
setelah kepergian satya feby masih setia duduk di cafe sendiri menikmati secangkir coklat panasnya yang mungkin sekarang sudah dingin karena terlalu lama.
tempat duduk yang mengarah keluar membuatnya dapat melihat langit yang kini sudah berwarna jingga ,suasana cafe semakin ramai.
ditengah lamunannya feby dikagetkan dengan suara seorang pria yang menurut feby tak asing tapi feby lupa suara siapa.
" maaf mbak boleh saya ikut duduk ?" tanya prua itu sopan.
" ha " feby masih linglung dan tak begitu paham maksud pria itu.
" tempat duduk di cafe ini penuh dan yang kosong cuma yang didepan embak " kata pria itu menjelaskan masih dengan sopan.
feby mengedarkan pandangannya dan benar saja cafe itu sudah penuh saking ramainya.
" silahkan " jawab feby juga sopan walau masih terdengar cuek.
" terimakasih " pria itu lalu duduk didepan feby dan berkutat dengan laptopnya ,feby pun hanya acuh dia menikmati keindahan suasana sore dicafe itu.
sejenak feby menyecap coklatnya yang mulai dingin ,tanpa sengaja matanya jatuh pada manik mata coklat milik pria itu .manik mata yang mengingatkan feby dengan pria 6 tahun lalu ,manik mata yang selalu dia rindukan.
manik mata yang selalu menatapnya penuh cinta tapi feby langsung menampik pikiranya tatkala dia mengingat betapa dalamnya pria itu memberikan luka yang sampai sekarang masih berbekas.
pikirannya menerawang memikirkan pria di masa lalunya yang membuat hidupnya berubah bukan feby tak mau membuka hatinya lagi untuk orang baru tapi dia takut terluka lagi dan juga sejujurnya cinta itu masih tetap bersemayam dihatinya pria itu masih menempati tempat tertinggi dihatinya .
pria yang membuat dunia yang dulunya penuh warna kini berubah menjadi dunia yang kelam ,senyum yang selalu feby tampilkan hanya untuk menutupi luka dan airmatanya.
feby terlalu larut dalam kenangannya dan tanpa sadar air matanya mengalir hingga membuat pria didepannya menatap heran feby kenapa saat melamun wanita ini bisa menangis.
pria tadi menatap lekat wajah wanita didepannya yang meningatkan dengan wanita yang dicintainya .
" mbak " panggil pria itu tapi tak ada jawaban .
" mbak " panggilnya lagi sedikit keras tapi feby masih saja melamun.
" mbak " pria itu mengibaskan tangannya didepan feby dengan suara yang sedikit mengeras.
__ADS_1
" ah iya maaf ,kenapa " tanya feby setelah sadar dari lamunannya.
" kenapa anda menangis " tanya pria itu karena feby belum sadar jika dia menangis.
" eh nggak " feby langsung menghapus airmatanya ," maaf saya permisi " feby langsung bergegas pergi dari sana sebelum pria didepannya terlalu banyak bertanya.
" eh mbak mbak " teriak pria tadi tapi feby terus saja berlari keluar tanpa mengidahkan panggilan dari pria tadi.
" kenapa gue jadi keinget feby ya ,dia dulu sering tiba-tiba nangis,feb lo dimana apa lo masih inget sama gue,apa segitu bencinya lo sama gue sampai lo nggak mau kembali kesini ?" tanya pria itu yang ternyata dia adalah Elrangga satya abimana . El menyandarkan punggungnya disandaran kursi tangannya menutup wajahnya .
El sungguh dibuat frustasi selama 6 tahun dia mencari feby tapi tak juga kunjung menemui titik temu.
sedangkan diluar cafe setelah feby keluar feby langsung masuk kedalam mobilnya.
" gue kenapa sih,kenapa gue harus nangis lagi sih"
" ahhhhhh, lupain dia feby lo bisa lupain dia " feby langsung menyalakan mobilnya untuk pulang kerumah.
setelah kepergian feby terlihat dua mobil memasuki cafe itu dan yang keluar dari mobil itu dua pria tampan yang menjadi idola banyak wanita.
" iya kenapa lo kaya orang frustasi gitu sih " adit duduk didepan El yang masih menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
" gue keinget feby " jawabnya dengan nada lesu.
" udah 6 tahun El ,kapan sih lo move on ?" tanya vano serius.
" nggak semudah itu van,gue harus ketemu feby gue mau minta maaf sama dia "
" ck lo itu ganteng El 6 tahun ngejomblo emang nggak bosen ?" tanya adit asal.
" eh beg* lo ngaca sana situ juga jomblo " vano menjitak kepala adit.
" aw sakit van,lo sediri juga jomblo kan "
" ck udah lah kenapa kalian malah debat sih tambah pusing gue " El melerai perdebatan mereka karena semenjak 6 tahun lalu mereka jadi sering berdebat nggak jelas.
__ADS_1
" yaudah lah gue mau pesen aja " adit memanggil pelayan lalu memesan makanan dan minuman.
" btw ini kenapa ada gelas kosong,lo tadi sama siapa ?" tanya vano karena melihat gelas feby tadi yang belum sempat dibereskan oleh pelayan.
" oh itu tadi ada cewek yang duduk disini karena tempatnya penuh gue izin buat duduk disini eh dia ngizinin " jawab El fokus dengan laptopnya.
" terus kemana ceweknya ?" tanya adit antusias.
" urusan cewek aja langsung nyamber lo " vano mengejek adit.
" udah pergi tadi dia nangis nggak tahu kenapa "
" lo buat cewek nangis ?" tanya vano dan adit serempak.
" pala lo ya nggak lah gue ngobrol aja nggak,tiba-tibadia nangis dan ya dia ngingetin gue sama feby yabg sering nangis " kata El lemah.
" terus cantik nggak ceweknya " tanya adit mengalihkan kesedihan El.
" nggak begitu gue perhatiin "
" emang lo nggak ngobrol sama dia ? " tanya vano heran.
" eh iya emang cewek itu nggak terpesona sama lo biasanya kan kalo cewek lihat lo langsung histeris gitu "tanya adit penasaran.
" eh iya dia malah diem aja sibuk ngelamun terus nangis habis itu pergi bahkan lihat gue aja cuma sekilas " heran El,El memang terkenal dingin tapi hanya diluar berbeda jika dia bersama keluarga dan sahabatnya.
" udah lah gue mau nyelesain ini dulu " El kembali fokus pada laptop didepannya.
" ck kita nongkrong mau seneng-seneng tapi lo malah sibuk ngerjain kerjaan kantor " adit berdecak malas karena El selalu gila kerja.
" udah nggak usah bawel lo makan aja sepuas lo ntar gue yang bayar " kata El tanpa mengalihkan pandangannya .
" kalo gini kan gue seneng " adit langsung memesan makanan lagi.
" dasar lo aji mumpung " vano mencibir adit.
__ADS_1
" biarin aja toh El nggak keberatan ini "