
3 bulan berlalu semua masih sama El masih menyandang setatus pacar feby dan semenjak acara prom night itu hubungan mereka semakin baik dan penuh cinta .
bahkan kedua sahabat feby semakin dekat dengan kedua sahabat El,tapi mereka masing enggan untuk menjalin hubungan.
sudah 3 bulan juga feby duduk di kelas XII,dan seminggu yang lalu feby telah selesai menjabat sebagai wakil ketua osis.
mereka hanya disibukkan dengan ujian dan ujian.seperti hari ini setelah selesai ujian mereka menuju lapangan untuk melihat pertandingan basket.
El masih menyandang sebagai kapten tim basket karena adik kelasnya masih belum berani untuk menggantikan posisi El. walaupun El dan kedua sahabatnya terbilang murid bandel tapi mereka banyak mendapatkan juara setiap pertandingan basket.
mereka berjalan beriringan seraya bercanda tapi tiba-tiba.
brukk
feby tak sengaja menabrak seseorang.
" eh sorry,sorry gue nggak sengaja"
" punya mata nggak lo " triak orang itu marah .
" ya kan temen gue udah minta maaf kenapa masih nyolot sih lo " mala tersulut emosi.
" temen lo yang jal*** itu tuh harusnya sujud di kaki dina " kata vera marah.ya yang di tabrak feby adalah dina.
sudah 3 bulan ini dina tak lagi mengganggu feby dan apesnya feby malah menabraknya .hancur sudah ketenangan feby .
" eh jaga ya mulut lo ,temen lo yang jal*** bukan temen gue " diana ikut maju karena tak trima feby dihina.
" oh jadi menurut lo temen lo wanita baik-baik,yah kita buktiin aja nanti " dina tersenyum sinis.
" apa maksud lo ?" tanya feby yang sama sekali tidak tahu arah pembicaraan dina.
" oh jadi lo mau tahu apa maksud gue ?"
" temuin gue ntar malem di cafe xx " dina berbisik ditelinga feby lalu pergi meninggalkan feby yang masih bingung dengan maksud perkataan dina.
" feb lo nggak papa kan ?" tanya mala kawatir karena setelah kepergian dina feby langsung terdiam.
__ADS_1
" feb ngomong dong " diana juga ikut kawatir.
" gue fine kok ,kita ke lapangan basket sekarang yok " kata feby lalu berlalu pergi dari sana. masih ada yang mengganjal di dalam hati feby tapi dia mencoba untuk menyembunyikannya dari kedua sahabatnya.
sesampainya di lapangan basket ternyata pertandingannya sudah dimulai.
sejak pertama feby memasuki lapangan basket ada sepasang mata yang menatap kagum ke arah feby tapi feby tidak menyadarinya.
feby hanya diam mematung lalu duduk di kursi penonton dengan pikiran yang melayang entah kemana. diana dan mala hanya menatap bingung ke arah feby tanpa berani bertanya.
" feb lo yakin lo nggak papa ?" tanya diana mencoba memastikan sekali lagi
" gue fine kok kalian nggak usah kawatir " kata feby mencoba tersenyum .
" kalo lo butuh apa-apa lo bisa cerita kok sama gue " mala mencoba berbicara pada feby agar feby mau crita.
" gue baik kok "
setelah beberapa saat akhirnya pertandingan selesai dan dimenangkan lagi oleh El dan team.
El dkk menghampiri feby dkk ,sesampainya di depan feby El langsung menyapa pujaan hatinya itu.
" hey sayang " kata El seraya memegang pundak feby.
" Eh iya,lho kamu sayang udah selesai pertandingannya " tanya feby lalu melihat ke arah lapangan.
" udah 15 menit yang lalu sayang ,kamu kenapa ada masalah cerita sama aku " El menatap kawatir ke arah kekasihnya.
" aku nggak papa kok sayang " feby mengusap keringat yang ada di dahi El secara lembut.
disisi lain ada raut kekecewaan dari seorang laki-laki yang sedari tadi menatap feby dengan tatapan kagum.
" gue lihat lo bahagia sama dia,gue seneng lihatnya,setidaknya ada yang jagain lo " kata proa tadi lalu berlalu pergi dari sana walau dengan perasaan yang hancur.
kembali ke feby dan El.
" eh lo berdua lihat nggak kalo disini banyak jomblo main mesra-mesraan aja " cletuk adit yang jiwa jomblonya meronta-ronta.
__ADS_1
" salah sendiri lo jomblo ,tuh mala sama diana nganggur " kata El tertawa mengejek adit.
" eh iya juga neng mala sama neng diana sini sama a'a adit yang baik hati dan tidak sombong ini " kata adit tersenyum menggoda.
" OGAH " teriak mala dan diana berengan dan disambut gelak tawa oleh orang-orang yang ada disana.
" sukurin lo makanya jadi orang jangan narsis " kata vano di sela tawanya .
" rasain lo sok kecakepan sih " El tak kalah keras menertawakan adit.
" sialan lo berdua ,temen susah bukanya di bantuin malah di ketawain " adit memasang wajah masamnya.
" udah ah kalian ngerjain aditnya kebangetan kasian tuh mukanya melas banget " bela feby setelah selesai tertawa.
" eh neng kirain mau belain lo endingnya ngatain juga "
semuanya langsung tertawa terbahak-bahak tak terkecuali feby,dia bisa mengalihkan pikirannya setelah melihat keseruan sahabat-sahabatnya sejenak dia bisa menghilangkan rasa kawatir yang ada dalam benaknya setelah perkataan dina tadi .
" gue kira lo orang baik ya feb,ternyata lo sama aja sama mereka huwa mama temen-temen adit jahat semua,tolongin adit ya allah " kata adit dengan wajah sok sedihnya.
" jijik sok imut banget lo " vano bergidik ngeri dengan tingkah aneh adit.
" wah ternyata masih anak mami lo "
" anak mami kayak gini mau pacarin kita di,nggak level " kata mala lalu bertos ria dengan diana lalu mereka langsung tertawa.
" au ah males gue sama kalian "
" ngambek gue " kata adit seraya berjalan menjauhi para sahabatnya.
" kalian nggak ada yang mau nahan gue apa " adit berbalik menatap para sahabatnya yang hanya melihat saja tanpa menegur ataupun menahan adit agar tidak pergi.
" GAK " jawab mereka serempak lalau tertawa melihat wajah cengo adit.
" ah ngeselin emang kalian " adit benar-benar pergi dari sana entah kemana dia akan pergi.
" udah-udah kasian adit kita susulin aja yuk" ajak feby yang kasian melihat adit dikerjai oleh para sahabatnya.
__ADS_1
" kuy lah " jawab mereka serempak lalu beranjak berdiri dari sana untuk mengikuti adit yang sudah tak terlihat lagi.