
feby tengah bermain ponselnya di sofa ruangan dika. feby memang memutus segala.aksesnya dengan El termasuk mengganti sim cardnya mengingat namanya saja sungguh membuat feby muak .
pintu ruangan dika terbuka munculah sosok pria tampan dengan setelan jasnya dan tak terlupakan wajah dinginya. pria itu adalah dika CEO di DAP company.
" dek " panggil dika seraya menghampiri feby yang sibuk memainkan ponselnya.
" hm " feby hanya berdehem tanpa berniat melihat ke arah dika.
" lo marah dek sama gue " kata dika dengan suara memelasnya.sebenarnya feby tidak tega tapi dia sengaja tetap mendiamkan dika.
" ayolah dek jangan diem aja iya deh gue salah ,maafin gue ya gue janji deh kalo lo ke perusahaan gue lagi lo akan disambut layaknya putri " dika terus memohon.
" hm "
" dek jangan gini lah gue bakal turutin apapun yang lo minta deh janji "kata dika yang sudah mulai frustasi adiknya ini jika marah pasti akan diam saja.
tok tok tok
suara ketukan pintu membuat dika berdecak siapa yang mengganggu waktunya dengan adiknya ini.
"masuk " kata dika dengan suara dingin.
" permisi pak " kata satya takut-takut feby langsung menatap tajam kearah satya yang ditatap hanya bisa mematung,keringat dingin sudah bercucuran di dahinya dia bisa melihat wanita ini akan lebih kejam dari bosnya.
" lo mau apain terserah lo lah dek tuh orang yang penting lo maafin gue " kata dika masih mencoba membujuk feby.
" jadi dia adik anda pak ?"tanya satya dengan suara yang gemetar.
" diam kamu saya tidak menyuruhmu bicara " bentak dika.
" oke gue maafin lo asal kita pindah ke amerika yuk bang,perusahaan pusat lo kan disana " kata feby menatap dika .
" terus sekolah lo gimana ? papa sama mama emang ngizinin ?" tanya dika menyandarkan.tubuhnya pada sandaran sofa.
" kan sama abang pasti ngizinin lah,ayolah bang feby nerusin sekolah disana aja males bang feby disini " kata feby dengan suara melemah diakhir kalimatnya.
" oke abang bakal coba bilang sama mama papa,tapi lo harus jelasin kenapa jam segini lo udah kesini nggak sekolah lo ?" tanya dika yang mulai kepo.
" jadi .." feby menggantung kalimatnya saat dia melihat kearah satya yang langsung tertunduk karena ditatap feby.
"bang lo tahu dia tadi bentak gue bang dia yang usir gue bang ,dia juga yang panggil satpam buat seret gue keluar lo lihat bang tangan gue sampai merah-merah gini.lo tahu kan bang lo nggak pernah bentak gue dan dia dengan beraninya bentak gue bang " kata feby dengan suara sok sedihnya dia menunjuk ke arah satya yang sedang berdiri gemetar.
Dika langsung menatap tajam ke arah satya , feby tersenyum puas melihat keringat dingin didahi satya serta tubuh yang sudah mulai gemetar karena tatapan dika yang seperti singa yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
" ma-afin sa-ya pak " kata satya tergagap karena tatapan dika.
dikapun berdiri manghampiri satya.
" lo mau gue apain dia dek ?" tanya dika dengan senyum semirik.
" gue panggilin jal*ng aja deh bang biar dia di mainin "
" ampun am-puni saya nona saya bersalah " satya bersimpuh di kaki feby.
feby langsung berdiri mengampiri abangnya.
" pak ampuni saya ,saya mohon pak "kata satya yang hampir menangis dia tidak mau keperjakaanya hilang .
" pft hahahahahahhaha " tawa dika dan feby pecah seketika melihat wajah satya.
" kocak parah asisten pribadi seorang dika wildan permana nangis hahahah " feby tak henti-hentinya menertawakan satya.
" gue juga baru tahu dek muka dia bisa selucu itu hahah " dika dan feby terus tertawa.
