
‘Mereka apa banget sih?!?! Kok gue jadi diceramahin gitu?!...Aah bodo.’ Batin Nelly.
***
Pelajaran seni music!!!! OMG ini pelajaran Nelly banget!
“Bernyanyi trio. Nelly, Intan dan Nur tolong contohkan lagu ini ya.” Ujar bu Baninar. Nelly, Intan, dan Nur memang selalu disuruh mencontohkan untuk semua murid karena mereka bertiga lah yang mempunyai suara yang sangat bagus dan mengikuti Ekskul Paduan suara. Nelly dan Intan di Sopran sedangkan Nur di Alto.
Nelly, Intan dan Nur lalu menghampiri bu Baninar.
‘I have a dream?’ pikir Nelly.
“Contohin dengan bagus ya.” Ujar Bu Baninar.
“Siap!” balas Nelly, Intan dan Nur.
***
I have a dream – Westlife
Intan :
I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
Nur :
If you see the wonder (wonder) of a fairy tale
You can take the future even if you fail
Nelly :
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
‘Ada Ari!’ batin Nelly
Nelly menjelek-jelekkan suaranya.
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have ….
***
“STOP!! Ada apa dengan kamu Nelly? Kenapa kamu tidak sampai nada tinggi padahal kan kamu sopran?” Bu Baninar marah.
“Saya males bu ngambil nada tinggi. Capek!” balas Nelly enteng.
“Duduk kalian! Biar ibu yang mencontohkan.” Ujar bu Baninar langsung mencontohkan.
Nelly langsung duduk dan melihat Ari, kebetulan Ari juga sedang melihatnya. Dia memasang wajah kemenangan!
***
Hari senin sudah berlalu. Sekarang adalah hari selasa. Nelly melakukan hal yang sama kepada Ari seperti hari senin! Namun, Ari tetap pada pendiriannya. Dia tidak akan menyerah sebelum dapat menaklukkan hati seorang Nelly!
Nelly sedang mengerjakan PR PKn dikelas, tiba tiba Ari dateng.
“Hai Nel.” Sapa Ari.
Nelly tidak menjawab.
“Nel? Lo ngapain sih?” Tanya Ari.
“Ngerjain PR.” Balas Nelly tanpa menoleh.
“Kok tumben?” Tanya Ari.
“Suka suka gue!” balas Nelly.
“Mau gue bantuin?” Tanya Ari.
“Mau! Atau ga lo aja yang ngerjain PR gue? Masih 45 soal sih, yaa tolong deh. Gue males banget! Daaahh.. Pas masuk harus udah selesai loh.” Ucap Nelly lalu pergi dari hadapan Ari.
Ari langsung mengerjakan PR Nelly itu. Apa boleh buat selain soalnya banyak, waktu pun tidak memihak pada Ari. Bel masuk telah berbunyi. Ari bergegas ke kelasnya.
Nelly kembali dari kantin, dan melihat bukunya tersusun rapi diatas meja.
“Udah selesai tuh?” ujarnya lalu duduk dibangkunya.
__ADS_1
Dibukanya buku latihan PKn-nya itu. Udah 40 soal masih kurang 5 lagi sih, tapi ya udah lah.
Ada kertas juga. Bertuliskan ‘Kalo ngerjain PR, di rumah ya Miss Rajin… Oh iya maaf nih nggak selesai cuma sampe nomor 40, kurang 5 soal lagi. Maaf ya. Tapi masa nggak bisa sih 5 soal doang? Hehe…’
‘Ya Tuhan… gue jahat banget apa?' batin Nelly.
***
Hari selasa telah berlalu. Kini hari rabu, dimana hari terakhir kesempatan Ari untuk menyenangkan hati Nelly. Ari mencari-cari di mana letak keberadaaan anak cewe' itu.
Nah kantin! Ari berlari menuju kantin dan langsung menemukan Nelly.
“Perjanjian kita sampai kapan?” Tanya Ari didepan muka Nelly.
“Kenapa? Udah gak kuat lo? Sekarang juga bisa diudahin!” balas Nelly berdiri.
“Nggak gitu. Gue butuh kepastian!” ujar Ari.
“Tunggu aja!” Balas Nelly pergi.
***
Nelly sampai di kelasnya. Di meja nya tertempel kertas berwarna pink yang bertuliskan ‘Gue tunggu lo di taman depan jam setengah 7. Don’t be late miss Rajin. Yours, Ari.’
Sekarang gue tau seberapa seriusnya lo ke gue, Ri.” Ujar Nelly sambil memeluk kertas pink itu. Rosa dan Nur dateng dan kaget melihat Nelly memeluk kertas.
“Nel!” panggil Rosa.
“Eh kalian….” Nelly kaget dan refleks menyembunyikan kertas pink itu.
“Itu kertas apa?” Tanya Rosa.
“Bukan apa apa...!” balas Nelly.
“Mau rahasia-rahasiaan nih? Nur!!” Rosa meneriaki Nur dan Nur mengerti.
Nur mengelitiki Nelly sementara Rosa mencari-cari kertas yang disembunyikan Nelly.
“Ahahahahah Geli….geli Nuuur!!” ucap Nelly.
“Serahin duluuu baru berenti…!” jawab Nur.
“Ini…!” Nelly memberi kertas itu ke Rosa.
Rosa membacanya.
Nelly mengangguk.
“Kenapa lo peluk-peluk?” Tanya Nur.
“Hmm…!” balas Nelly tanpa bicara.
“Kan udah gue bilang, cepat atau lambat lo pasti bakal suka sama tu anak! Nggak percaya sih!” ujar Nur.
“Iya deh. Kali ini kalian menang dan gue kalah. Gimana nihhh? Dia ngajak ketemu jam setengah 7 nanti…” ujar Nelly.
