
Cahaya matahari mulai masuk ke celah-celah cendela kamar Dava, seketika Dava terbangun untuk segera bergegas mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor.
Sebelum Dava mengurusi perusahaan Papahnya di Korea, Dava juga sudah diberikan tanggung jawab untuk mengurusi perusahaan Papahnya yang ada di Jakarta.
"Pagi Pah, Mah.." .Dava berjalan ke ruang makan menghampiri Papah dan Mamahnya yang sedang mempersiapkan makanan bersama Bik Ijah.
"Pagi juga Dav, buruan sarapan sebelum berangkat ke kantor". ucap Fatma sambil meletakkan sayur di atas meja makan.
#Rumah Ernes......
"Bun, Ernes berangkat ke kampus dulu yaa.. " Sambil memeluk ibundanya.
"Ehh.. tumben berangkat sendiri, biasanya kamu barengan sama Indria" heran Yusnita.
"kemarin mobilnya Indria di titipin ke Ernes, jadi ini Ernes mau jemput Indria sekalian berangkat bareng bun"Ernes berjalan mengambil kunci mobil dan bergegas untuk pergi menuju rumah Indria.
Sampainya di rumah Indria, mereka segera berangkat ke kampus.
"In, ntar kalau jadi lo selesai kuliah pulang sendirian enggak apa-apa kan?" ucap Ernes sambil mematikan mesin mobil.
"Tumben lo pulang gak bareng gue" Sambil melangkah keluar dari mobil.
"Ehmzzz... gue kayaknya ntar kalau jadi bakalan di jemput Mas Dava" jawab Ernes sambil salah tingkah.
"Mas Dava, siapa?" teriakan Indria yang hampir terdengar oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka, seketika Ernes membungkam mulut Indria dan Ernes mulai menceritakan asal mula kenal Dava.
Selesai bimbingan, hp Ernes berbunyi. Segera Ernes membaca isi pesannya.
DAVA 📱
Selesai kuliah jam berapa nes?
ERNES 📱
Sudah kok mas barusan
DAVA 📱
Aku kesitu sekarang yaa
Seketika Ernes merasa deg deg an, karena baru kali ini ada seorang laki-laki yang menjemputnya kuliah selain Ayah dan Kakaknya
#di parkiran kampus....
"Beneran nih Nes, gue pulang duluan?" cemas Indria pada sahabatnya.
"Beneran gapapa In. lo duluan aja. ini katanya mas Dava bentar lagi sampai kok" wajah Ernes yang meyakinkan Indria, seketika ada seorang laki-laki yang mendekati mereka.
"Maaf sudah nungguin lama ya?" Tanya Dava pada Ernes.
"Enggak kok mas Dav, aku baru aja keluar dari kelas"
"Ohh.. jadi ini Nes mas Davamu? iya udah kalau gitu gue pulang dulu ya. takut ganggu heheh" Ucap Indria sambil meninggalkan mereka berdua.
"Ayo nes kita pergi sekarang" ajak mas Dava di ikuti oleh Ernes yang berjalan di belakangnya.
Rasa Canggung menghampiri mereka berdua sehingga mereka hanya saling terdiam sampai mereka tiba di tujuannya yaitu kedai ice cream.
"Kamu mau rasa apa Nes?" tanya Dava
"Aku suka coklat sama vanila" sambil membolak-balik daftar menu ice cream.
__ADS_1
"Kamu suka Es Cream?" tanya Dava tiba-tiba yang membuat mata Ernes tertuju padanya.
"Iya mas, suka banget, bukan hanya rasanya yang enak tapi bila hati kita lagi panas atau penat, cuma es krim mas yang bisa membuat hati kita jadi dingin hehehehe... menurutku sih"
"hehehehe..kamu itu lucu juga ya Nes" tawa Dava yang membuat Ernes merasa malu.
"mas Dava ada-ada aja, aku kan jadi malu mas" ucap Ernes sambil menutupi mukanya.
"Ngomong-ngomong kamu kuliah ambil jurusan Nes?"
"Aku ambil jurusan Desain Interior"
"terus kamu mau langsung kerja atau mau lanjutin S2?" tanya Dava sambil menerima pesanan es krimnya yang sudah jadi.
"Aku sih inginnya kerja dulu, baru dehh nerusin S2, karena menurutku lanjutin S2 dengan kerja keras sendiri itu lebih greget hehehe" sambil memakan es krim yang ada di depannya
"aku suka dengan cara berfikirmu. menurutku itu sangat mandiri"
"hehehehe. makasih mas atas ujiannya" sambil tersenyum malu.
