Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 45


__ADS_3

wahyu dan keluarganya sekarang sedang berkumpul di ruang keluarga,setelah tadi dika dan feby berganti pakaian. kini feby tengah bermanja dengan abang kesayangannya feby tiduran di atas paha abangnya.


" dek tadi kenapa lo hujan-hujanan ?" tanya dika seraya mengelus rambut adiknya yang masih sedikit basah.


" gak papa bang " jawab feby lemas sebenarnya masih ada yang mengganjal di hatinya


" kamu kok lemes gitu sayang kamu sakit ?" tanya feronika menempelkan tangannya di dahi feby.


" nggak ma feby cuma capek aja " feby mencoba tersenyum dihadapan keluarganya.


" yaudah kamu istirahat dulu aja sana sayang " kata wahyu lembut.


" nggak pa nanti kalo feby tidur abang ninggalin feby lagi " kata feby menatap wajah dika sebentar lalu memeluk dika menenggelamkan wajahnya di perut dika.


" nggak sayangnya abang,kan abang udah janji nggak bakal tinggalin kamu lagi " kata dika sebenarnya hatinya cukup sakit melihat adiknya yang ternyata selama ini selalu memikirkannya.


" iya sayang kamu istirahat ya " feronika mengelus lembut rambut putrinya.


" kita kekamar ya sayang abang temenin deh " dika terus mencoba membujuk adiknya dia tidak mau feby sakit lagi.


" sayang " panggil dika pelan dia melihat kearah kedua orang tuanya .


" feby sayang " panggil feronika tapi masih tak ada jawaban dari feby.


" feby sayang,kita kekamar ya " wahyu mencoba melepaskan pelukan feby pada dika dan ternyata feby sudah tertidur.


" kamu bikin kita kawatir aja sayang " feronika mencium gemas putrinya walaupun feby sudah remaja tapi feronika tetap menganggapnya seperti putri kecilnya.


" yaudah ma pa dika bawa feby kekamar ya ,mama sama pap tidur gih udah malem " pamit dika lalu menggendong tubuh feby ke kamar milik feby.


" hati-hati sayang " teriak feronika yang tidak dijawab dika.


" yaudah ma kita kekamar " wahyu mengedipkan sebelah matanya yang di hadiahi tabokan oleh feronika.


•••


pagi harinya feby masih setia dibawah selimut kesayangannya dia sungguh enggan pergi kesekolah untuk bertemu si bren***k itu.ditambah semalam dia kehujanan membuatnya sedikit pusing.


dika baru saja keluar kamar lalu menuruni anak tangga menuju meja makan hanya menggunakan celana diatas lutut dan kaos oblongnya .disana dika hanya melihat kedua orang tuanya .


" morning ma ,pa " sapa dika mencium pipi mama dan papanya.


" feby mana ma ?"


" mama juga nggak tahu kenapa feby belum turun " kata feronika seraya mengambilkan nasi goreng ke piring suaminya.

__ADS_1


" yaudah dika panggilin dulu ya ma "


" kamu nggak kerja bang ?" tanya wahyu karena dika hanya mengenakan kaos rumahan.


" dika ngambil cuti beberapa hari pa buat nemenin feby " kata dika menaiki anak tangga menuju kamar feby.


tok tok tok


dika mengetuk pintu tapi tak kunjung ada jawaban " dek abang masuk ya " dika memasuki kamar feby yang kebetulan tidak di kunci.


" dek bangun kamu nggak mau sekolah " tanya dika seraya duduk di atas ranjang menyibakkan selimut yang menutupi wajah adiknya tapi feby tak kunjung membuka matanya di pegangnya dahi feby dengan bahu tangannya .dika merasakan suhu tubuh feby yang cukup panas.


" dek kamu sakit " tanya dika lembut di telinga feby.


" em bang,feby pusing feby nggak sekolah dulu ya " kata feby tanpa membuka matanya.


" mau abang anterin ke dokter ?" tanya dika kawatir.


