
feby sama sekali tidak memperhatikan pelajaran dia terus melamun, pikirannya kosong entah apa yang ada dalam benaknya. dia sungguh seperti orang linglung saat ini.
diana dan mala yang sesekali menengok kearah feby dibuat bingung dengan sahabatnya yang tak biasanya seperti ini, feby adalah murid yang rajin tapi hari ini di seperti tidak mempunyai semangat hidup.
sampai bel istirahat berbunyi feby masih diam melamun pikirannya melayang entah kemana sehingga dia tidak menyadati jika bel sudah berbunyi.
" feb kantin yuk " ajak mala bersemangat seraya beranjak berdiri dari tempat duduknya. namun feby masih saja diam melamun tidak mendengar ajakan mala.
mala menatap bertanya kearah diana, yang di tanya hanya mengedikan bahu tanda tak tahu. mala memberikan kode agar diana bicara pada feby.
" feb " panggil diana memegang bahu feby.
" eh iya " feby kaget lalu menengok kearah diana dan Mala yang tengah menatapnya.
" ada masalah? " tanya diana seraya menatap kearah feby.
" nggak kok " kata feby seraya melihat sekeliling kelasnya yang sudah sepi.
" udah istirahat ya, kantin yuk " ajak feby lalu berdiri meninggalkan kedua sahabatnya sebelum mereka bertanya lebih banyak.
feby memang lebih suka memendam masalahnua sendiri dia tidak ingin merepotkan sahabatnya karena masalahnya.
mala melihat kearah diana meminta jawaban tapi lagi-lagi diana hanya mengedikan bahu dan mengajak mala untuk menyusul feby.
mereka bertiga berjalan beriringan di koridor sekolahan sesekali mala dan diana bercanda tapi feby hanya diam saja.
mereka tahu sekuat apapun mereka membujuk feby jika dia tidak ingin bercerita sampai kapanpun dia tidak akan cerita. jadi mala dan diana membiarkannya saja sampai feby sendiri yang berniat menceritakannya.
saat akan memasuki kantin feby merasakan kepalanya sangat sakit seperti dihantam benda berat, suaranya pun tercekat di tenggorokan hingga dia tidak bisa memanggil kedua sahabatnya. semua seakan berputar semakin Lama kepala feby semakin berat, pandangannya pun mulai buram hingga akhirnya semuanya gelap dan feby kehilangan kesadarannya.
•••
saat yang bersamaan El dan kedua sahabatnya juga menuju kantin untuk mengisi perutnya yang lapar.
__ADS_1
dari kejauhan El melihat feby yang berdiri sendiri di dekat pintu masuk kantin, melihat ada yang aneh dengan gerak-gerik feby dia dan kedua sahabatnya menghampiri feby.
belum sampai El mendekat tubuh feby tiba-tiba limbung ke belakang, El pun melangkah dengan cepat untuk menopang tubuh lemah feby. hingga akhirnya El dapat menahan tubuh feby sebelmum mendarat di lantai koridor.
" kenapa nih cewek? " tanya adit bingung melihat feby yang tiba-tiba pingsan.
" kita bawa ke uks aja El " kata vano yang tak tega melihat wajah pucat feby.
saat mereka akan beranjak membawa feby ke uks kedua sahabat feby yang tadi sudah sampai di dalam kantin terlihat berlari keluar dari kantin karena tidak mendapati feby yang tadi berjalan di belakangnya.
" lo apain sahabat gue? " tanya diana marah saat melihat wajah putih dengan bibir pucat feby yang lebih memprihatinkan dari saat mereka keluar kelas tadi.
" kenapa sahabat gue bisa pingsan " teriak diana seraya menarik kerah baju El lalu menariknya berdiri setelah mala memindahkan tubuh feby ke pangkuannya.
" jawab pertanyaan gue bgst " teriak diana marah tak bisa lagi menahan emosinya dia mencengkram lebih erah kerah baju El.
