
widya menghela nafasnya pelan perbuataan El memang keterlaluan menurutnya,widya tahu putranya sering mempermainkan perasaan wanita.
dia tahu bagaimana sifat fuckboy anaknya ini yang memang itu adalah turunan dari bima ayahnya. tapi baru kali ini dia melihat cinta dimata El sebenarnya widya bahagia putranya sudah bisa mengerti arti cinta tapi dia juga harus kecewa karena kesalahan putranya cintanya harus pergi.
" El tahu kan itu salah El ,kenapa El jadiin dia bahan taruhan kamu tahu perasaan wanita itu sangan rapuh sayang ,bayangin yang El sakitin itu bunda gimana coba rasanya ?" widya berkata lembut walau putranya salah tapi dia tidak boleh marah begitu saja.
" El tahu bun kalo El salah ,El sadar bun udah nyakitin dia waktu lihat dia nangis hati El rasanya sakit bun,tapi semua udah terlambat bun dia udah pergi dan El nggak tahu dia pergi kemana " kata El menenggelamkan wajahnya diperut sang bunda.
" kenapa El nggak coba kerumahnya ?"
" El nggak pernah anterin dia sampai kerumah bun dia selalu minta diturunin di depan komplek " jelas El terdengar suaranya bergetar.
widya tidak tega melihat putra sematawayangnya sedih seprti ini.tapi dia juga tidak bisa berbuat apapun.
" El sayang anak bunda kan laki-laki ,harus kuat dong buktiin El bisa berubah jadi, kapanpun dia kembali El udah jadi pria yang diidamkan dia ,sekarang El bisa mulai berubah menata diri dan menata masa depan supaya El bisa dapetin dia lagi "
" bunda bener El harus berubah,El nggak boleh berlarut gini El bakal bantu ayah supaya perusahaan ayah maju lagi dan buktiin sama dia kalo El bisa sukses " katanya beranjak berdiri menghapus air matanya.
" inikan baru anak bunda,yaudah kamu mandi terus makan ya sayang " El mengangguk lalu meninggalkan widya yang masih duduk diruang keluarga.
" bunda yakin dia wanita baik yang bisa buat putra bunda begini " widya tersenyum lalu beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan putranya.
•••
disisi lain di bandara internasional amerika terlihat seorang wanita dan dua orang pria tampan baru saja turun dari pesawat.
setelah melakukan perjalanan panjang akhirnya mereka sampai ditempat tujuan dan langsung di sambut oleh pengawal dari sang tuan muda pemilik perusahaan besar di amerika.
mereka adalah feby,dika dan juga satya asisten prinadi dika.
" gila capek banget gue " kata feby meregangkan otot tubuhnya.
" udah naik mobil dulu ntar sampai rumah istirahat " dika menggenggam tangan adiknya untuk segera masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
" sat lo yang bawa mobil " kata dika lalu sang sopir yang membawa mobilnya tadi langsung pamit undur diri.
" ck nggak kasian lo sama gue,gue juga capek beg*" satya berdecak kesal dengan perintah bosnya.
" yaudah lo nggak usah ikut pulang " dika langsung masuk kedalam mobil dan duduk di samping feby.
" ahhh gila punya bos galak amat " gerutu satya lalu masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya menuju kediaman dika yang ada di negara itu.
1 jam perjalanan yang harus di tempuh dari bandara menuju kediaman dika,dan akhirnya mobil dika memasuki pelataran rumah mewah dua lantai yang cukup megah dengan warna abu-abu dan di kelilingi taman yang indah sehingga membuat suasana segar rumah itu.
sesampainya disana mungkin saking lelahnya feby tertidur di dalam mobil ,dika langsung menggendong adiknya menuju kamar yang ada di lantai dua .
banyak pelayan menatap heran kearah majikannya karena belum pernah ada wanita yang masuk kerumah tuannya apalagi diperlakukan layaknya ratu seperti feby.
satya baru saja masuk bersama dua pengawal untuk membawa koper dika dan juga feby.
"apa yang kalian lihat ?" tanya dika dengan dinginnya membuat pelayan itu langsung menunduk takut.
wajah mereka berdua memang sangat tampan hingga siapa saja pasti akan terpesona walaupun sikap mereka dingin tetap saja para pelayan itu kagum dengan ketampanan kedua tuannya.
" dia adalah nona muda kalian,adik dari tuan dika yang harus kalian hormati dan kalian segani,PAHAM " tegas dika.
" PAHAM tuan " jawab mereka serempak.
" kembali selesaikan pekerjaan kalian masing -masing " semua pelayan dan pengawal yang sedang berkumpul seketika langsung membubarkan diri .
" kalian berdua bawa koper ini kekamar tuan muda dan nona muda " titah satya dan di angguki kedua pengawal itu sedangkan satya langsung masuk kedalam kamarnya yang ada di lantai satu.
dika keluar dari kamar feby dan melihat kedua pengawal yang tadi membawakan kopernya dan juga koper feby .
" bawa masuk tapi jangan ganggu nona muda " dika langsung berlalu pergi masuk kekamarnya dan tidur karena badanya juga sangat lelah.
•••
__ADS_1
feby mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu yang ada di dalam kamarnya,kamar nuansa biru muda yang sangat disukai feby,dia mengedarkan pandangannya dan menemukan kopernya didepan lemari lalu melihat jam yang ada di meja samping tempat tidurnya. ini sudah hampir jam makan malam feby langsung bangun dan masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
setelah selesai mandi dan ganti baju dia langsung turun menuju meja makan yang disana sudah ada satya dan dika.
" malam abang " sapa feby dengan senyum manisnya lalu mencium pipi dika yang di balas senyum oleh dika.
semua pelayan langsung heboh melihat tuannya tersenyum yang membuatnya semakin tampan.
" hay bang sat " sapa feby seenaknya.
" gila lo kira gue apaan ,seenaknya aja manggil " gerutu satya tak terima.
" nama lo kan satya terus gue panggil lo bang sat,apa salahnya coba ?" tanya feby acuh.
" ah terserah lo lah " satya langsung memakan makanannya dia tahu dia pasti kalah jika berdebat dengan feby.
" yaelah gitu aja ngambek " feby mendekati satya dan,
cupp
feby mengecup singkat pipi satya yang membuatnya langsung membeku,dika tertawa melihat wajah cengo satya karena dicium secara tiba-tiba oleh feby.
" muka lo sat biasa aja lah hahaha " dika tertawa .
" gila ini serangan tiba-tiba dik kan kaget gue " satya mengelus dadanya menetralkan debaran didadanya.
" ya mulai sekarang lo harus terbiasa bang,lo kan juga abang gue jadi ya biasa aja kalo.gue sewaktu-waktu cium lo " kata feby dengan polosnya yang membuat satya langsung melongo .
" tuh muka di kondisikan beg*,santai aja dia udah bilang sama gue kalo mau anggep lo abang sendiri " kata dika santai seraya memasukan sesendok penuh nasi kedalam.mulutnya.
" eh oncom santai pala lo gue seumur-umur baru kali ini dicium cewek selain emak gue,lo tahu adek gue laki semua dan lo juga tahu gue belum pernah pacaran " kata satya menatap dika yang tertawa mengejeknya.
" yaudah sekarang biasain yang abang satya sayang " feby mengedipkan sebelah matanya menggoda satya.
__ADS_1