
El kini tengah berdiri didepan sebuah rumah yang cukup minimalis namun mewah,rumah dua lantai yang terlihat sepi. jauh dari perkotaan dan dikelilingi pohon pohon yang rindang,sungguh tempat yang sempurna untuk sebuah pelarian.
haruskah sejauh ini dia berlari,ketempat yang tak pernah seorangpun pikirkan .kukira dia akan lari lebih jauh dari ini ternyata tebakanku salah dia hanya bersembunyi di tempat yang memang membuat pikiran lebih tenang batin El seraya menatap bangunan didepannya.
setelah memantapkan hatinya dia mulai melangkah melewati gerbang kecil menuju rumah itu. entah kenapa langkahnya serasa lambat degub jantungnya memompa dengan cepat bahkan keringat mulai membanjiri pelipisnya
"huh" helaan nafas berat El.
setelah sampai didepan pintu kaca didepannya El mulai mengangkat tangannya dengan ragu untuk menekan bel.setelah beberapa saat menunggu akhirnya sang pemilik rumah keluar dengan wajah terkejut.
" mau apa lo ?" tanya sang pemilik rumah.
" boleh gue bicara sama lo ?" tanya balik El.
__ADS_1
setelah berfikir beberapa saat,mungkin memang harus ada yang mereka bicarakan batin sipemilik rumah.
" masuk " akhirnya sang pemilik rumah mengizinkan El masuk .El terus berjalan mengikuti sang pemilik rumah hingga akhirnya mereka sampai di taman belankang. menyajikan pemandangn kolam renang yang bersatu dengan alam diatas ketinggian.
inilah ketenangan menikmati dinginnya kolam seraya menatap indah karya tuhan yang membentang luas.
mereka duduk dikusri yang disediakan ditepi kolam . sudah terhitung 15 menit dari pertama mereka duduk belum ada yang membuka suara.mereka larut dalam pikiran masing masing. mata merekapun hanya fokus pada pemandangan kolam didepannya tanpa berniat untuk saling menatap.
entahlah setelah mencoba menyusun rangkaian kata yang indah tiba tiba lidah El kelu.tak ada satu katapun yang bisa keluar dari mulutnya. sungguh dia lebih memilih untuk melakukan presentasi meeting didepan klien besar daripada harus duduk berdua dengan orang disampingnya.
" jadi lo mau ngomong apa ?" tanya si pemilik.rumah dengan nada bicara yang dingin.
" gue mau minta maaf " kata El dengan sungguh sungguh.
__ADS_1
" buat ?"
" buat semuanya,buat kejadian 6 tahun lalu,buat kejadian satu bulan lalu,gue tahu gue salah dan gue bakal berusaha untuk memperbaiki itu semua ,kasih gue kesempatan sekali lagi buat nebus kesalahan gue sama feby gue mohon gilang " El mengantupkan kedua tangannya untuk memohon pada gilang.
sang pemilik rumah ternyata adalah gilang yang setelah sebulan ini menghilang akhirnya El dapat menemukannya. El terus berusaha untuk menemukan gilang karena setelah kepegian gilang feby lebih banyak diam bahkan saat bersama dirinya sekalipun.
" lo boleh pukul gue,pukul gue lang pukul lampiasin semua amarah lo sama gue asal jangan minta gue buat jauhin feby lagi gue sayang sama dia,gue tulus sayang sama dia. lampiasin semua amarah lo sama gue tapi setelah itu lo balik lagi temuin feby,gue nggak bisa lihat dia terus murung gue nggak bisa lang " kata El frustasi .ada luka di matanya dan gilang dapat melihat itu ,luka yang sama yang dia rasakan mungkin bahkan luka itu lebih dalam .
tapi gilang jelas masih marah dengan pria didepannya dia juga kecewa dengan feby,tapi disisi lain dia juga menyayangi feby.
setelah sebulan ini dia merenungi semuanya memang tidak seharusnya dia pergi,tidak seharusnya dia menghindar.
bahkan satya berulang kali menasehatinya untuk kembali,terus menerus memberinya kabar tentang kondisi adiknya tapi entah kenapa masih berat untuk gilang kembali.
__ADS_1
hingga hari ini pria yang membuat hubungannya dengan feby merenggang datang menemuinya. awalnya dia kaget bagaimana bisa El menemukannya padahal tak ada seorangpun yang tahu tempat ini.
" huh " helaan nafas berat keluar dari mulut gilang.El sempat menoleh sekilas melihat raut wajah gilang yang tadinya datar kini berubah menjadi sendu.