
mobil hitam metalik milik El memasuki sebuah parkiran yang cukup luas, feby masih saja melihat kearah luar jendela tanpa menggubris adanya El.
setelah mobil berhenti El turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk feby.
" ayo turun " ajak El seraya mengulurkan tangannya, feby menerima uluran tangan itu dan berjalan mengikuti langkah El.
hingga langkah mereka berhenti di tepi tebing yang menyajikan pemandangan kota yang cukup luas membuat feby takjub.
" gimana? suka? " tanya El karena melihat senyum mengembang di bibir feby.
" suka banget, kok lo bisa tahu tempat sebagus ini " kata feby kagum.
__ADS_1
" duduk yuk " ajak El setelah dirinya mendudukan tubuhnya di rerumputan tepi tebing itu. febypun ikut duduk disamping El.
" gue sering kesini semenjak lo pergi ninggalin gue, cuma tempat ini yang bisa buat gue tenang setiap gue inget lo, nggak tahu kenapa waktu itu berat banget buat gue tapi gue juga harus bangkit karena gue yakin suatu saat lo bakal kembali dan saat itu gue berjanji nggak akan lepasin lo lagi " kata El penuh keseriusan seraya memandang hamparan kota di bawah tebing.
" thanks lo masih mau nunggu dan bertahan selama itu El, gue saat itu bener-bener kecewa dan tanpa mikir lagi gue pergi tapi ternyata kepergian gue ninggalin luka yang begitu dalam buat lo, sorry El " kata feby penuh penyesalan.
" lo nggak salah justru karena lo pergi gue jadi belajar buat terus memperbaiki diri supaya lo mau kembali lagi sama gue " El menjeda ucapannya seraya menarik nafasnya dalam.
" bang gilang itu segalanya buat gue El waktu bang dika lebih milih ngejar cita-citanya dan pergi ninggalin gue, papa dan mama waktu itu waktu terberat buat gue El, dan hingga suatu saat gue ketemu bang gilang dia sosok yang sangat mirip dengan bang dika dia yang paling bisa buat gue tenang waktu gue inget bang dika dan kalo gue harus milih antara lo dan bang gilang itu sulit banget El " feby mengutarakan apa yang menggajal hatinya.
El mendekat mengikis jaraknya dengan feby menarik tubuh lemah feby kedalam dekapannya " gue tahu dan gue nggak akan pernah nyuruh lo milih karena gue akan berusaha sebisa gue buat dapetin restu dari bang gilang " El mengelus punggung rapuh feby.
__ADS_1
" boleh nggak sih El waktu gue rapuh, waktu gue bahagia pelukan lo yang jadi tempat buat gue berkeluh kesah entah susah ataupun senang? " tanya feby sendu.
" dengan senang hati feb " El menjauhkan sedikit tubuh feby menatap manik biru yang selalu membuatnya rindu.
" boleh nggak gue tanya sesuatu? " tanya El hati-hati masih dengan posisi memeluk feby.
" tanya aja? "
" waktu di halte bus dulu waktu kita pertama ketemu itu lo nangis karena apa sih? " tanya El penasaran.
" karena waktu itu gue lagi kangen aja sama bang dika, bang dika pergi tanpa bilang apa-apa sama gue dan dia nggak pernah ngabarin gue selama 8 tahun, gue terpukul banget karena itu makanya gue jadi kaya gini jarang deket sama cowok. " kata feby menerawang jauh mengingat masa-masa SMA dulu.
__ADS_1