
Sudah seminggu Ernes tidak bertemu dengan Dava sejak terakhir menonton bioskop yang membuatnya sangat sulit melupakan bekas genggaman tangan Dava.
"Pagi Bun... (mengecup pipi Yusnita), Pagi Yah..(mengecup pipi Ervan), tumben pagi-pagi wajahnya ceria semua" sambil duduk di kursi makan.
"Tiga hari lagi Kakakmu akan pulang Nes" jawab Yusnita sambil duduk di kursi sebelah Ernes.
"Beneran mah kakak pulang? " sambil mengambil nasi.
"Oh iya Nes, hari ini kamu gak ingin jenguk Dava yaa??"
"mas Dava kenapa bun" seketika mata Ernes langsung menuju pada Yusnita.
"Loohh.. kamu gak tau? kemarin Dava badannya panas udah tiga hari gak turun-turun suhunya, sekarang masih di rawat di RS Husada".
"Kok bisa bun? terus sekarang keadaannya kayak gimana? sudah lumayan sembuh atau belum bun?" tanya Ernes dengan segenap rasa khawatirnya.
"Bunda gak tau Nes, kan bunda juga belom nengokin Dava, bunda baru aja dapat info dari grup arisan"
"Kalau gitu Ernes ijin mau keluar sebentar ya bun" Ernes segera bangkit dari tempat duduknya.
"Hey hey hey... Nesss.. dihabisin dulu makannya" teriak Yusnita yang sudah tidak dihiraukan oleh Ernes.
Ernes segera menjalankan mobilnya menuju ke RS Husada. Di jalan Ernes sempat mampir ke toko buah untuk membeli beberapa buah.
tok...tok...tok...tok....
"iya, masuk" suara seorang wanita paruh baya.
Ernes memberanikan diri membuka pintu kamar Dava "Permisi, maaf mengganggu tante, apa boleh saya masuk?" sambil berjalan menghampiri Fatma dan Dava.
"Ehhh Ernes, sini sini, tante seneng banget kamu kesini, sekalian mumpung kamu disini tante boleh nitip Dava enggak? tante mau pulang, kasian suami tante hari ini harus keluar kota tidak ada yang bantuin menata barang bawaannya" sambil berdiri, mencium kening Dava dan pergi meninggalkan Dava serta Ernes.
"Emzzz... kamu kok tau aku sedang sakit Nes?" tanya Dava yang sedang berbaring di ranjang pasien.
"Ohh.. iya mas, Bunda yang ngasih tau aku" sambil menaruh buah di meja pasien.
"Kata dokter mas Dava sakit apa?" sedikit khawatir
"Sakit Tifus. mungkin karena aku kemarin habis di luar kota dan kebetulan disana restoran tempat aku bertemu klien kurang bersih"
"Aku baru tau kalau seorang Dava itu bisa sakit" ejek Ernes sambil menertawakan Dava.
"hehehe. awas kamu Nes kalau lain kali kamu yang sakit, bakalan aku bales ejekanmu ini" Dava sambil perpura-pura marah.
"Iiihhh apaan mas Dava dikit-dikit ngambek gak seru" wajah Ernes yang cemberut seketika membuat Dava tertawa karena menurut Dava wajah Ernes semakin menggemaskan.
"Permisi, makanan datang. Tolong dihabiskan yaa" Kata ahli gizi yang masuk membawa makanan ke kamar Dava
"Mas Dava(mata Ernes yang melihat tangan kanan Dava sedang terpasang infus) Emzzz.. aku suapin mau?" tanya Ernes sedikit ragu.
"Emangnya kamu mau nyuapin aku?"sambil membenarkan posisi duduknya
__ADS_1
Ernes hanya tersenyum dan seketika mulai menyuapi Dava.
"Mas Dava mau buah? sekalian Ernes kupasin kulitnya"
"Iya boleh kalau tidak merepotkan"
"Tidak kok mas, Ernes seneng bisa merawat mas Dava, maksudku bisa merawat orang sakit" Sambil mulai mengupas buah.
"Setelah makan buah, mas Dava minum obat dan tidur yaaa"
"iya Nes, kamu kok jadi seperti Mamahku yang selalu bawel" sambil melirik Ernes
"hehehehe. ini kan demi kebaikan mas Dava"
"iya sih, Ohh iya kamu gak kuliah Nes"
"Kuliahku udah selesai kok mas, tinggal dua minggu lagi wisuda, Mas Dava jangan lupa untuk datang ya diacara wisudaku nanti"
"iya aku usahain" ucap Dava sambil tersenyum.
Setelah Fatma datang, Ernes segera berpamitan dan pulang, karena dilihatnya waktu sudah pukul tiga sore.
#Kamar Ernes....
Tok....tok....tok....
"Nes udah tidur? Bunda mau ngomong sama kamu"teriak Yusnita dari luar pintu kamar Ernes.
Yusnita berjalan masuk ke dalam kamar Ernes, diikuti Ernes di belakangnya.
"Ada apa bun?" tanya Ernes sambil duduk di sebalah Ibundanya.
"Ini Nes, Bunda barusan dapat pesan dari Tante Fatma, katanya Tante Fatma mau buat kejutan untuk ulang tahun Dava besok, Kamu bisa bantuin enggak?"
