BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI

BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI
BAB 23 : FIGHTING


__ADS_3

Sejak hari jumat, Nelly masih ingat tentang perjanjian dia dengan Ari. Mana Ari?


Nelly melewati koridor Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Kotabumi ini, seluruh mata yang berada di koridor melihatnya dengan bengong.


Ari tiba-tiba keluar dari kelas...!!!


‘Ini saatnya…….’ Batin Nelly girang. Nelly mendekat ke Ari, terus mendekat dan pas di depan Ari.


Ari terlihat kaget dengan Nelly makanya dia bengong...!


“Kenapa lo?” Tanya Nelly. “Kaget?” Tanyanya lagi. Siapa yang gak kaget? Nelly yang awalnya selalu fashionable, di pagi itu juga mendadak culun! Dia mengenakan kacamata merah besar, rambut di kepang dua, gigi di behel, pake baju seragam di masukin, rok semata kaki dan membawa tas kecil di punggungnya.


“Udah ah misi. Gue mau lewat.” Ujar Nelly lalu menyingkirkan Ari.


‘Nelly kenapa? Ah gue gak boleh terpengaruh. Inget Ri, inget!!’ batin Ari lalu kembali masuk ke kelas.


***


Nelly telah sampai dikelasnya, langsung duduk disamping Rosa yang sedang memainkan pena dan kertas menulis sesuatu karena lagi seriusnya, sehingga Nelly dateng aja nggak sadar.


“Cha…!” Ujar Nelly sambil menggoyangkan bahu Rosa.


“Hah?” Rosa menyahut tapi nggak menoleh.


“Cha…” Nelly tetap memanggil.


“Apa sih??” Rosa menoleh ke Nelly. “NEL!??!?!?” Rosa terkejut.


“Hehehe….” Nelly cengengesan memperlihatkan behelnya.


“Lu kenapaaa?” Tanya Rosa sambil memandang Nelly.


“Nggak kenapa-napa….” Balas Nelly.


“Penampilan lo Nel…….!!!” Kata Rosa.


Nggak lama Intan dateng dan melihat Nelly. “NELLY??!” Intan menampilkan mimik muka kaget. “Lo ngapain sih ?” Tanya Intan.


“Nggak apa-apa.. kenapa sih lo pada?” Tanya Nelly.


Rosa dan Intan hanya geleng geleng.


“Nah ya udah kan? Masalah sama kalian?” ujar Nelly lalu pergi.


“Nelly kenapa sih?” Tanya Intan.


“Mana gue tau Tan, lagi salah letak otak kali.” Jawab Rosa.


"Biasa di mana emangnya Cha?" Tanya Intan melanjutkan.


"Kemarin di kanan sekarang di belakang!" Jawab Rosa sambil tertawa.


Bel masuk telah berbunyi, kali ini pelajaran Biologi di masuki oleh guru bidang study yaitu Pak Dadang Sumbaran. Pelajaran yang paling Nelly sukai!


Siapa yang bisa menuliskan Daur Hidup Bunga Bangkai? Ayo maju ke depan.” Ujar pak Dadang bergaya keren abis dengan baju di masukkan ke dalam celana agak di naikkan.


“Saya pak!!” Nelly mengacungkan tangan.


“Iya Nelly silakan..” lanjut pak Dadang.


Nelly langsung maju ke papan tulis, mengambil spidol saat dia menulis Daur Hidup Bunga Bangkai itu seperti ada bayangan Ari yang memperhatikannya dari sudut kiri kelas. Dia seketika menoleh. TAP!! Ari ada disana.


‘Ari ngapain?!’ batin Nelly.


Segera Nelly menulis Daur Hidup Bunga Bangkai nya sengaja dengan salah dan aneh kemudian meletakkan spidolnya ke tempat spidol lagi.


