
"Dengerin radio saja ya, bosan gue dengerin CD elo." pinta Fakih waktu mereka sudah di rumah Rosa.
"Bagus juga, ini Radio Mandiri FM jam segini biasanya adanya acara kuis. Gue sering iseng ikutan jawab sendiri, tapi nggak pernah ikutan telephone. Males. Gue bisa diledekin anak-anak kalo salah jawab." Ucap Rosa.
"Acara kuis hari ini kita tunda lima menit, karena permintaan dari sohib karib kita. Rosa, kalo elo dengerin, yang satu ini buat elo."
"Hah! Koq bisa begini?" batin Rosa bingung sambil mengeraskan volume radionya.
"Itu suara Mbak Martina. Biasanya dia kan nggak memandu acara kuis. Lagian apa-apaan kasih salam ke gue, tumben amat? Koq bisa tahu kalo gue bakal dengerin Radio Mandiri FM?" Batin Rosa.
Dia langsung sadar. "Pasti Fakih!" katanya sambil menatap wajah cowo' yang duduk di sampingnya itu.
Fakih sedang asyik menikmati lagu "Nothing Else Matters" nya Metallica itu sambil ikut nyanyi.
"Hey," kata Rosa sambil menguncang-guncangkan tubuh Fakih. "Ini kerjaan eleo yah?" tuduhnya.
"Yee! ge-er amat. Yang namanya Rosa kan nggak cuma elo. Tapi ini lagu bagus, jangan dipindah channelnya." kata Fakih.
Rosa mengerutkan keningnya. "Kalau bukan Fakih, lalu siapa? Yah mungkin saja Rosa yang lain", pikirnya kemudian.
"So close no matter how far.
Couldn"t be much more from the heart.
Forever trusting who we are.
And nothing else matters Never opened myself this way.
Life is ours, we live it our way.
All these words I don"t just say.
And nothing else matters"
"Rosa sayang!" Suara Fakih muncul dari Radio Mandiri FM...!, pekik Rosa dalam hati. Nah! Dia lalu menatap tajam mata Fakih yang tersenyum-senyum aneh. "Inget waktu gue proklamasi cinta di tengah lapangan, kira-kira
setahun yang lalu! gue masih menyimpan kertasnya. Sekarang gue akan proklamasi sekali lagi, kali ini gue serius, dan ini untuk elo. Oh, ya. Lagu Metallica yang di background ini juga request gue."
Yayangku! Paras wajahmu, gerak-gerikmu, selalu terbayang di mataku. Kamu membuat aku gelisah tiap malam, tidak bisa tidur. Aku jadi nggak doyan makan gara-gara mikirin kamu.
Yayangku yang manis, aku cinta kamu. Aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu. Aku nggak tau mesti gimana kalo aku nggak lihat wajahmu barang sehari saja. Kau begitu lincah, senyummu begitu menggoda.
Suaramu, indah bagaikan tiupan angin malam.
__ADS_1
Akan aku lakukan apa saja untuk mendapatkan cintamu. Jangan buat aku patah hati. Terimalah segala rasa cintaku. Yang sangat mencintaimu, selamanya. By Fakih...!!!
Rosa masih ternganga. Masih belum hilang shocknya.
"Rosa, kita dari Radio Mandiri FM, mau ngucapin selamat. Fakih saaing sekali sama elo. Mbak Martina sampai terharu waktu dia telepon barusan, minta suaranya direkam per telepon." terdengar suara Mbak Martina dari radio. "Buat Fakih, good luck! You"ve inspired all of us in Mandiri FM radio station! Oke, kita nggak mau bikin para penggemar kuis menunggu-nunggu lebih lama lagi. Kuis hari ini?"
***
Pagi yang cukup cerah dan matahari telah menampakan dirinya. Sekolah Menengah Pertama Kotabumi telah dipenuhi siswa siswi yang baru datang untuk melaksanakan tugas mereka sebagai siswa.
Terlihat empat cowo' tampan yang sedang berjalan memasuki sekolahnya setelah mereka berhasil memarkirkan kendaraan mereka di parkiran. Semua siswi terpana melihat empat cowo' yang katanya paling tampan di sekolahnya. Mereka bukan hanya tampan tapi juga memiliki prestasi akademik maupun non akademik.
