BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI

BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI
BAB 16 : TEMAN BARU


__ADS_3

KRING...! KRING...! KRING...!


"Aduh bel ya. Males deh belajar gara-gara udah kebanyakan libur." Cerocos Nur Fitri.


"Bukannya gak belajar ya? Kan hari pertama sekolah, tega amat tuh guru." Sambung Nelly Lia.


"Iya gatau dehh." Balas Intan Putri.


Pak Sigit Suparman telah duduk di bangkunya.


Pak Sigit Suparman adalah guru wali kelas untuk kelas A yang terkenal sangat sabar, disiplin dan humoris. Namun, ia adalah wali kelas yang sangat bertanggung jawab.


"Selamat pagi anak anak." Sapa Pak Sigit Suparman.


"Selamat pagi Pak!." Kata semua makhluk yang berada di kelas A tersebut.


"Memasuki semenster empat ini Bapak membawa teman baru untuk kalian" jelas Pak Sigit Suparman.


"Temen baru? Siapa ya?" pikir Nur yang masih tampak asik menulis-nulis di bukunya.


"Yaa kamu boleh masuk." Pak Sigit Suparman mempersilakan anak baru itu masuk ke kelas. "Kamu boleh memperkenalkan diri." Ujar Pak Sigit Suparman kembali.


"Baik Pak! Halo, nama gue Bagas Eka Syaputra. Kalian boleh memanggil gue Bagas. Gue pindahan dari Sumatera Selatan. Semoga kalian semua bisa menerima gue menjadi temen kalian." Ujar anak baru itu yang bernama Bagas.


"Nah Bagas, kamu bisa duduk di belakang Nur Firti ya!. Disana." Ujar Pak Sigit Suparman menunjukkan tempat yang di maksud.


"Baik pak!" balas Bagas sopan.


"Sekarang, buka buku Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) kalian halaman seratus lima puluh lima" kata Pak Sigit Suparman.


"Pak, emang hari ini nggak bebas? Kan hari pertama masuk sekolah?." Celetuk Nur asal bunyi.


"Nur Fitri yang tersayang dan cantik jelita!, jangan mulai dulu ya." Balas Pak Sigit Suparman dengan senyuman candaannya.


"Iya Bapak!." Balas Nur.


Seseorang tiba-tiba menepuk bahu Nur dari belakang!


"Eh apaan sih?" Tanya Nur sedikit marah.


"Kursinya majuan sedikit dong, tempat gue sempit banget nih." Balas Bagas.


"Ya, udah tunggu dulu dong." Kata Nur.


"Nah gini dong baru bener banget namanya!" balas Bagas.


Nur Fitri tidak menjawab.


Bagas menggoyang-goyangkan bahu Nur lagi!


"Apa lagi sih?" Ujar Nur kaget langsung reflek teriak.


"Hei ada apa ribut ribut?" Kata Pak Sigit Suparman.


"Nur, Bagas jangan ngobrol. Sini kalian maju." Sambung Pak Sigit Suparman.


"Iya pak!" sahut mereka berdua bersamaan.


"Kalian berdua nggak boleh ikut pelajaran bapak kali ini sampai kalian sudah benar-benar sadar akan pentingnya sebuah Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), kalau kalian mau cinta tanah air dan bangsa Indonesia ini seharusnya jiwa kalian harus fokus dalam pelajaran ini. Keluar sekarang" perintah Pak Sigit Suparman.


"Tapi pak. Bagas yang ngajak ngobrol saya!" kata Nur Fitri membela diri.


"Sudah...! sudah...!, keluar kalian!" kata Pak Sigit Suparman lagi.


"Baik pak!." sahut mereka berdua bersamaan.


***


Bagas anak baru yang awal mengikuti pelajaran sudah tereliminasi dan Nur Fitri dengan perasaan sedih sudah berada di luar kelas dan mereka berdua nampak bingung ingin kemana.

__ADS_1


"Gas, gara gara lo nih" kata Nur menyalahkan Bagas.


"Kok gue? Gue kan cuma manggil lo itu juga pelan banget tahu!. Lo nya aja yang malah teriak-teriak udah kaya kemasukan jin!" elak Bagas.


"Emangnya lo manggil gue mau ngapain sih? Penting? Kurang lebar tempat loo?" Cerocos Nur.


"Guee.... Gue cuma mau kenal kok sama elo." Balas Bagas.


"Jadi? Lo manggil-manggil gue tadi, sampe kita di hukum begini cuma gara-gara elo mau kenal sama gue? Kan saat istirahat bisa." Kata Nur.


"Hehe abisnya lo.....!" Belum sempat Bagas meneruskan omongannya Fakih Alfarizi sang Ketua Kelas untuk priode semester ini memanggil mereka.


"Nur, Bagas sini" Fakih memanggil.


"Iya Kih!. Ada apaan?" Balas Nur sedangkan Bagas hanya diam melongo karena dia belum kenal siapa Fakih.


"Kalian berdua udah boleh masuk, gue dah coba merunding kasus elo orang dan sukses naik banding tadi dengan pak Sigit Suparman dan Alhamdulillah beliau mau menerima penjelasan gue. Tapi, Beliau tidak mau kalian berdua berisik kaya tadi lagi." Celoteh Fakih menjelaskan.


"Okey Kih, Terima Kasih ya!" Kata Nur dan Bagas pun mengikuti.


***


"Gas, jangan kaya tadi ya. Gue nggak mau di hukum lagi." Kata Nur sambil menduduki bangkunya.


