisan nama Ernes".Dava mengingat kembali kejadian tadi.


"Hahahahahha... itu temen aku namanya Indria, dia tadi emang pinjem name tagku" kenyataan yang terlontar dari mulut Ernes membuat wajah Dava sangat memerah karena merasa malu, jika dirinya salah mengenali orang.


"hehehe... iya, iya sorry aku udah salah ngenalin kamu, udah gini aja buat nebus kesalahanku kamu mau minta apa?". ucapan Dava to the point dan masih merasa malu.


"Hmzzz.. aku mau es krim, tapi tidak untuk malam ini, karena kalau sekarang aku udah kenyang" jawab Ernes dengan wajah sedikit imut, membuat Dava melihatnya sedikit tersenyum.


"Baiklah. Besok aku akan menemuimu, sini berikan nomer hp mu". Dengan percaya dirinya Dava melontarkan kata-kata itu.

__ADS_1


"Nih nomerku (sambil memperlihatkan hp Ernes ke Dava) Jangan sampai besok ketemu salah orang lagi loh yaa...". Mereka berdua tertawa


Yusnita dan Fatma datang menghampiri mereka berdua


"Kenapa ini kok ketawa, ada yang lucu? kasih tahu Mamah sini, Mamahkan jadi kepo. ya kan Bu Yus". Ucapan Fatma sambil menyenggol lengan Yusnita.


"Gak ada apa-apa kok mah" jawab Dava menutupi salah fahamnya.


"Oh iya Nes, ini udah malem besok Ayah mau ke luar kota, sekarang ayo pamitan kita harus pulang".Ajakan Yusnita.


Akhirnya keluarga Ernes meninggalkan rumah Dava.


"Gimana, udah di klarifikasi belom. Soal ernes udah punya pacar?" Tanya Fatma sambil menyenggol lengan anaknya.


"Apa-apaan sih Mama itu". jawab Dava sambil malu-malu meninggalkan Mamahnya menuju ke kamar.


Sampainya dikamar Dava memcoba menghubungi nomer Ernes.


DAVA📱


Hay.. ini nomerku. Save yaa Dava.


Saat sampainya dirumah Ernes segera membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Hpnya di atas meja berbunyi, seketika Ernes tersenyum melihat Chat dari Dava.


ERNES 📱


Oke aku save


DAVA 📱


Udah sampai rumah? Besok mau ketemu dimana?


ERNES 📱


Udah barusan. ketemu di depan kampus aja


DAVA 📱

__ADS_1


Baiklah. selamat beristirahat.


__ADS_2