
wahyu dan feronika tiba dirumah sakit lalu memasuki ruang rawat feby disana masih ada mala dan diana.
" eh tante sama om udah datang " sapa mala tersenyum ramah.
" udah dong sayang ,gimana keadaan feby?" tanya feronika seraya mendekati ranjang putrinya.
" kata dokter udah membaik tante tapi masih harus di rawat inap " jawab mala.
wahyu mendekati diana dan mala yang duduk di sofa ruang rawat itu.
" kalian udah tanya feby gimana kejadiannya?" tanya wahyu memecah keheningan.
" udah om ,feby udah cerita semuanya " diana langsung menceritakan apa yang feby ceritakan tadi feronika terlihat kaget mendengar cerita diana sedangkan wahyu hanya mengangguk paham.
" jadi apa rencana om " tanya mala yang penasaran.
" om nunggu dika pulang baru kita susun rencana " kata wahyu menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
diana dan mala saling tatap raut wajahnya kaget.
" bang dika abangnya feby yang udah 8 tahun nggak pulang mau pulang om ?" tanya diana masih dengan wajah kagetnya.
wahyu dan feronika saling tatap dan tersenyum melihat wajah menggemaskan dua remaja itu diana dan mala tahu semua kisah feby .
" iya kemarin waktu om ada urusan bisnis di luar negri nggak sengaja ketemu dika dan ya dia bilang mau pulang " kata wahyu tersenyum.
" tapi kan kata feby bang dika nggak pernah mau pulang om ?" tanya mala heran dia juga belum pernah melihat langsung wajah yuda dia hanya tahu lewat foto yang terpasang di kamar feby.
" ya panjang lah critanya emang susah buat yakinin abangnya feby itu untuk pulang " kata wahyu mengingat pertemuan dengan putra pertamanya itu.
" tapi janji sama om dan tante ya jangan bilang feby dulu "kata feronika tersenyum.
" tapi beneran om bang dika bakal pulang " diana memastikan perkataan wahyu .
__ADS_1
" om belum bisa pastiin tapi kata tante setelah kemarin dikirimin foto feby dika langsung marah dan akan segera pulang setelah menyelesaikan urusananya disana " wahyu menatap istrinya lalu tersenyum.
" wah pasti feby bakal seneng banget om " mala dan diana sangat antusias karena selama ini dia selalu sedih setiap mengingat abang kesayangannya.
" tapi kenapa kita nggak boleh kasih tahu feby om ?"tanya mala heran karena seharusnya kabar gembira ini haru dibagi dengan feby.
" kita takut kalo dika berubah pikiran dan kalo kita bilang feby nanti feby kecewa kalo dika berubah pikiran " kata feronika dengan wajah sedih dia juga sangat rindu dengan putra pertamanya itu.
" ow gitu ya tan " diana dan mala mengangguk paham.
" kalian nggak pulang ?" tanya wahyu menatap heran kedua sahabat putrinya karena mereka masih santai duduk di sofa ruang rawat.
" nggak om malam ini kita nginep males mau pulang " diana nyengir. feronika dan wahyu hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban feby.
pagi harinya kedua sahabat feby sudah siap dengan seragam sekolah yang tadi sudah diantar oleh pelayan rumah mereka masing-masing.
feby yang sedari tadi melihat kedua sahabatnya sebenarnya sangat ingin bersekolah kembali tapi apalah daya dokter belum mengizinkannya untuk pulang.
" ck sebenarnya males gue kesekolah " kata mala menghempaskan tubuhnya disofa.
" udah siap juga malah duduk lo " omel diana ikut duduk.
" elah nggak ngaca neng " kata mala memutar bola matanya jengah.
" ya gimana gue juga males kalo nggak ada lo nggak lengkap feb " kata diana lesu.
" kalian ini sekolah tuh buat belajar terus kenapa harus ada gue " kata feby yang sudah tahu jika kedua sahabatnya itu hanya banyak alasan.
" tapi kan feb "
" udah sana keburu telat " feby memotong kata-kata mala.
" ck nggak asik lo " diana beranjak dari sofa lalu pergi keluar ruang rawat untuk berangkat sekolah.
__ADS_1
•••
disisi lain terlihat seorang pria dengan postur tubuh yang tinggi,tegap serta wajah yang tampan sedang berjalan dengan penuh wibawa dari arah bandara.
pria dengan kacamata hitam yang bertengker dihidung mancungnya itu tak menghiraukan tatapan kagum dari wanita-wanita yang ada disana.
pria itu adalah dika wildan permana putra pertama dari wahyu permana dan feronika .
kakak laki-laki feby yang sangat disayanginya.
setelah 8 tahun dia tidak menginjakkan kakinya di negara ini akhirnya dia kembali juga setelah menyelesaikan pendidikan dan juga membangun perusahaan yang cukup berkembang pesat di negara tempatnya menempuh pendidikan.
dia kembali karena dia telah menyelesaikan pembangunan perusahaan cabang di negara ini serta ingin bertemu dengan keluarga dan adik tersayangnya.
dia sudah tahu hal apa yang menimpa adiknya tapi dia belum bisa menemui adiknya sekarang.
dia tahu adik manjanya itu akan meminta banyak hal setelah kepulangannya,maka dari itu dia harus menyelesaikan segala urusan perusahaan cabangnya terlebih dulu baru menemui adiknya.
dika adalah pria dingin dan kejam dia akan menghukum siapa saja yang lalai dengan tugasnya.
" gue tunggu dibandara 15 menit " dika langsung mematikan sambungan telvonya tanpa mendengarkan jawaban dari pria disebrang sana.
disebrang televon.
" ck ni anak main matiin aja " kata pria yang tadi di telvon dika seraya berdecak kesal namun juga langsung beranjak mengendarai mobilnya jika tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
15 menit kemudian mobil yang menjemput dika datang ,dika langsung memasuki mobil .
" apartemen " kata dika dengan aura dinginnya.
" siap bos "kata pria tadi pria itu adalah satya narendra asisten pribadi sekaligus sahabat dika.
mobil itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan padat siang itu menuju apartemen milik dika.
__ADS_1