"Iya." Jawab Bagas singkat.


KRING...! KRING...! KRING...!


Bel istirahat tanpa lelah telah berbunyi bertanda memanggil semua siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama ini agar segera keluar kelas untuk menjalani kebiasaan berhamburan ke kantin.


Seseorang menjulurkan tangannya ke depan muka Nur yang tengah menulis beberapa materi pelajaran yang tertinggal karena kejadian tadi di mejanya.


"Nama lo? Kenalin gue Bagas Eka Syaputra" kata Bagas.


Nur mendongak ke arah Bagas!


"Gue, Nur Fitri. Lo bisa panggil gue Nur." Kata Nur membalas uluran tangan Bagas.


"Kemana?" Tanya Nur sambil memasukkan alat tulisnya ke dalam tas.


"Liat-liat ruangan kelas dan ruangan lainnya disini." Kata Bagas.


"Ah gue mau ke kantin. Laper gue gara-gara stress di hukum pak Sigit Suparman tadi!" Sahut Nur sambil menutup bukunya dan segera memasukkannya ke dalam tas.


"Yau udah deh gue ikut ma elo!" sambung Bagas.


"Ayo. Tapi gue agak lama kalo lagi milih-milih jajanan hehe!" kata Nur.


"Ya nggak apa-apa" balas Bagas.


Bagas dan Nur menjalani misi yang telah di sepakati berjalan menuju kantin, tiba tiba Bagas melihat ruangan yang berhiaskan gambar-gambar alat musik di jendela dan pintu.


"Nur, tunggu deh. Itu ruang apa?" Tanya Bagas.


Nur Fitri menghentikan langkahnya dan segera menuju Bagas.


"Oh itu, itu ruang musik Gas." Jawab Nur.


"Gue mau ke sana dong!" pinta Bagas.


"Ke kantin dulu yuk. Laper tahu!." Kata Nur.


"Kalo lo mau ke kantin, ke kantin aja. Gue mau ke sana." Kata Bagas kemudian.


"Nggak apa-apa Gas elo sendiri?" Tanya Nur.


"Iya nggak apa-apa, nggak mungkin nyasar gue!" balas Bagas dengan senyumnya.


Nur melanjutkan langkahnya menuju kantin sementara Bagas berjalan santai menuju ruang Musik.

__ADS_1


KREK...! KREK...! KREK...!


Bagas membuka pintu ruangan itu.


"Hei siapa itu?" Kata seseorang di dalam ruangan.


"Hmm. Gue.... Bagas." Kata Bagas


"Oh sini masuk. Ada perlu apa?" Kata seseorang itu.


"Hmm. Gue cuma mau liat-liat aja kok. Gue masuk ya." Balas Bagas lalu masuk ke ruang musik itu.


“Iya silakan"


Bagas menemukan seorang cewe' yang lumayan cantik, mukanya berbentuk oval dengan alis tebal, rambutnya terurai panjang.


"Halo, Gue bagas. Lo?" Tanya Bagas sambil mengulurkan tangan.


"Hmm. Gue Ayu. Lo mau apa ?" Kata cewe' itu yang ternyata bernama 'Ayu Yuniarti' sambil membalas uluran tangan Bagas.


"Kan udah gue bilang kalo gue cuma liat liat hehe. Lo tertarik sama musik ya Yu?" Tanya Bagas.


"Yeah... Bisa sedikit-sedikit laah" kata Ayu sambil sedikit tertawa.


"Lo bisa main alat musik? Alat musik apa?" Tanya Bagas.


"Sedikit sedikit. Gue bisa main Gitar sama Seruling aja Gas. Kalau elo?" Jawab Ayu balik bertanya pada Bagas.


"Gue bisa Keyboard sama Drum Yu, hehe" balas bagas.


"Wah Kereeeen!." Ucap Ayu.


KREK...! KREK...! KREK...!


Pintu terbuka lagi.


"Hei siapa disana?" Kata Ayu Yuniarti.


"Hmm.. Guee....guee.... Nur, Yu! hehe" kata Nur.


"Eh Nur. Kenapa Nur?" Tanya Ayu.


"Gapapa Yu. Cuma ga sengaja lewat kok. Hehe. Lagi ngapain? Sendiri?" Kata Nur lagi.


"Gue lagi beres beres aja tadi. Engga, nih sama Bagas" sahut Ayu.


"Oh. Ya udah gue ke kelas dulu yaa. Maaf ganggu" kata Nur sambil meninggalkan mereka.


"Eh Nur tunggu." Teriak Bagas.


"Iya Gas. Kenapa?" Tanya Nur.


"Tunggu. Yu gue ke kelas dulu yaa. Makasih buat infonya tadi" kata Bagas.


"Iya Gas sama-sama." Balas Ayu.


"Yuk Nur." Kata Bagas.


"Yuk. Yu, gue duluan yaa. Daah" ujar Nur kemudian.


Bagas dan Nur berjalan menuju kelas dengan mengobrol sedikit.


"Gas, lo suka musik?" Tanya Nur.


"Iya. Kalo lo?" Tanya Bagas balik.


"Hmm.... Ga terlalu sih hehe" kata Nur.


"Loh kenapa? Musik itu kan indah." Kata Bagas.

__ADS_1


"Hmm..... Kepo banget sih!" Kata Nur sambil meninggalkan Bagas sendiri.


"Lah kok marah sih Nur?" Balas Bagas sambil mengejarnya.


__ADS_2