" nggak banh istirahat bentar aja nanti juga sembuh "


" yaudah abang tinggal ya nanti abang suruh mbak ira buat bawain makanan kamu " pamit dika mengecup singkat dahi feby lalu turun menuju meja makan.


sesampainya di meja makan dika langsung diberi pertanyaan oleh mama dan papanya.


" feby nggak sekolah ya dik ?" tanya papa wahyu .


" feby pusing ma ,pa jadi dia mau istirahat dulu dirumah " kata dika seraya menarik kursi untuk diduduki.


" feby sakit yaudah mama lihat dulu " sebelum feronika pergi dika lebih dulu berbicara.


" feby butuh istirahat ma ,biarin aja dulu "


" yaudah kamu jagain adik kamu papa berangkat kerja dulu ya " pamit wahyu mencium kening istrinya dan mencium pipi dika.


" hati-hati pa " teriak dika karena papanya sudah tak lagi terlihat.


" ini den makanan non feby mau mbak yang anterin atau aden ?" tanya mbak ira hati-hati.


" nanti aku aja mbak "


" yaudah kamu jagain adik kamu,mama sama mbak ira mau belanja dulu " pamit feronika setelah mengambil tasnya lalu mengajak pembantu rumah tangganya itu untuk menemaninya.


" sip ma " jawab dika lalu feronika beranjak pergi meninggalkan rumah .


setelah selesai makan dika membawa makanan feby ke kamarnya .

__ADS_1


•••


disekolah jam pertama sudah dimulai mala dan diana sedang cemas karena sahabatnya tak kunjung datang.


" di feby nggak masuk kenapa ya,apa dia sakit tapi kemarin dia baik-baik aja " mala berbicara dengan berbisik karena didepan kelas sudah ada guru yang mengajar.


" nggak tahu gue juga,tadi gue telvon nggak aktiv nomernya " kata diana tak kalah berbisik seraya tangannya sibuk menulis.


" terus gimana dong di " kata mala lemah lalu menelungkupkan kepalanya dilipatan tangan.


diana hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mala ,sebenarnya dia sangat mencemaskan feby tapi dia juga bingung harus bagaimana.


tet tet tet...


bel istirahatpun berbunyi mala dan diana rasanya ingin sekali bolos lalu pergi kerumah feby tapi mereka tahu feby pasti akan marah besar .


akhirnya mereka menuju kantin untuk sedikit menghilangkan bebam pikiran mereka.


" ck nggak asik banget sih nggak ada feby " kata mala seraya duduk di kursi kantin setelah memesan segelas jus alpukat dia tidak nafsu makan hari ini.


" iya nih,kita cuma berdua lagi " diana ikut duduk disamping mala seraya menyeruput jus mangga kesukaannya dia juga tidak pesan makanan karena malas.


" ntar pulang sekolah kita kerumah feby aja yuk di " kata mala menatap memohon ke arah diana .


" kuy lah gue juga kawatir takut feby kenapa-napa " jawab diana yang di angguki mala.


" hallo ciwi-ciwi cantik kok cuma berdua aja nih yang satu mana ?" teriak adit heboh menghampiri meja diana dan mala.


" ck brisik " jawab diana acuh.


" bacot banget sih lo jadi cowok ,bisa diem nggak ?" teriak mala marah.


" woy santay dong gue kan cuma tanya " adit langsung duduk di ikuti El dan vano.


" feby mana di ? dari semalem gue hubungi nomernya nggak aktif " tanya El pada diana.


" gue juga nggak tahu ,gue telvon juga nggak bisa " jawab diana lemah.


" mungkin feby ada urusan " jawab vano asal.


" atau jangan-jangan lo sakitin sahabat kita ya El " teriak mala mulai emosi diana yang mendengar penuturan El pun langsung melotot ke arah El.


" ya nggak lah lo lihat kan kemarin kita masih baik-baik aja " kata El mencoba menjelaskan.


diana dan mala pun mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2