
pagi yang cukup dingin membuat semua manusia yang masih bergelut dengan mimpinya enggan untuk beranjak dari kasur dan selimut hangatnya. pagi ini tak secerah biasanya matahari yang biasanya menyapa pagi dengan sinarnya yang terang hari ini tak menampakkan diri, hanya kabut hitam yang menutupi langit. pagi yang mendung membuat siapa saja enggan untuk melakukan aktifitas apalagi cuaca sangat mendukung untuk meneruskan mimpi.
tapi berbeda dengan feby, jam masih menunjukan pukul 05.00 tapi dia sudah selesai mandi dan tengah bersiap untuk ke sekolah, pagi yang sangat mengerti suasana hatinya yang juga sedang mendung memikirkan kerinduannya dengan abang kesayangannya yang tak kunjung pulang.
setiap kali hujan dia selalu saja menangis tapi tidak separah kemarin mungkin rindunya sudah tak terbendung lagi selama 8 tahun dia selalu menahan rindu itu dalam diam. memendam semua perasaanya karena tak ingin merepotkan mama dan papanya. tapi kali ini dia sungguh tak bisa rindunya terlalu berat untuk dia tahan.
jam menunjukan pukul 05.30 feby menuruni anak tangga dengan lesu, matanya yang sayu akibat semalaman dia menangis, kantong mata yang menghitam karena dia terjaga sepanjang malam, bibirnya yang pucat pasi mungkin karena keadaan tubuhnya yang sedang tidak sehat akibat kehujanan dan juga kurangnya istirahat.
sesampainya di meja makan feronika tengah menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. dia melihat kearah anak tangga dan melihat putrinya menuruni anak tangga senyumnya merekah menyambut kedatangan putrinya namun senyum itu semakin lama semakin luntur setelah melihat keadaan putrinya yang sungguh memprihatinkan.
setetes air mata jatuh dari pelupuk mata feronika, dia langsung memalingkan wajahnya dan menghapus kasar air mata itu. lalu melihat kearah putrinya dengan senyum merekah untuk menutupi kesedihannya.
" sayang, kamu udah bangun? " tanya feronika lembut seraya menghampiri putrinya. feby tak menjawab dia hanya menganggukan kepalanya.
" kamu udah rapi, udah mau berangkat ya? " tambah feronika dengan tersenyum walau hatinya sebenarnya sakit melihat keadaan putrinya yang sungguh memprihatinkan.
" feby berangkat ya ma " kata feby seraya menyalami tangan feronika, tanpa menyentuh sarapannya hanya meminum setengah gelas susu.
" kamu nggak sarapan dulu, dari semalam kamu makannya cuma dikit sayang " kata feronika lembut.
" feby nggak laper ma " kata feby lemah.
" kamu berangkat sendiri? " tanya mama feby lagi.
" feby dianterin pak tono aja ma "
" aku berangkat, assalamualaikum " pamit feby lalu berlalu pergi dari sana dia hari ini malas sekali berbicara dan entah kenapa dia merasa mamanya banyak sekali bicara hari ini.
" selamat pagi non feby " sapa pak tono saat feby keluar dari dalam rumah.
" pagi pak " kata feby lesu, lalu memasuki mobil yang di sediakan pak tono, mobil yang biasa di pakai feby kesekolah.
" kok di belakang non " tanya pak tono yang heran melihat feby duduk di belakang bukan di kursi pemudi.
__ADS_1
" anterin feby pak " kata feby sedikit kesal entah kenapa hari ini semua orang menyebalkan. selalu banyak bertanya padagal feby sedang malas berbicara.
" oh baik non " kata pak tono lalu berjalan memutar menuju kursi kemudi.
" kita jalan sekarang non " tanya pak tono setelah memasuki mobil dan bersiap di belakang kursi kemudi.
feby hanya berdehem lalu memasang earphone ditelinganya untuk mendengarkan musik lalu memejamkan matanya untuk membuat pikiranya sedikit tenang selama perjalanan menuju sekolah.
