
feby telah sampai di apartemen gilang dia sudah berganti pakaian dan juga sudah mandi sedangkan gilang sedang istirahat di kamarnya sejenak feby memejamkan matanya tapi suara dering telvon membuatnya harus membuka matanya lagi.
" hallo " sapa feby dengan malas.
" ntar malem kumpul kuy dah lama nggak nongkrong " kata sang penelpon.
" dimana "
" cafe biasa aja "
" oke "
telvon pun di matikan feby mulai bersiap untuk pergi ketempat yang mereka janjikan.
setelah siap feby keluar kamar dan ternyata gilang sedang berada di ruang tv.
" mau kemana lo ?"
" nongkrong bang biasa sama anak-anak "
" cewek kok nongkrong-nongkrong sih dek "
" biarin aja sih,feby kangen balapan bang udah bosen pakai mobil itu" jawab feby nyengir.
" kan bisa beli kenapa harus balapan sih " kata gilang mengelus lembut kepala feby.
" ya gimana ya bang buat hiburan aja ,yaudah feby dah telat feby berangkat dulu ya bang muach " feby mengecup singkat pipi gilang dan berlari keluar apartemen.
feby memakai mobil lamborgini biru miliknya yang biasa di pakai balapan.
30 menit perjalanan akhirnya feby sampai di tempat mereka janjian.
" feb disini " teriak mala saat melihat feby memasuki cafe.
" eh ada mereka juga " tanya feby saat melihat dewa cs.
" iya gue yang ajak mereka biar nggak bosen lah " kata diana menjelaskan karena memang semenjak mereka meminta untuk mengajarkan mereka beladiri.
" oh oke " feby menarik kursi lalu duduk .
" kenapa muka lo di tekuk gitu ?" tanya mala penuh slidik.
__ADS_1
" nggak papa gue baik-baik aja " kata feby mencoba baik-baik saja.
" feb lo bisa bohongin banyak orang tapi nggak untuk kita " kata diana menggenggam tangan feby.
" i'm fine diana " feby menyesap coklat panas yang tadi di pesan.
" kalo lo baik kenapa lo minum coklat panas,orang yang biasanya minum atau makan coklat pasti suasana hatinya sedang tidak baik " kini dewa yang mulai bicara.
feby memejamkan singkat matanya tak terasa air matanya mengalir dewa yang kebetulan berada di dekat feby langsung merengkuh tubuh feby kedalam pelukannya.
" kalo lo nggak bisa cerita nggak papa nangis aja sepuas lo disini ada gue dan juga sahabat lo yang bakal nyemangatin lo " dewa mengelus punggung feby yang semakin menangis seraya menenangkannya.
••••
di meja lain ada 3 pasang mata yang sedang menatap kemesraan mereka.
" gila pacar bu arum ganteng juga ya " kata adit menatap kagum dewa yang tingkat ketampanannya tidak jauh beda dari El.
" ck ya gitulah kalo cewek murahan " kata El mematap kesal feby.
" kenapa lo ngomong gitu El ?" tanya vano penasaran.
" jadi maksud lo cowoknya nona arum nggak cuma satu ?" tanya adit .
" ya mungkin masih banyak lagi selain dua cowok itu " El melanjutkan makannya dengan wajah kesal.
" ya maklum lah dia kan cantik kaya wajar aja banyak cowok yang suka " jawab vano mencoba berfikir logis.
" gue aja mau jadi yang ketiga kalo itu buat nona arum " kata adit seraya melihat ke arah feby.
" ck lo berdua kenapa dari tadi belain dia terus sih males gue " El beranjak pergi dari sana karena kesal kepada kedua sahabatnya.
" kenapa lagi sih tuh anak dari tadi main pergi aja "
" ikutin dit kenapa lo masih disini " vano berdiri mengikuti El setelah meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja.
feby yang sudah merasa tenang melepas pelukan dewa.
" sorry wa baju lo jadi basah gara-gara gue " kata feby merasa bersalah melihat baju dewa yang basah.
" nggak papa asal lo bisa lebih tenang " kata dewa tersenyum manis ke arah feby.
__ADS_1
" bisa lo critain apa yang terjadi ?" tanya diana serius.
" gue ketemu sama mereka di ,dan lebih parahnya kita kerjasama dalam sebuah proyek jadi kemungkinan kita akan lebih sering ketemu " jawab feby lemah.
" tapi mereka nggak ngenalin lo kan ?" tanya mala jujur dia kaget mendengar cerita feby.
" nggak sih,untungnya nggak ngenalin tapi lo tahu di mal dia banyak berubah dia jadi makin dewasa dan datar mana galak lagi " kata feby mengingat pertemuannya tadi.
" yakin lo nggak salah ngenalin orang , dia dulu kan pethakilan masa iya dia jadi kaya gitu jadi penasaran gue " mala mengingat lagi kelakuan tiga sahabat itu.
" iya feb lo yakin dia jadi kaya gitu ?"diana sangat penasaran.
" iya lah lo kalo ketemu pasti bakal pangling dia jadi cool banget kalian pasti pangling deh "
" terus lo kenapa malah jadi sedih harusnya lo seneng dong " tanya diana sedangkan 3 pria yang ada disana hanya memperhatikan mereka tanpa berniat bertanya.
" lo tahu di dia marahin gue gara-gara gue ngomomg ketus sama temennya ,dan itu masih menyakitkan di mal gue kira 6 tahun ini bisa buat perasaan gue hilang tapi saat gue tatap matanya perasaan gue jadi kembali seperti dulu "
" yaudah lah gue tahu lo kesini buat seneng-seneng jadi kita seneng-seneng sekarang " kata diana mengalihkan pembicaraan agar feby tidak menangis lagi.
" yoi kita seneng-seneng aja lupain dia oke sayangku "
" gue mau ke arena kalian mau ikut nggak ?" tanya feby pada mereka yang ada disana.
" jangan bilang lo mau balapan ?" tanya aksa sahabat dewa.
" iya lah gue mau refresing " kata feby santai.
" feb bahaya ,jangan lah kita belanja aja nggak usah balapan " dewa menatap kawatir kearah feby.
" iya feb lo kan cewek jangan balapan lah kita ke mall aja atau jalan-jalan gitu" bayu kini mulai ikut berbicara.
" santai aja kita lihat aja penampilan feby " diana tersenyum semirik .
" kuy lah kita cabut " ajak mala bahagia lalu beranjak berdiri diikuti diana dan mala.
" mereka wanita macam apa sih "tanya aksa heran menatap kepergian tiga wanita itu.
" ya bisa dilihat dari penampilan mereka yang tomboy gitu "
" udah lah kalian juga tahu gimana ilmu beladiri mereka jadi wajar aja mereka kaya gitu ,kita ikutin sebelum kita ditinggal " ajak dewa pada kedua sahabatnya lalu mengikuti feby cs menuju arena balapan.
__ADS_1