
Perjalanan pulang yang cukup panjang untuk mereka berdua yang hanya diisi keheningan di dalam mobil itu.
El melirik sekilas ke arah feby yang hanya menatap ke arah luar jendela. beberapa saat El mencoba tidak perduli tapi dia menengok lagi ke arah feby melihat seksama dan ternyata feby tengah tertidur pantas saja dia hanya diam saja.
El tersenyum melihat wajah polos feby yabg tertidur terlihat lebih cantik bagi El.
sesampainya di depan komplek El hanya diam saja,bingung harus berbuat apa.
dia ingin membangunkan feby tapi kasian feby terlihat sangat pulas tidurnya.
El ingin mengantarkannya sampai depan rumah tapi dia tidak tahu dimana rumah feby dan ini juga sudah malam dia tidak enak hati jika bertamu malam-malam.El memutuskan untuk menunggu feby bangun.
setengah jam berlalu feby belum juga bangun,El bingung harus berbuat apa.
dia memejamkan singkat matanya.
" udah nyampe ya " suara feby memecah keheningan disana.
El membuka matanya " iya udah setengah jam yang lalu " kata El nyengir.
" ya tuhan kok lo nggak bangunin gue sih " kata feby merasa bersalah.
" gue lihat lo tidur nyenyak banget jadi nggak tega gue bangunin " kata El cengengesan.
" ah udah malem banget kan ini pasti mama papa gue nyariin "
" gue pulang dulu ya,makasih " kata feby panik langsung turun dari mobil.
" feb " panggil El saat feby sudah keluar dari mobil.
" ya "
" besok gue jemput " kata El nyengir dia bingung harus bicara apa.
" ok,lo hati-hati " feby langsung berlari meninggalkan El yang tersenyum manis,
El langsung melajukan mobilnya saat feby sudah tidak lagi terlihat.
feby berlari menyusuri jalanan komplek itu sesampainya di depan pintu gerbang feby langsung disambut oleh suara securitynya " Eh non baru pulang ?"
" iya pak feby masuk dulu " teriak feby setelah memasuki gerbang seraya berlari.
saat sampai di depan pintu rumah mendadak jantung feby berdebar dengan cepat.baru kali ini dia pulang selarut ini . feby mencoba menetralkan detak jantungnya.menghela nafas berulang kali agar lebih tenang.
" dari mana aja ?" suara wahyu menggema saat langkah kaki feby baru saja memasuki rumah.
" em itu pa,feby " kata feby gelagapan.
" anak papa udah besar ya sekarang udah berani pulang malam ?" kata papa feby lembut seraya mendekati anaknya.
__ADS_1
" pa maafin feby " kata feby memeluk papanya.
" papa sama mama nggak pernah marah sama kamu sayang"
" tapi bukan berarti kamu pergi tanpa kabarin kita " kata mama feby mengelus .
" maaf ma hp feby lowbat " kata feby merasa bersalah.
" kamu udah makan sayang " mama feby bertanya dengan suara lembut yang membuat feby semakin merasa bersalah.
" udah ma " kata feby tertunduk.
" sekarang kamu istirahat,besok sekolah kan " kata wahyu dengan tersenyum.
febypun mengangguk setuju dan pergi menuju kamarnya untuk tidur.
•••
pagi harinya feby sudah bersiap dengan seragam sekolah miliknya,dia berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga menuju meja makan untuk sarapan.
" mbak buatin bekel lagi ya " kata feby pada mbak ida pembantu rumah tangganya yang segera di angguki olehnya.
" kamu di jemput lagi sayang " tanya feronika seraya memasukan nasi goreng ke dalam.mulutnya.
" iya ma " kata feby menunduk takut mamanya tidak mengizinkan.
" tapi jangan pulang malem lagi ya " wahyu menambahkan dia hanya cemas jika putrinya pulang larut malam.
" feby berangkat ya ma,pa " kata feby bersalaman lalu mencium pipi mama dan papanya.
feby keluar rumah tak lupa membawa bekalnya.
" nggak bawa mobil lagi non ?" tanya pak tono.
" hehe nggak pak,feby duluan ya pak " kata feby berlalu pergi dari sana.
" eh non feby di jemput lagi ya " pak budi tersenyum menggoda nona mudanya.
" iya pak budi bukain gerbangnya dong " kata feby balas tersenyum.
pak budi segera membukakan pintu gerbangnya dan feby langsung berlari keluar gerbangnya.untuk menemui El yang sudah menunggunya.
" udah lama nunggu ?" kata feby setelah.memasuki mobil milik El.
" ya lumayan " kata El tersenyum melihat ke arah tangan feby yang menggenggam kotak bekal yang sekarang menjadi favorit El.
" eh ini buat lo pasti belum sarapan kan ?" tanya feby yang melihat El terus memperhatikan kotak bekalnya.
" em ya lo selalu tahu tapi kan tangan gue lagi nyetir " kata El nyengir.
__ADS_1
" iya deh gue suapin " feby mengambil roti di kotak bekal itu lalu menyuapi El.
"em feb" panggil El pelan.
" nih " feby menyodorkan rotinya.
" bukan ini feb " kata El setelah menelan rotinya.
" terus "
" lo jadi kan bantuin gue buat ngomong sama vano " kata El takut-takut.
" oh itu iya jadi nanti gue coba " kata feby santai.
" thanks banget feb " El terlihat sangat bahagia.
" udah sampai nih gue duluan ya" feby berpamitan lalu keluar dari dalam mobil.
El hanya mengamati langkah feby yang keluar dari mobil menyusuri koridor-koridor menuju kelasnya.
El keluar dari mobil dan berjalan menuju kelasnya,sesampainya di kelas sudak ada kedua sahabatnya yabg sedang sibuk sendiri,El tidak menyapanya dia melewati meja mereka lalu duduk di mejanya.
" lo bareng feby lagi ?" tanya adit menengok ke arah El.
" yoi " jawab El santai ,vano hanya melirik acuh lalu meneruskan membaca bukunya.
" kemajuan banget dong " kata adit tersenyum senang.
" ya gitu deh ,dah lah mau tidur gue " kata El langsung membenamkan kepalanya pada lipatan tangan diatas meja.
" semalem nggak tidur apa lo " tanya adit yang masih penasaran.
" gue tidur jam 3, habis nganterin feby gue ke bar dulu baru pulang " kata El santai larena memang mereka sering menghabiskan waktu bersama di bar.
vano sedikit menyimak pembicaraan adit dan El,
" lo mabuk ?" tanya adit heran,tidak biasanya El akan pergi sendiri.
" sedikit " jawab El acuh.
" emang lo anterin feby jam berapa ?" tanya adit lagi penasaran.
" ck,kenapa lo jadi bawel sih " El kesal karena sedari tadi adit terus bertanya.
"elah gitu aja ngegas lo " jawab adit dengan mimik wajah dibuat-buat.
" jam 11 gue anterin feby pulang " kata El lalu membenamkan kepalanya lagi.
" gila malam banget " adit kaget dengan jawaban El.
__ADS_1
tapi El hanya diam saja dan ternyata dia sudah todur.