" bangsat lo emang dik ,tega lo berdua ngerjain gue "
" hahah ya sorry sat,ini ulah adik gue " kata dika setelah berhenti tertawa.
" mau duduk lah " kata satya dengan santainya.
" siapa yang suruh anda duduk " kata feby dengan suara yang berubah formal.
" lo urus deh dek nih orang gue banyak kerjaan "kata dika lalu beranjak ke meja kerjanya.
" push up lo 200 kali " kata feby to the point dengan wajah yang tak bisa di bantah .
satya pun menurutinya dia membuka jas dan kemejanya yang tersisa hanya kaos oblongnya.
feby bermain ponsel seraya menghitung.hingga hitungan ke200 akhirnya hukuman satya selesai .
dengan nafas tersenggal-senggal satya duduk di samping feby ,keringat sudah memenuhi tubuhnya yang hanya terbalut kaos.
feby menelfon seseorang untuk mengantarkan makanan dan minuman karena sudah jam makan siang.
" saya tunggu di ruangan pak dika 5menit "kata feby to the point yang membuat satya menoleh lalu melotot sungguh kakak dan adik sama batin dika.
" ngapain lo lihat gue mau gue tambah hukumannya "
__ADS_1
" eh nggak udah capek gue " kata satya dengan suara lemahnya.
tok tok tok.
suara ketukan pintu ruangan dika.
" masuk "
" permisi ibu memanggil saya "
" panggil saya nona saya belum ibu-ibu, yah saya memanggil kamu belikan saya 3 es jeruk ,dua es coklat, dua bakso dua steak dan em lo minum es jeruk doang cukup nggak dan mau makan apa lo " feby bertanya pada satya yang masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
" tambah air putih aja deh makannya terserah lo aja " kata satya pasrah dia sudah tidak bisa berfikir lagi.
"oh oke tambah air es ya 3 gelas sama baksonya jadi 3 steaknya juga 3udah itu aja,bang dik "teriak feby memanggil dika,dika yang tahu maksud feby hanya mengangguk lalu meraih ponselnya.
" sudah saya transfer ke rekening kamu sisanya buat kamu " kata dika lalu ob itu pamit keluar untuk membeli pesanan feby.
setelah menyelesaikan pekerjaannya dika mengampiri feby dan duduk di sampingnya.
" lo belum jawab pertanyaan gue kenapa lo bolos " kata dika to the point.
" si brengsek itu yang bawa gue pergi sebelum bel masuk lo tahu bang dia tarik gue kasar banget terus dia cengkram nih bahu gue saking kerasnya sampai bekas mungkin "kata feby santai satya melongo mendengar penuturan feby .
" jadi itu alasan lo mau pindah ?"
" ya gitu deh bang,males gue ketemu dia " kata feby santai seraya memainkan ponselnya.
" bisa mati tuh orang kalo berhadapan dengan dika " gumam satya yang masih di dengar oleh feby dan dika.
" ngomong apa lo ?" tanya dika marah .
" ck nggak dik "
" oh ya bang aku udah tarik semua saham aku di perusahaan abimana tinggal dari perusahaan abang sama papa aja yang belum " feby masih terlihat santai sedangkan dika dia sungguh tak percaya bisa bangkrut orang itu.
" kalo perusahaan papa nggak bisa dek papa nggak akan setuju kalo punya abang udah di urus sama sekertaris abang,terus dua sahabatnya gimana ?" tanya dika tanpa melihat ke arah feby dia masih fokus dengan berkasnya.
" bagus deh bang yang penting PERMANA group udah jadi perusahaan nomer 1 ,masalah kedua sahabatnya sahamnya juga udah gue cabut jadi posisi mereka tergeser sama FAP company dan DAP company "
" satya lo urus kepindahan adik gue,kita berangkay ke amerika besok tadi abang udah bilang sama papa dan papa setuju "
" oke bos " jawab satya tapi masih bersantai karena mudah baginya untuk mengurus kepindahan feby.
__ADS_1
" ah abang sayang deh " feby langsung berlari memeluk dika