"Besok mas Dava ulang tahun bun? bukannya mas Dava masih sakit?"
"Kalau itu bunda enggak tau Nes, gimana kamu bisa enggak besok?" sambil menatap Ernes yang kebingungan
"Hmzzzz.. akan Ernes usahain bun" sedikit ragu.
"Iya udah kalau gitu Bunda mau buatin kopi dulu buat Ayah (sambil mengecup kening Ernes) Selamat tidur sayang" sambil berjalan meninggalkan kamar ernes.
Ernes sangat bingung dirinya harus bagaimana, akhirnya dia memutuskan besok pagi dia akan kerumah Indria untuk meminta saran sebelum berangkat ke rumah Dava.
Jam dikamar Ernes menunjukkan pukul lima pagi, segera Ernes bergegas untuk bangun dan mandi.
Yusnita yang sedang memasak melihat anaknya turun dari tangga.
"Aduh cantiknya anak bunda, mau berangkat ke rumah Dava sekarang?" tanya Yusnita
"Hehehehe, Bunda tau aja (menghampiri Yusnita) Ernes berangkat dulu ya Bun" mengecup pipi Yusnita.
__ADS_1
"Ehhh.. enggak makan dulu?".
Mendengar ucapan Yusnita Ernes hanya tersenyum
(Dasar anak muda jaman sekarang, kalau udah masalah cinta semua hal dilupain) gumam yusnita.
Sampainya di rumah Indria, Ernes melihat sepeda motor Tomas, seketika Ernes mengurungkan niatnya untuk menemui Indria. Ernes terpaksa pergi sendiri untuk memilih hadiah yang akan dia berikan untuk Dava.
#Rumah Dava
Dengan rasa nervous, Ernes melangkahkan kakinya ke rumah Dava. Diketuknya pintu rumah Dava.
"Ehh.. Ernes, sini-sini masuk. Langsung ikut tante ke dapur enggak apa-apa kan?" ucap Fatma sambil membuka pintu.
"Iya gapapa kok tante" Fatma berjalan menuju ke dapur diikuti Ernes.
"Kamu enggak sibuk kan?" sambil memegang adonan roti
"Enggak kok tan, Ernes bantu aduk adonan kuenya ya tan" mendekat ke Fatma.
Mereka akhirnya memasak kue bersama, menata ruangan dan mempersiapkan hidangan untuk teman-teman Dava yang diundang.
Fatma yang seharian bersama Ernes merasa sangat senang, Fatma sangat berharap jika kelak Ernes menjadi menantu Fatma.
Sore hari, Dava sudah diperbolehkan Dokter untuk pulang. Dava yang ditemani Pak Dewo segera bergegas untuk pulang. Sampainya di rumah, Dava melihat sekeliling rumahnya yang sangat sepi.
"Pak Dewo, ini Mamah sama Papah dimana? kok sepi?" tanya Dava pada pak Dewo
"Maaf mas, saya enggak tau" sambil mengambil barang-barang Dava yang ada di mobil.
Mendengar ucapan Pak Dewo, Dafa semakin penasaran, Saat Dava membuka pintu rumahnya.
"Keejjjuutttaaannn..... Selamat ulang tahun Dava" Teriak Fatma sambil diikuti oleh semua orang.
Dava yang melihat kejutan atas hari ulang tahunnya merasa sangat bahagia. Fatma yang melihat anaknya terpaku bahagia segera menarik tangan Dava dan dibawanya Dava didepan kue ulang tahunnya. Semua orang menyanyikan lagu untuk Dava. Seketika Dava berdoa dan meniup lilin yang bertulisan angka dua puluh tujuh.
"Ayo Dava dipotong kuenya" ucap Fatma sambil memberikan pisau roti ke Dava
"Ini kue pertama untuk orang yang spesial, yang telah mendidik aku dari kecil hingga bisa sukses seperti sekarang ini, yaitu Papah" sambil memberikan kue ke Pak Damai.
"Ini kue kedua, untuk orang yang paling cantik di dunia ini, yang selalu menasehatiku, memberi saran yang tidak ada habisnya, ini untuk Mamah tercintaku" sambil memberikan kue ke Fatma.
"Ini potongan kue ketiga untuk seseorang yang baru aku kenal, dia asyik, seru, ceria, baik, ini untuk Ernes" mendengar ucapan Dava, Hati Ernes berdetak kencang, wajahnya sangat merah. Tangan Ernes pun bergetar saat menerima sepotong roti dari Dava.
"Kamu kenapa Nes?" tanya Dava yang cemas memandangi Ernes
"Ahh.. aku tidak apa-apa kok mas (sambil tersenyum) Ini ada sedikit hadiah untuk mas Dava" sambil memberikan sebuah kado.
"Makasih Nes, emm.... nanti ketaman yukk. Ada hal yang mau aku omongin" Ajak Dava
(Mas Dava mau omong apa yaa.. jangan-jangan dia mau jadiin aku pacarnya. Ooohhh ini gimana) gumam Ernes yang tidak karuan membuat dia salah tingkah saat di acara.
__ADS_1