“Nelly! Kamu apa apaan? Kenapa jadi nyambung ke Daur Hidup Bunga Sepatu?? Kalo kamu nggak bisa ngerjain, nggak usah sok-sok an deh!” ujar pak Dadang sambil menghapus pekerjaan Nelly yang baru saja di kerjakannya.


YEEEEES...! BERHASIL...!


Dia melihat wajah kecewa ARI 'Can you hold it anymore', ARI?


***

__ADS_1


Bel istirahat berbunyi.


“Nel, kantin yuk?” Ajak Rosa.


“Gue bawa bekal Cha...!” jawab Nelly.


“HAH?” Rosa kaget.


“Kenapa?” tanya Nelly.


“Lo kan paling nggak mau di suruh bawa gitu-gituan. Ribet kan?” sahut Nur.


“Hmm ya udah lah yaa… lagian makanan di kantin udah nggak terlalu enak.” Balas Nelly.


“Ya udah deh.. kita ke kantin dulu ya...!” Rosa dan Nur sudah ngacir ke kantin.


"Iiiih ribet banget sihhhhh ini buka-bukanyaaa!" gerutu Nelly saat ingin makan.


Tak lama Ari dateng dan mendekati Nelly. “Hey, Nel.” Sapa Ari.


“Hai.” Balas Nelly datar.


“Tumben bawa bekel.” balas Ari.


“Masalah banget?” Tanya Nelly judes.


“Gak sih…” balas Ari sambil memperhatikan Nelly.


Nelly membuang plastik bekas lauknya ke laci.


“Nel? Kok lo buang plastiknya di laci sih?” Tanya Ari.


“Kenapa sih?!” Jawab Nelly dengan nada sedikit tinggi.


“Nggak boleh lah. Sini gue buangin...!” Ujar Ari.


“Ooooh mau buangin. Nih” Nelly memberi plastik nya ke Ari lalu Ari segera membuangnya ke tong sampah.


"Bilang apa?" Tanya Ari.


“Makasih gitu.” balas Ari.


“Lo gak ikhlas?” Tanya Nelly lagi.


“Bukan gitu.” Jawab Ari.


“Ih mending lo diem Ri...!” Nelly menggebrak meja dan minumnya yang belum ditutup jatuh mengalirkan air putih segar ke lantai. “Yah jatoh kan….” Ujar Nelly.


‘Aha… I know…’ batin Nelly sambil senyum senyum sendiri.


***


Nelly meletakkan kakinya di atas genangan air itu. Di kecipak-kecipuk in kakinya lalu menimbulkan air yang keruh begitupun lantainya.


“Sekalian nyuci sepatu kemaren habis main basket ditanah tanah..” ujar Nelly ke Ari.


‘Gue liat gimana reaksi lo Ri… Haaaa...!’ batin Nelly merdeka!!!


Ari pergi dari hadapan Nelly.


“Tuh kan udah nggak kuat dia sama gue haha.” Ujar Nelly pelan sambil melanjutkan makannya.


Lima menit kemudian, Ari datang lagi. Kini dia tidak dengan tangan kosong. Melainkan tangan kanan membawa es teh dan tangan kiri membawa alat untuk mengepel lantai.


“Nih..” Ari menyodorkan es teh nya ke Nelly lalu mengepel lantai yang basah dan kotor itu.


‘Ari….’ Lirih batin Nelly. ‘Engga Nel… itu Cuma acting!!!’


"Udah bersih deh…….” Ujar Ari dengan senang.


“Mau lo apa sih?!” Nelly bangun dari duduknya.


“Gue Cuma mau bantu lo kok.” Balas Ari.

__ADS_1


“Gue gak perlu bantuan lo!” Nelly meninggalkan Ari dan alat-alat makannya yang belum dibenahi.


Ari terus sabar sambil membenahi alat-alat makan Nelly lalu kembali ke kelas.


***


Nelly telah sampai di kantin, pandangannya menyapu seluruh meja di kantin untuk mencari Rosa dan Nur. Itu dia! Nelly menghampiri Rosa dan Nur.


