
feby terus mondar-mandir di dalam ruangannya setelah tadi melihat keruangan gilang dan disana dia tidak menemukan siapapun .feby sangat mencemaskan gilang abangnya masih kurang fit dan sekarang dia justru pergi.
feby teringat dengan pembicaraannya tadi.jujur feby tidak bisa memilih antara gilang atau El ,feby sangat menyayangi keduanya apalagi setelah 6 tahun lamanya akhirnya feby bisa bertemu lagi dengan El.
feby sebenarnya sudah memaafkan El sejak lama tapi dia ingin tahu apakah El masih menyayanginya atau tidak,dan sekarang setelah dia memastikan lagi ternyata tidak.semudah yang dia bayangkan.
feby tahu ketiga abangnya tidak akan dengan mudah menyetujui hubungan feby dengan El.
tapi setelah pertemuan kemarin feby semakin mencintai El, feby sungguh berada di dalam. dua pilihan yang sulit.
feby terus saja melamun didalam ruangannya, sampai kedatangan seseorang yang masuk ruangannya tanpa disadari feby.
" hey " sapa orang itu tapi tak membuat feby sadar dari lamunannya.
" feb " masih tak ada jawaban.
" febya arum permana " sentak orang itu.
__ADS_1
" eh i..iya " kata feby tergagap karena kaget.
" kenapa nglamun aja sih? " tanya orang itu.
" gak papa kok " elak feby walaupun perasaanya sedang campur aduk.
" crita aja siapa tahu gue bisa bantu " kata orang itu seraya duduk dikursi sebrang kursi kerja feby.
" gue nggak yakin lo bisa bantu karena akar masalahnya itu elo El " kata feby frustasi. ya orang itu adalah Elrangga pria yang 6 tahun ini mengisi hatinya.
" ck gue baru aja kesini nyamperin lo, kenapa malah gue yang disalahin sih? " tanya El heran.
" kenapa malah balik nanya sih " geram El yang justru terlihat imut.
" bang gilang pergi nggak tahu kemana dan gue bingung harus cari kemana " feby mendudukan tubuhnya kasar merasa frustasi dengan apa yang terjadi.
" kenapa bisa pergi? "
__ADS_1
" dia tahu gue sama lo balikan dan dia nggak trima, dia tanya sama gue suruh milih antara lo sama dia, ya gue jelas nggak bisa milih lah "
" yaudah lo tenang gue bakal bantu cari, asalkan lo tenang calm down baby, i'm in here for you " El beranjak mendekati feby menarik tubuh ramping itu kedalam pelukannya sesekali memeberikan usapan pada punggung feby agar feby lebih tenang.
setelah merasa feby lebih tenang El melepaskan pelukannya menatap manik mata feby yang terlihat sendu, El yakin suasana hati feby sedang tidak baik sekarang.
" ikut gue " ajak El menarik lembut tangan feby ,El masih belum meresmikan hubungan mereka karena sekarang dia sedang berjuang untuk mendapatkan restu dari ketiga abang feby.
" lo mau ajak gue kemana? " tanya feby bingung, kini mereka sudah duduk berdua didalam mobil yang di kemudikan oleh El membelah jalanan yang cukup padat siang itu.
" ntar lo juga tahu "
" ish nggak asik lo " feby bersidekap dada merasa jengkel dengan jawaban El yang tidak membuatnya puas.
" ya nggak usah ngambek gitu lah "
" ini rahasia kalo gue kasih tahu nggak jadi rahasia dong namanya " El terus membujuk feby agar tidak lagi marah.
__ADS_1
" terserah " acuh feby.
El hanya menghembuskan nafasnya pasrah dengan sikap feby yang sungguh sangat membuatnya pusing.