Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 14


__ADS_3

didalam mobil yang di kendarai oleh El hanya ada keheningan yang tercipta di antara mereka berdua, feby hanya memandang ke arah luar jendela sibuk dengan pikirannya sesekali dia mengambil nafas berat.


" lo kenapa diem aja " tanya El mengalihkan pandangannya ke arah feby yang hanya diam saja.


" gak papa " jawab feby singkat tanpa mengalihkan pandangannya.


" gue ada salah sama lo, kenapa lo cuekin gue gini? "tanya El lagi karena merasa feby hanya mendiamkannya.


" gue cuma agak pusing aja " jelas feby melihat sekilas ke arah El, lalu mengalihkan pandangannya lagi.


" mau gue anterin ke rumah sakit " tawar El menampilkan wajah crmasnya.


" Eh nggak usah, gue udah cukup ngrepotin lo " kata feby tersenyum ke arah El. cukup lama dia menatap wajah El yang sedang fokus menyetir hingga dia menemukan sesuatu yang aneh di wajahnya yang membuatnya mengerutkan dahi. dia mengingat saat di uks tadi seingatnya wajah El baik-baik saja tapi kenapa sekarang ada lebam di wajahnya. tangan feby terulur menyentuh luka lebam di ujung bibir El.


"ssshhh" El berdesis saat merasakan lukanya di sentuh oleh feby. reflek tangannya menyentuh luka itu tapi tanpa sengaja dia malah menyentuh tangan feby. El pun menengok tanpa sengaja mata coklat milik El bertemu dengan mata biru milik feby, sepersekian detik mereka saling bertatap hingga feby yang lebih dulu mengakhiri tatapan itu mengalihkan pandangannya jalanan didepan dan menarik tangannya.


" itu kenapa? "tanya feby tanpa melihat kearah El.


" gak papa tadi jatuh " kata El berkilah dia tidak mau jika feby tahu dia di hajar bima.


feby mengalihkan pandangannya lagi ke arah El yang tengah tersenyum.


" gue anak karate dan lo nggak bisa bohongin gue "


" seinget gue tadi waktu di uks luka itu belum ada, jadi pas lo keluar luka itu ada ,terus itu kenapa? " tanya feby menatap serius ke arah El.


" ck, kenapa lo harus tahu sih kalo ini bukan jatuh " kata El terkekeh.


" gue cowok udah biasa begini " tambah El lagi tersenyum agar feby tenang.


" lo belum jawab pertanyaan gue " kata feby terlihat kesal sambil melotot ke arah El. bukanya takut El malah tertawa melihat feby yang tengah melotot ke arahnya.


" kenapa jadi ketawa sih " kata feby mendegus kesal.


" yah sorry habis muka lo lucu sih " kata El masih dengan tawanya. feby hanya diam saja mengalihkan pandangannya ke luar jendela merasa kesal dengan El.

__ADS_1


" jangan ngambek lah " kata El tangannya terulur mengelus lembut rambut feby yang di kucir kuda.


" makanya jawab pertanyaa gue " kata feby menatap marah ke arah El.


" tadi pas gue mau ke kelas ada yang berantem terus gue pisahin eh malah kena tonjok ya jadi kaya gini " kata El berbohong karena dia tahu jika dia bilang bima yang membuatnya seperti ini feby akan lebih dulu memarahi bima. El sudah punya rencana sendiri untuk memberi pelajaran pada bima.


" di depan ada apotik berhenti dulu " kata feby setelah mendengar penjelasan dari El.


" ada yang sakit? apa lo pusing lagi? kenapa berhenti di apotik? kerumah sakit aja ya gue anterin? " tanya El beruntun dia cemas kenapa tiba-tiba feby berhenti di apotik.


" nggak usah bawel deh berhenti aja " kata feby.


El memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu apotik.


