Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 46


__ADS_3

El dkk kini sedang berada di rooftop ,mereka sedang bolos karena malas mengikuti pelajaran.kebiasaan mereka memang tidak pernah berubah apalagi sekarang ketua osis adalah adik kelasnya yang tidak mungkin berani melarang mereka bertiga.


" El lo ngrasa ada yang aneh nggak sih,kenapa tiba-tiba feby nggak ada kabar ?" tanya adit ,posisi mereka sekarang sedang tidur menghadap langit dengan kedua telapak tangan yang disilangkan sebagai bantal mereka.


" gue sekarang juga lagi mikir ,salah gue apa coba kenapa tiba-tiba dia nggak bisa dihubungi bahkan para sahabatnyapun nggak tahu dia kemana " kata El seraya berfikir penyebab feby menjauh.


" gue rasa feby udah tahu soal taruhan kita " cletuk vano acuh.


" dari mana dia tahu coba,El juga belum mutusin dia gimana dia bisa tahu ?" cerocos adit yang kini telah merubah posisinya menjadi duduk.


" ngawur lo van darimana dia bisa tahu "


" ya siapa tahu aja gitu ,kan gue cuma berfikir soal kemungkinan terburuknya kenapa kalian malah marah gitu " kata vano sok polos.


" tapi bener juga El kata vano kalo sampai feby udah tahu ya kan mempermudah lo buat putusin dia " kata adit sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


" huft,gue udah nyiapin ini buat kalian " kata El bangun seraya melepar kunci ke tangan adit.


" gue akuin gue kalah gue udahh terlanjur cinta sama feby sejak gue resmi pacaran sama dia makanya gue selalu undur waktu kalian minta gue putusin dia gue nggak bisa gue udah sayang banget sama dia " kata El menunduk .


" gue sama adit udah tahu El dan kita dukung keputusan lo dan untuk taruhan itu kita lupain aja " kata vano tersenyum menepuk pundak El.


" yah bener kata vano kita cuma pengen lo tuh tobat buat nggak nyakitin cewek lagi dan kita tepat sasaran feby emang bisa buat lo berubah " kata adit lalu memberikan kunci mobil itu lagi pada El.


" udah kuncinya buat kalian aja gue lebih sayang feby timbang mobil itu dan makasih kalian emang sahabat gue " kata El lalu memeluk sahabatnya.


" yaudah kita kerumah feby aja siapa tahu dia sakit kan sekalian nengokin " adit memberikan usul.


" nah itu dia masalahnya gue nggak tahu rumahnya " kata El seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" terus selama ini lo anterin dia kemana ?" tanya vano heran .


" gue selalu anterin dia sampai depan komplek doang ,setiap kali gue mau anterin dia sampai depan rumah dia nggak mau "


" yaudah kita tanya mala sama diana aja pasti mereka tahu " ajak adit dan di angguki keduanya karena bel pulang sekolah memang sudah berbunyi.


mereka berjalan ke arah kelas diana dan mala sesampainya disana mereka masih melihat diana dan mala yang tengah membereskan mejanya.


" yuhu adit ganteng datang neng mala sama neng diana yang cantik " sapa adit seraya berteriak kegirangan.


" berisik adit,bisa diem nggak " marah mala yang di balas cengiran oleh adit.

__ADS_1


" mau ngapain lo pada kesini ?" tanya diana to the point.


" ya elah basa-basi dulu kek di to the point banget " cenberut adit karena diana yang langsung menanyakan alasan kedatangan mereka.


" gue sibuk " jawab mala acuh.


" lo tahu rumah feby kan,anterin kita kesana " jawab El yang juga to the point.


" lo budek ya kan diana bilang kita sibuk ,lagian lo sering antar jemput feby masak nggak tahu rumahnya " kata mala memutar bola matanya malas.


" ya lo tahu lah sahabat lo nggak pernah mau gue anterin sampai rumah " kata El frustasi.


" gue nggak nanya ,cabut mal " kata diana seraya berlalu pergi di ikuti mala.


" kejar El " kata vano lalu berlari mengejar diana dan mala.


" di ayolah kasih tahu gue ,gue akan turutin apapun yang lo mau " El memohon.


" gue nggak butuh,dahlah lo cari tahu sendiri aja " diana langsung memasuki mobilnya meninggalkan parkiran sekolah dengan kecepatan tinggi.


" brengsek kenapa semua seakan ngejauhin gue dari feby sih " teriak El frustasi.


El pun masuk mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan sekolahan dengan kecepatan tinggi.


" semoga aja semua bakal baik-baik aja " kata adit.


" gue harap juga gitu ,dahlah ayo balik " vano dan aditpun meninggalkan sekolah yang mulai sepi itu.


•••


sedangkan dirumah feby ,dika sekarang berada dikamar feby setelah tadi menyelesaikan beberapa pekerjaannya .


" dek bangun udah siang ini,mana makanan tadi pagi belum dimakan lagi,mandi sana anak gadis kok belum mandi " kata dika mengomel seperti emak-emak.


" ck bawel banget dah lu bang " feby menyibakan selimutnya lalu duduk melihat wajah abangnya yang kesal itu membuatnya sangat bahagia.


" tuh muka kenapa kucel amat bang ?"tanya


feby dengan polosnya.


" mandi sana terus makan nih udah abang bawain "

__ADS_1


" siap abangku sayang "


" abang disini aja feby ada yang mau di omongin "


" feby mandi dulu bang " kata feby mencium pipi dika lalu berlari menuju kamar mandi.


dika hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya .seraya menunggu feby selesai mandi dika mengambil laptop dikamarnya lalu kembali kekamar feby menyelesaikan beberapa perkerjaan .


" yuhu abang gantengku lagi ngapain ?" kata feby lalu ikut duduk disamping dika .


" makan dulu sana " kata dika tanpa menjawab pertanyaan feby.


" iya iya bawel " feby langsung mengambil makanannya lalu makan.


" abang udah makan ?" tanya feby mendekat ke arah dika seraya membawa piringnya.


" udah tadi yang penting kamu dulu lah " kata dika masih fokus dengan laptopnya.


" nanti kalo abang sakit feby gak bisa jalan-jalan sama abang dong,makan bareng feby ya feby suapin aa" kata feby menyodorkan satu sendok nasi kedepan mulut dika .


dikapun mau tak mau menerimanya.


"kamu nggak pernah berubah ya,masih aja gemesin " kata dika mengacak rambut feby gemas.


" abang ihh rambut feby entar rusak lagi " feby bersungut marah.


" udah nggak usah cemberut ,habisin tuh makanannya " kata dika dan febypun menurutinya dengan sesekali menyuapi dika.


hingga makanan dipiring itu habis tak tersisa.


" bang " panggil feby dengan suara manjanya yang selalu membuat dika luluh.


" gimana sayangnya abang " kata dika meletakkan laptopnya lalu menghadap ke arah feby.


" kebalkon yuk,feby pengen cerita sesuatu sama abang "


" yaudah ayok " dika beranjak berdiri menggandeng tangan feby untuk menuju balkon kamar feby. mereka duduk berdua dikursi yang ada di balkon itu.


" jadi adik abang yang cantik ini mau cerita apa "


" bang jatuh cinta itu sakit ya " kata feby menyandarkan kepalanya di bahu dika.

__ADS_1


__ADS_2