Tanpa basa basi Nelly langsung duduk di samping Rosa dan Nur.


“Kenapa sih Nel?” Tanya Rosa.


“Ari nyebelin tau nggak!” ujar Nelly.


“Kenapa?” tanya Rosa lagi.


“Dia tuh tadi bla bla bla...!” Nelly ngejelasin dari A sampe dengan Z.


“Itu dia nggak nyebelin! Gue aneh sama lo. Lo cewe' tapi nggak mau di gituin sama Ari. Semua Cewe' mana ada yang nggak mau diperlakukan gitu Nel sama Ari. lo normal gak sih?” Rosa meletakkan tangannya ke jidat Nelly.


“Gue normal lah. Tapi gue tuh trauma tentang Fakih, kekasih elo itu Cha! Ketika gue udah sayang-sayangnya ma dia, malah lebih milih elo Cha. Lo berdua tau kan?!” balas Nelly menepis tangan Rosa.


“Nggak semua cowo' kaya Fakih, Nel! Gue juga nggak memaksa dia kok buat sayang ma gue. Kalau dulu dia lebih sayang ma elo ya gue juga dengan ikhlas mengalah kok” balas Rosa.


“Lo nggak percaya sama lawan kata? Ada gelap ada terang, ada sakit ada bahagia, Ada Permainan ada Keseriusan, Nel. Lo gak bisa seenak udel ngejudge Ari gitu. Kan semua cowo' berhak memilih siapa yang dia suka, begitu juga kita!” Cerocos Nur meluruskan prasangka Nelly pada Rosa.


“Whatever.” Ujar Nelly meneguk es jeruk Nur.


Tak lama, Ari datang ke kantin.


‘Ngapain lagi sih tu anak?!?!?’ Batin Nelly.


“Ehm… permisi kak, boleh gabung nggak? Mejanya udah penuh nih.” Ujar adik kelas satu kepada mereka.


“Hmmm bo…!” omongan Rosa terpotong.


“Nggak! Nggak boleh. Masih ada yang kosong juga. Sana-sana!” Nelly berbicara dengan nada keras sambil melirik lirik ke arah Ari.


Ari mendengar dan langsung menghampiri Meja mereka.


“Dek, kamu boleh duduk di meja kakak.” Ujar Ari ke adik kelas tadi.


“Bener kak? Terima Kasih...!” ujar mereka langsung ngacir


‘OH ****!!!!!!! KENAPA?’ batin Nelly menggelegar!.


“Gue duduk sini ya?” Tanya Ari.


“Iya..” balas Nur.


“Kenapa gitu sih Nel sama adek kelas?” Tanya Ari.


“Lo kesini Cuma mau nyeramahin gue? Iya?” Jawab Nelly ketus.


“Bukan gitu.. tapi….” jawab Ari.


“Talk to my hand Ri!” Nelly meletakkan telapak tangannya di depan muka Ari.


Setelah lama Ari nyerocos, Nelly udah nggak tahan dan memilih untuk pergi.


“Nelly...!” panggil Ari dan segera bangkit untuk mengejar namun tangannya digenggam Nur.


“Nggak usah dikejar, Ri.” Ujar Nur.


“Duduk deh. Kita mau tanya.” Sahut Nur.


Ari pun duduk kembali sambil menyaksikan kepergian Nelly.


“Sebenernya lo tuh ada masalah apaan dengan Nelly, Ri?” Nur pakai acara nanya-nanya ke Ari.


“Hanya masalah hati kok…!” Ari membalas dan menceritakan semua yang terjadi antara dia dengan Nelly serta semua perjanjiannya akan kebenaran hati.


Sepuluh menit kemudian...!!!

__ADS_1


“Oh gitu… oke! Pertahanin ya Ri! Fighting!” Kata Nur begitu pun Rosa.


“Sip...sip. Makasih ya!” ujar Ari lalu kembali ke kelas.


__ADS_2