" gue nggak tahu apa-apa, sahabat lo tiba - tiba pingsan, gue tolongin dia " kata El menatap ke arah diana .
" jangan bohong lo " kata diana masih marah.
" gue nggak akan percaya sama kalian " kata diana menunjuk kearah vano.
" di feby nggak bangun-bangun " kata mala seraya menepuk pipi feby yang tak kunjung bangun air matanya entah sejak kapan sudah mengalir deras di pipinya.
tanpa banyak berkata El langsung membopong tubuh lemah feby untuk membawanya ke uks.
" mau lo bawa kemana sahabat gue " kata diana memegang tangan El.
" brisik, lo gak kasian sama sahabat lo dan lo terus nyalahin gue, bac*t "
" gue mau bawa dia ke uks " teriak El menatap tajam ke arah diana,sudah cukup dia sabar dan wanita di sampingnya ini terus saja berbicara tanpa memikirkan keadaan feby.
El berjalan cepat menuju uks membawa tubuh lemah feby dalam rengkuhanya. entah kenapa dia mencemaskan keadaan wanita yang ada dalam rengkuhanya saat ini.
__ADS_1
melihat wajah putih dengan rambut coklat yang dikuncir kuda dan bibir pucat pasi serta mata yang biasanya menatap tajam kearahnya kini tertutup rapat membuat hatinya merasa sakit entah kenapa dia tidak tega melihat wanita yang biasanya memakinya justru tertidur lemah dalam rengkuhanya.
di belakang El kedua sahabatnya dan juga diana yang memapah mala seraya menenangkan sahabatnya yang masih menangis mereka berjalan cepat mengikuti El menuju ke uks.
diana masih belum bisa meredakan emosinya sebelum feby sendiri yang menjelaskan kejadian yang sebenarnya dia tidak akan percaya dengan El cs.
sesampainya di uks El membarikan pelan tubuh lemah feby di ranjang uks.
" woy, petugasnya mana sih " teriak El yang tidak memdapati adanya petugas uks yang berjaga.
" ini kenapa? " tanya petugas uks setelah mendengar triakan El yang membuatnya merinding.
" bgst kemana aja lo, temen gue pingsan dan lo malah keluyuran " teriak El marah entah sejak kapan dia mulai emosi seperti ini.
" maaf, gue tadi lagi ada urusan " jawab petugas uks itu tergagap melihat aura gelap El saat marah padahal El tidak pernah semarah ini yang dia tahu El selalu lembut kepada wanita.
" bac*t,cepet priksa temen gue sat " kata El masih dengan emosinya dan petugas uks itu langsung memeriks feby.
" lo tenangin diri lo, kita tunggu di luar " kata vano menenangkan El lalu mengajak El keluar.
di luar uks diana masih belum puas dengan jawaban El menatap tajam kearah El yang baru saja keluar bersama vano.
" lo apain sahabat gue " kata diana seraya berkacak pingang melotot kearah El tapi El hanya menundukan kepalanya tidak mau berdebat dengan wanita di depannya.
" lo bisa diem nggak " vano berbicara tepat di hadapan diana.
" temen lo belum jawab pertanyaan gue, dia apain sahabat gue " kata diana marah seraya menatap kearah vano.
" kita nggak apa-apain sahabat lo, dia tiba-tiba pingsan dan El cuma bantuin dia " kata vano mecoba mengecilak suaranya dan meredam emosinya.
waniya di depannya ini sungguh keras kepala dia sudah menjelaskan yang sebenarnya tapi dia tidak mau percaya dan terus memarahinya.
" awas aja lo, kalo terjadi apa-apa sama sahabat gue kalian akan tahu akibatnya" kata diana menunjuk ke arah El dan vano. diana pun berlalu dari sana menghampiri mala lalu duduk di smapingnya.
__ADS_1
vano ingin mendekatinya dan membalas ancaman wanita itu tapi tangannya di cekal oleh El dan El memberikan isyarat agar dia tenang dan menyuruhnya duduk. vano pun mengikuti perintah El.