
El terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh pikirannya sangat kalut dia bahkan sudah tidak bisa berfikir jernih sekarang entah apa yang harus di lakukannya sekarang wanita yang sangat dicintainya kini sangat membencinya .
suara dering televon membuyarkan lamunan El dengan berat hati dia mengangkat telvon ayahnya.
" hallo " sapa El dengan suara malas .
" ke perusahaan sekarang " kata bima yang tak ingin di bantah lalu memutuskan sambungan telvonnya sebelum El menjawab.
"ck " El nerdecak kesal tapi dia tetap melajukan kendaraanya menuju perusahaan ayahnya.
membutuhkan waktu hampir 1 jam hingga akhirnya El sampai di perusahaan besar berlogo ABIMANA group.
El langsung memasuki perusahaan itu semua karyawan tahu bahwa pria yang baru saja masuk itu adalah tuan muda mereka.
El memasuki lift lalu menuju keruangan ayahnya ,moodnya masih buruk dan ditambah ayahnya yang membuat semakin buruk.
sesampainya di lantai 15 El langsung menuju keruangan bertuliskan Presdir tanpa mengetuk pintunya.
" kenapa yah ?" tanya El to the point .
" 2 perusahaan besar mencabut saham mereka tanpa sebab El " bima terlihat frustasi padahal sangat sulit mendapatkan kontrak kerjasama itu tapo setelah mendapatkannya justru kedua perusahaan itu menarik sahamnya.
" terus hubungannya sama El apa ayah ?" tanya El dia belum bisa mencerna setiap kata-kata ayahnya pikirannya sedang kalut sekarang.
" kamu pewaris tunggal keluarga abimana Elrangga jadi kamu harus buat perusahaan kita maju lagi,karena dua perusahaan yang mencabut sahamnya kita hampir bangkrut " kata bima marah-marah.
" ck iya ,El bakal urus tapi nggak sekarang yah kasih El waktu oke " karena saat ini pikirannya sedang tidak bisa di ajak kompromi akhirnya El meminta waktu pada ayahnya.
" sampai kapam El ?" tanya bima geram.
" seminggu,setelah ini El bakal fokus majuin perusahaan" kata El lalu berlalu pergi dari sana.
" kenapa anak itu tidak biasanya dia sedingin ini " batin bima menatap punggung putranya yang sudah menghilang.
•••
__ADS_1
setelah El keluar dia langsung menuju tempat dimana mobilnya terparkir. dia langsung masuk dan duduk di kursi kemudi.
" ahhhh " teriak El seraya memukul mukul setir mobilnya.
" kenapa makin banyak masalah sih "teriak El merasa sangat frustasi dengan keadaan yang sekarang.
El menyalakan mobilnya lalu menjalankannya menembus jalanan padat siang ini pikirannya harus di jernihkan dia menuju ke sebuah cafe milik sahabatnya vano.
butuh waktu 30 menit hingga akhirnya dia sampai di cafe milik vano. El langsung memasuki cafe itu dan duduk di kursi pojok .
" permisi mas mau pesan apa ? " tanya salah satu pelayan dengan sopan.
" kopi hitamnya aja satu " kata El dan pelayan itu mengangguk paham lalu pelayan itu pamit untuk membuatkan pesanan El.
disana El hanya terus melamun entah apa yang dipikirkannya bahkan dia masih mengenakan sragam SMA tanpa berniat menggantinya.
" silahkan pesanannya mas ,selamat menikmati " kata pelayan itu tersenyum manis karena sedari awal dia sudah tertarik dengan El tapi El hanya acuh.
" hm "jawab El hanya berdehem tanpa berniat melihat ke arah pelayan itu,merasa di abaikan akhirnya pelayan itu pergi.
seakan buntu dia tak dapat menemukan cara untuk meminta maaf kepada feby,dia tahu kesalahannya terlalu besar.
" ck kemana aja sih lo kita berdua udah muter-muyer nyariin lo dan ternyata lo ada di sini " adit yang tiba-tiba datang dengan bersungut kesal.
" ganggu aja sih lo berdua gue lagi pengen sendiri "
" sendiri pala lo cafe gue rame gini,gue rasa karena feby otak lo jadi nggak berfungsi " kata vano yang juga kesal dengan sahabatnya itu.
El menatap kearah vano tidak biasanya sahabatnya yang satu ini ngomel kaya emak-emak. " ck kenapa lo jadi ikutan bawel kaya adit sih" El berdecak malas tapi pandangannya tiba-tiba tertuju pada pipi kedua sahabatnya yang merah.
" kenapa pipi kalian merah gitu ?" tanya El heran.
" ya ini gara-gara lo kita di tampar betina galak " kata adit bersungut kesal mengingat dia di tampar mala dan hanya bisa di saja.
" kalo lo mending cuma merah lha gue sampai berdarah gini ,bar-bar banget tuh betina " vano mencak-mencak sendiri ternyata kekuatan diana tak diragukan lagi.
__ADS_1
" siapa sih yang lo berdua maksud gue nggak paham "
" diana sama mala ,mereka nggak trima sahabatnya lo sakitin dan kita jadi korbannya "
" padahal gue udah sayang sama feby tapi kenapa jadi kayak gini sih " El menjambak rambutnya frustasi mengingat setiap hal yang dia lakukan bersama feby.
" lo yang sabar El besok kita coba bicarain sama feby ,semoga aja dia bisa ngerti " vano mencoba menenangkan sahabatnya.
" malam ini ngebar yuk,pengen ngrefresh otak gue " ajak El pada kedua sahabatnya.
"ayok lah lama juga nggak ngebar gue " adit menyetujui ajakan El.
" gue ikut aja lah " kata vano seraya memainkan ponselnya sesaat setelahnya dia melotot .
" kenapa melotot gitu lo ntar ngeglinding tuh mata " jawaba adit ceplas ceplos.
" bangsat FAP company sama DAP company batalin kerjasama sama perusahaan bokap dan kalian tahu perusahaan bokap gue di ujung kebangkrutan " Vano dibuat frustasi dengan berita yang batu saja dibaca.
" njir punya bokap gue juga " adit yang baru saja membuka ponselnya juga terkejut.
" punya bokap gue juga dan gue di suruh nylesain ini semua pusing gue " keluh El.
" kita keruangan gue ,kita bahas disana " ajak vano lalu naik ke atas dimana ruangannya berada di ikuti kedua sahabatnya.
" jadi apa yang mau lo omongin van ? " tanya adit karena El sedari tadi hanya diam.
" kita selidiki siapa pemilik dua perusahaan besar itu baru kita tahu penyebab mereka batalin kontrak kerja sama itu dan menarik saham dari perusahaan bokap-bokap kita "
" yaudah kita mulai dari mana nih ,gue nggak ngrti soal perusahaan kalo masalah bengkel baru gue tahu " kata adit nyengir.
" gue bakal coba bantu setelah masalah gue sama feby selesai sebelum itu gue nggak bisa " kata El menyandarkan punggungnya pada sofa ,mendongakkan kepalanya menatap langit-langit ruangan vano.
" oke gak masalah ,eh dit lo kan pinter nih ngretas data lo coba retas data dua perusahaan itu gue bakal coba cari info soal pemiliknya " kata vano mulai sibuk dengan laptopnya.
adit mengangguk paham lalu mencoba mengotak-atik laptop miliknya juga.
__ADS_1