" gue aja yang turun lo tunggu sini aja, lo masih lemah jangan jalan jauh dulu " kata El mencegah feby yang akan turun dari mobil.


feby pun sejenak diam memikirkan perkataan. El yang ada benarnya, kepalanya masih agak pusing jika dia keluar bisa-bisa dia pingsan di dalam apotik.


" beliin gue kapas sama betadin " kata feby setelah beberapa saat diam. lalu memberikan uang kepada El.


" pakai uang gue aja " kata El lalu keluar dari mobilnya dengan kebingungan dalam pikirannya.


setelah membeli barang yang di minta feby El keluar dari apotik membawa kantong kresek lalu dia masuk ke dalam mobil.


" nih " kata El menyodorkan kantong plastik kepada Feby.


feby menerima kantong plastik itu lalu membukanya mengeluarkan selembar kapas dan mengoleskan betandin di kapas itu.


El hanya memperhatikan apa yang di lakukan feby, dia belum menjalankan mobilnya karena feby tadi sempat melarangnya.


feby menengok ke arah El yang tengah menatapnya menggerakan tangannya lalu mendarat kan kapas yang di olesi betadin tadi di ujung bibir El yang lebam.


" sssh "El berdesis merasakan perih di ujung bibirnya.


" tahan ya pasti perih,tapi kalo nggak di obatin ini bisa infeksi " kata feby mengoleskan betadin itu pelan-pelan.

__ADS_1


El hanya diam saja dia memperhatikan setiap inci wajah feby yang sekarang jaraknya sangat dekat, wajah putih yang pucat namun mempunyai pesona yang luar biasa pantas saja banyak pria yang berusaha mendekatinya.


bibir El melengkung menampilkan senyum diwajahnya, yang membuat feby mengerutkan dahinya.


" kenapa lo senyum gitu? " tanya feby seraya menjauhkan tubuhnya dari El.


" lo cantik " kata El lirih.


feby yang sedang membereskan betadin dan kapas langsung menengok ke arah El.


" ha? lo barusan ngomong apa? " tanya feby karena tidak begitu mendengar kata-kata El.


" eh enggak, btw makasih udah di obatin " El gelagapan takut feby mendengar tapi untung saja feby tidak mendengar kata-katanya tadi.


" lo tadi udah nolongin gue jadi anggap saja ini balas budi " kata feby lalu menyandarkan tubuhnya di tempat duduknya.


" oh oke " kata El lirih ada raut kecewa yang terlukis jelas di wajahnya.


" kita jalan sekarang " tanya El dan di jawab anggukan oleh feby.


El pun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan El hanya diam saja tatapannya kosong ke arah depan. hatinya terasa tersayat mendengar kata-kata feby yang entah kenapa membuatnya kecewa.


feby pun hanya diam saja sembari memejamkan matanya rasa pusing yang tadi sempat hilang kini kembali muncul.


setelah beberapa saat mereka bersama dalam keheningan, tiba-tiba mobil El berhento di pinggir jalan.


feby yang merasakan mobil berhenti membuka matanya,melihat sekeliling ternyata dia sudah sampai di pintu masuk komplek.


" udah samapai " kata El singkat tanpa menengok ke arah feby.


feby keluar dari mobil lalu berputar ke arah pintu El, dia mengetok kaca pintu El dan El membukanya tapi tidak mau melihat ke arah feby.


" makasih ya ,maaf ngrepotin lo terus " kata feby lembut, tanpa merespon ucapan feby El langsung menjalankan mobilnya meninggalkan feby sendiri.


" kenapa sih tuh anak? " tanya feby pada dirinya sendiri dia merasakan perubahan El tapi dia tidak tahu apa penyebabnya.

__ADS_1


" mungkin cuma perasaan gue aja " kata feby pada dirinya sendiri mencoba untuk berfikir positif lalu berjalan memasuki kompleknya menuju rumahnya, sebelum rasa pusingnya kembali muncul.


__ADS_2