Selesai makan es krim Dava mengantar Ernes pulang ke rumahnya.
"Makasih mas Dav buat traktiran es krimnya" sambil berjalan keluar dari mobil Dava
"iya sama sama. aku balik dulu yaa" menjalankan mobilnya meninggalkan Ernes.
"Tumben pulang sore Nes, Indria mana?" tanya Yusnita yang sedang duduk di ruang tamu.
"Ernes gak bareng Indria kok bun"
"Terus kamu sama siapa Nes?"
"Aaadddaaadddeeeehhhhh hehehehehe" sambil berjalan ke kamarnya, seketika Yusnita yang melihat tingkah laku anaknya jadi ikut tersenyum.
INDRIA 📱
Nes, besok jadwal tayang filmnya BCL di bioskop dan besokkan mumpung hari libur, yuk nonton!!!
ERNES 📱
Ayuukkk.. jam berapa lo kesini, biar gue bisa siap-siap?
INDRIA 📱
Tapi gue sama Tomas hehehehe, lo ajak aja mas Davamu buat nemenin kamu biar gak jadi obat nyamukku, setuju gak???
(Masak iya gue ajak mas Dava, gue kan baru kenal. iya kalau orangnya mau sih gapapa, tapi kalau gak mau kan bisa malu mukaku nanti) gumam Ernes di dalam hati.
ERNES 📱
Gue tanya Mas Dava dulu yaa
#Rumah Dava...
Dava yang mulai serius menatap layar laptopnya tiba-tiba terbuyarkan mendengar suara hp di sebelahnya.
ERNES 📱
Maaf menganggu mas, mau tanya mas Dava besok sibuk tidak?
DAVA 📱
__ADS_1
Besok pagi aku ada jadwal jumpa klien, tapi siang sampai malem free.
ERNES 📱
Suka nonton gak mas?
DAVA 📱
Suka, mau ajakin aku nonton yaa? boleh aja kok
ERNES 📱
hehehe.. iya mas besok malem, tapi sama temen-temenku gapapa kan mas?
DAVA📱
iya gapapa
(Ada-ada aja kelakuan si bocil satu ini, buat aku ketawa sendiri aja hehehe) gumam Dava di dalam hati.
Keesokan harinya, Indria dan Tomas sudah berada di bioskop terlebih dahulu untuk memesan tiket yang akan tanyang setengah jam lagi.
Ernes yang sudah berdandan cantik akhirnya turun dari kamarnya.
"Cantik banget anak bunda, mau kemana?" tanya Yusnita yang melihat anaknya turun dari tangga
"Ohh iya Bun, Ernes pamit nonton dulu ya, Ernes janji gak akan pulang terlalu malem kok"
tok....tok..tok...
"Iya sebentar" jawab Yusnita sambil berjalan membuka kan pintu.
"Ohh.. Dava, masuk, masuk, mau ajak Ernes main yaa??" Tanya Yusnita to the point.
"Iya tan, apa boleh Ernes saya ajak pergi sebentar?"
"Boleh, itu Ernes sudah dandan cantik, dari tadi udah nungguin kamu loohhh" sambil menyenggol bahu Ernes.
"Ihh.. bunda apaan sih. Udah yuk mas Dav kita berangkat". Ernes dan Dava segera berpamitan pada Yusnita dan segera pergi ke Bioskop.
"Maaf ya agak lama" ucap Ernes.
"Iya gapapa kok santai aja. Lagian ini juga masih
kurang 5 menit lagi kok". jawab Indria
Setelah nonton film mereka berempat segera pergi pulang, karena besok Ernes dan Indria ada jadwal perkuliahan pagi. Ernes melihat Indria dan Tomas yang berjalan bergandengan tangan bagaikan dunia milik kita berdua membuat Ernes menjadi semakin jones.
"kamu kenapa liatin mereka kayak gitu nes?" tanya Dava
"ah enggak kok"
Dava tau perasaannya Ernes, dengan seketika Dava menggenggam tangan Ernes.
(Oohhhhh ya tuhan, jantungku, jantungku kamu kenapa????? ada apa ini, rasanya kenapa berdetak terlalu cepat) gumam Ernes dalam hati.
*Bocil : bocah cilik, maksudnya disini umur Ernes lebih muda dari pada umur Dava.
Dava : 26 tahun
Ernes : 22 tahun
__ADS_1
*Jones : jomblo ngenes, karena Ernes terakhir berpacaran 3 tahun yang lalu , dimana dirinya ditinggalkan pacarnya untuk kuliah di luar kota dan hilang tidak ada kabar. setau Ernes info terakhir dirinya kini sudah mempunyai sosok kekasih yabg baru.