
mobil hitam El melaju membelah jalanan kota setelah mengantar feby pulang kerumahnya dengan keadaan selamat.El mengendarai mobilnya menuju apartemen miliknya.
setelah memarkirkan mobilnya El langsung menuju ke apartemennya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
sesampainya di apartemen El langsung menghempaskan tubuhnya di sofa,pikirannya kembali menerawang akan perkataan feby soal gilang. El kira setelah mereka saling memaafkan semua akan berjalan mulus tapi ternyata semua semakin sulit saja .
El tahu kesalahannya di masa lalu memang tak semudah itu di maafkan. sungguh memikirkannya saja membuat kepalanya serasa mau pecah.
ini baru satu abangnya gimana yang lainnya " arghhhhh " El mengeram ftustasi. gimana cara dia menjelaskan pada gilang sedangkan keberadaan gilang saja masih belum diketahui.
El mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
" gue mau lo cari seseorang,gue kasih waktu 3 hari ,ntar gue kirim fotonya "
tanpa menunggu jawaban El mematikan sepihak sambungan telvonnya dan melemparkan asal ponselnya di kasur.
El langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya.
•••
__ADS_1
pagi pun menjelang ,di sebuah rumah yang hanya di huni seorang pria terlihat masih sangat sepi. mungkin pemiliknya masih bergelut dalam alam mimpi.
hingga suara dering ponsel memecah kesunyian rumah itu membuat sang pemilik ponsel mau tidak mau harus bangun dati tidurnya.
" ck siapa sih brisik " katanya masih dengan.mata tertutup.tangannya sibuk mencari benda pipih yang sejak tadi berdering.
" hal-"
" bgst lo apain adek gue hah? udah gue bilang kan jagain kenapa malah lo buat nangis anjir lo udah bosen hidup, gila ya lo baru beberapa hari gue balik udah ada aja masalah "
" lo dengerin gue nggak sih ?"
" satya " lirihnya.
" heh lo dengerin gue nggak sih anying ?"
" iya nyet gue denger,emang ada apa sih ?"
" kenapa lo buat feby nangis sih lang? kalo dika tau gimana ,mampus lo ntar gila lo ya " makinya.
__ADS_1
akhirnya gilang sadar arah pembicaraan si penelpon jadi ini masalahnya pikir gilang.
laki-laki itu adalah gilang yang semenjak kedatangannya kemarin dia baru bangun. mungkin karena kondisi tubuh dan pikirannya membuatnya tidur begitu lama.
"ck paan sih nggak jelas,lo tanya aja sama adek kesayangan lo tuh apa yang udah dia lakuin " katanya berdecak malas.
" gue tau tapi lo nggak usah kabur-kaburan lah kek bocah "
" udah lah ntar kalo gue udah tenang gue balik,kali ini gue butuh waktu dulu sat " katanya mencoba memberi pengertian pada sahabatnya itu.
" ck lo kenapa tiba-tiba jadi kekanak-kanakan gini sih ?" tanya satya heran.
" lo bilang gue kekanak-kanakan ,lo gila setelah apa yang dilakukan pria sialan itu dengan mudahnya dia memaafkannya.gue nggak bisa terima gitu aja lah " nada bicara gilang mulai berubah marah.
" gue tahu tapi lo juga tahu selama ini feby juga tersiksa kan,lo tahu dia masih sayang sama El dan kita nggak bisa gitu aja nyalahin El nggak semua salah El " kata satya mencoba memberikan pengertian.
" persetan sama salah paham gue nggak perduli,urusin adek lo tuh gue nggak perduli dan jangan ganggu gue apalagi cari gue" kata gilang langsung mematikan sepihak sambungan telvonnya dan melempar asal ponselnya.
" arggggghhhhhh bgst " teriak El marah ,dia langsung memasuki kamar mandi mungkin dengan mandi akan menjernihkan pikirannya.
__ADS_1