•••
diruang makan rumah feby wahyu baru saja keluar dari kamarnya melihat istrinya yang berdiri termenung melihat kearah pintu keluar yang tadi di lalui oleh putrinya.
wahyu perlahan mendekati feronika yang belum menyadari kehadirannya. ikut melihat kearah pintu yang tidak ada siapapun disana.
" ma " panggil wahyu pelan seraya mengelus bahu istrinya.
" eh papa " sapa feronika setelah sadar lalu menengok ke arah suaminya yang berdiri tepat di sampingnya. menahan dengan sekuat tenaga air mata yang sudah berada di ujung pelupuk matanya, agar suaminya tak melihat air matanya.
tapi tiba-tiba tangan wahyu memegang tangannya menghentikan segala aktifitasnya.
" jujur sama papa ada apa? " tanya wahyu membalikan badan feronika dan menatap dalam manik mata feronika.
" mama cuma nggak tega lihat feby pa " kata feronika tertunduk lesu dengan air mata yang sudah tak bisa terbendung lagi.
" mama sabar ya papa bakal usaha yang terbaik buat feby " kata wahyu menenangkan lalu menarik feronika kedalam pelukannya.
setelah dirasa feronika mulai tenang wahyu melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata yang membasahi pipi istrinya menggunakan jari jempolnya. lalau menggiring istrinya duduk di kursi meja makan untuk sarapan bersama.
•••
sesampainya di sekolahan mobil yang di tumpangi feby hanya bisa mengantarkan sampai depan gerbang sekolah. sekolah masih sepi hanya beberapa murid yang terlihat sudah datang feby pun terun dari mobil setelah berpamitan pada pak tono.
berjalan memasuki gerbang sekolah tanpa melepas earphone yang sedari tadi terpasang di telingannya, dia berjalan perlahan mengusuri koridor yang masih sepi menuju kelasnya jam masih menunjukan pukul 06.00 maka dari itu masih banyak murid yang belum hadir karena masih terlalu pagi.
__ADS_1
feby memasuki kelasnya belum ada satu muridpun yang hadir di dalam kelasnya. dia berjalan menuju kursi tempat duduknya lalu mendudukan tubuhnya disana. saat feby duduk dia melihat selembar kertas di atas mejanya penasaran dengan isinya feby membuka kertas itu yang ternyata adalah sebuah kertas yang bertuliskan.
jauhi El atau hidup lo nggak akan tenang!!!
feby hanya membacanya sekilas tak ambil pusing dengan isi surat itu karena dia tidak merasa dekat dengan El. mungkin orang iseng pikirnya.
kertas itu langsung di masukan kedalam tas. merasa tenang dengan suasana kelas yang sepi feby membenamkan wajahnya pada lipatan tangannya di atas meja memejamkan matanya untuk sekedar menghilangkan kantuk yang menyerangnya.
cukup lama feby tidur tanpa menyadari banyak murid yang sudah berdatangan, termasuk kedua temanya mala dan diana. mereka berdua langsung menuju trmpat duduk mereka memperhatikan feby yang tidak seperti biasanya tidur di kelas sepagi ini.
" kenapa nih anak? " tanya mala pada diana.
" nggak tahu, bangunin gih " kata diana.
" feb, feb febyyyy bangun " kata mala tepat di telinga feby.
" eugh " feby melenguh mencoba mengumpulkam kesadarnya dan melihat sekitar ternyata kelas sudah ramai.
" kanapa lo tidur sepagi ini? " tanya diana seraya memperhatikan wajah feby, merasa ada yang aneh.
" nggak bisa tidur gue semalem " kata feby.
" kok Muka lo pucet, lo sakit? " tanya mala seraya menangkup pipi feby dengan kedua tangannya dan menggelengkannya untuk melihat wajah sahabatnya.
" nggak cuma kurang tidur aja " kata feby dengan nada lemas.
" tapi lo lemes gitu, ke uks aja yuk " ajak diana dan dijawab gelengan oleh feby.
" gue nggak papa kok," kata feby lagi.
" beneran, kalo sakit bilang sama kita" kata mala yang juga kawatir dengan keadaan feby.
" iya, udah tuh guru udah masuk " kata feby setelah bel berbunyi dan guru memasuki kelas, mereka mengikuti pelajaran dengan diam.
__ADS_1