“Slow dow, baby. Kita bakal bantu lo!” ujar Nur.
“Eitss... tapi gak dengan penampilan lo yg ini.” Sahut Rosa.
“Hehehe…!” Nelly memeluk kedua sahabatnya itu.
***
Bel pulang sekolah terlah berbunyi. Dengan cepat, Rosa, Nelly dan Nur lari menuju gerbang sekolah, masuk mobil dan caw kesalon mamahnya Nur. Setelah sampai disana, Nelly langsung di vermak, di dandan habis seutuhnya.
3 jam berlalu...!!!
Nelly lama amat sih!“ ujar Nur bosan.
“Tau nih...!” balas Rosa.
Tak lama, Rosa keluar dari tirai ruang salon, Nur dan Rosa melongo ngeliatnya.
“Nel, lo cantik banget astaga..” ujar Rosa.
“Hehe.. berkat bantuan kalian nih…” balas Nelly.
“Hmm.. Ari nggak akan nyesel Nel, berjuang buat lo.. gue yakin!” sahut Nur.
“Mulai deh lo…” ucap Nelly.
“Hehe… ayo deh! Keburu setengah 7 loh, sekarang udah jam 6 lewat...!” Mereka bertiga jalan menuju mobil dan langsung pergi ke taman 'KOTABUMI BETTAH' yang menjadi tempat pertemuan Ari dan Nelly.
Pas setengah 7 mereka sampai, tidak ada tanda-tanda orang akan mengadakan makan malam atau pesta sejenisnya. Yang ada hanya pohon-pohon dan lampu taman yang menyala.
__ADS_1
“Mana Ari?” Tanya Rosa.
“Jam berapa?” Tanya Nelly balik.
“Setengah 7 lewat 5.” ucap Nur.
“Tunggu dulu deh...!” ujar Nelly lalu duduk dibangku taman.
Mereka menunggu dibangku sampai jam 7 pas. Ari juga belum datang.
“Tuh kan, gue bilang apa! Ari Cuma main-main, Nur, Cha. Dia Cuma ngerjain gue!” Ujar Nelly.
“Tunggu aja dulu…!” balas Rosa.
“Ah.. harusnya gue tau dia gak bener bener serius! Bodoh lo Nel!” gerutu Nelly sambil menghapus make up-nya.
“Nel…!” ucap Nur.
“Harusnya gue tau itu, Nur, Cha!” Ujar Nelly lalu mengacak-acak rambutnya yang sudah rapi.
“Jangan nangis gitu dong…!” Rosa dan Nur memeluk Nelly. Dagu Nelly disandarkan di bahu Rosa. Redup... redup cahaya bulan, dia melihat cahaya. Seperti cahaya lilin yang sedang dibawa seseorang.
‘Apa itu Ari?’ Dia kian mendekat. Ya! Ari...!!!
"Hai, Nel...!." Sapa Ari.
“Setengah 7?” Tanya Nelly.
“Hehe.. sengaja” jawab Ari.
“Kok lo tega sih?” Tanya Nelly.
“Gue mau tau keseriusan lo sama gue. Lo udah nguji gue kemaren, sekarang gue gentian nguji lo. Gue nguji lo Cuma setengah jam kan? Lo ? 3 hari. Hehe..” Ujar Ari.
Nelly tertunduk.
“Udah lupain aja… Gini, sekarang to the point aja.. jawaban lo apa? Untuk pertanyaan hari jumat kemaren?” Tanya Ari.
“Gue…” omongan Nelly terpotong.
“Eh tunggu… kalo lo terima gue, lo ambil bunga ini.” Ari memang memegang bunga di tangan kanan dan memegang lilin di tangan kiri.
“kalo lo nolak gue, lo tiup lilin ini.” lanjut Ari lagi.
Hening…!!!
Cindai maju perlahan.
“Ri, makasih. Makasih udah mau berjuang buat gue. Maaf gue terlalu jahat sama lo. Itu gue lakuin cuma biar bisa ngeliat perjuangan lo, Ri. Makasih ya.” Tutur Nelly lalu meniup lilinnya.
“HAH?!” Rosa dan Nur kaget. Begitupun Ari...!!!
Beberapa detik setelah meniup lilin itu, Nelly mengambil bunga dari tangan Ari dan memeluknya.
“Gue mau jadi pacar lo.” Ujar Nelly di pelukan Ari.
“Lo.. lo serius?” Tanya Ari.
Nelly mengangguk.
“Gue mau tanya, alesan sekarang lo cinta gue karena apa?” tanya Nelly ke Ari.
“Gue cinta sama lo karna hati. Bukan karena alesan apa apa.” Jawab Ari mantap.
“Yakin?” Tanya Nelly.
“Iya!” balas Ari.
“Hehe… ya udah kalo gitu besok gue bakal kaya kemaren ah...!” Nelly mulai jahil.
“Jangan ahhh kemaren lo ngeselin banget! kalo gue nggak cinta beneran sama lo mah udah gue buang ke kali, Nel.” Balas Ari.
“Hahahah.. ya udah yuk pulang.” Jawab Nelly.
“Kita di anggurin deh masa.” Rosa tiba tiba ngomong.
“Tau nih. Mentang-mentang! ya kan...!” sahut Nur.
“Eh gue lupa kalo kalian masih ada...!” ucap Nelly.
“Pokoknya, kalian harus traktir kita!” ujar Rosa.
“Betul!” sahut Nur lagi.
Ari dan Nelly saling bertatapan dan berbicara bareng.
__ADS_1
“SLOW DOWN, BABY.”
“Hahahaah…!” mereka tertawa bersama dan pulang.