Mereka berjalan memasuki kelas mereka yaitu kelas 2A. Sedangkan para cewe' dengan hebohnya meneriakan nama mereka ketika mereka berjalan di hadapannya. Berbeda dengan empat cewe' yang sedang asyik memakan pesanan mereka di kantin. Keempat cewe' ini terlihat seperti biasa saja.
"Gila, kurang kerjaan banget sih teriak-teriak pagi-pagi." Ucap cewe' berambut panjang seraya memasukan sesuap nasi goring ke dalam mulutnya.
"Addduhhhh Zahra. Please deh. Bukanya gue udah pernah cerita ya tentang mereka." Ujar cewe' chubby.
"Cowo' gue makin lama makin banyak aja fans’nya. Jadi takut tersingkir nie gue." Keluh cewe' berbehel seraya meminum es teh manis yang di pesannya.
"Please deh Nel, gak usah lebay. Mereka kan bisanya cuma tebar pesona doang. Loe marahin aja cowo' loe supaya gak sering tebar pesona." Ketus Intan.
"Siapa yang lebay Intan. Gue ngomong nyata lagi. Cowo' gue tuh nggak pernah tebar pesona. Mereka nya aja yang kecentilan banget." Bela Nelly.
"Ekh, udah... udah. Ngapain kalian ributin mereka sih. Aneh-aneh aja deh." Lerai Zahra.
"He’em...! Oooo ya Ra, kemarin loe minta di ajarin sama Hendry ya." Ujar Nur kepada Zahra.
"Iyah. Bener-bener sabar banget gue. Huft, ada gitu orang yang sedingin dia." Keluh Zahra.
"Itu karena faktor tertentu tahu Ra. Gue yakin kok, loe yang bakal ngerubah dia kaya dulu lagi." Yakin Intan seraya memakan makanannya.
"Emang dia dulu kaya gimana?" Tanya Zahra.
"Anaknya rame, suka bercanda, jail lagi dan dia ramah sama semua orang nggak sedingin sekarang.” Jawab Nur mendiskripsikan Hendry dulu.
"Iya Ra, dia juga anaknya nggak se jaim sekarang. Dan loe pasti bisa ngerubah dia. Gue juga yakin kok, just you yang bisa bikin Hendry kaya dulu lagi.” Ucap Nur.
"Kok gue??? Apa hubungannya sama gue??? Yakin banget loe bertiga. Kalo dia ketemu gue aja penginya marah mulu." Ketus Zahra.
"Santai aja non ngomongnya. Suatu saat nanti loe bakal tahu. Masuk Yuk, udah mau bel masuk nie." Ucap Intan seraya beranjak dari duduknya. Diikuti yang lain. Kemudian mereka masuk ke kelas mereka yaitu kelas dua A.
***
__ADS_1
"I love you, Fei, and nothing else matters." kata Fakih. Kali ini nggak dari dalam Radio. Fakih mengecilkan volume radio.
"Gila elo, Kih." cuma itu yang bisa keluar dari mulutnya. Fakih diam saja, sambil memainkan jari-jemari Rosa.
"Kenapa mesti lewat radio?" tanya Rosa kemudian.
"Gue pasti nggak sanggup lah ngomong langsung di depan elo. Pasti elo ketawa keras-keras sebelum gue selesai." Jelas Fakih.
"Tahu nggak, gue tadi kaget setengah mati waktu denger suara elo di radio, Kih. Kamu memang sinting." Balas Rosa.
"Gue cuma mau bilang, gue cinta sekali sama elo. Elo sudah merubah definisi kata "cantik" di dunia gue. Karena hanya elo yang cantik di mata gue." Fakih baru akan mencium pipi Rosa, waktu suara Mbak Martina di Radio Mandiri FM mengagetkan mereka berdua.
"Hallo Rosa, Fakih, kalo kalian masih di situ, selamat menikmati hari yang indah ini. Lagu ini milik kalian. Nggak gangguin lagi deh... Selamat ya?" From my youngest years to this moment here
I"ve never seen such a lovely queen.
From the skies above to the deepest love.
I"ve never felt crazy like this before.
Paint my love, you should paint my love.
It"s the picture of a thousand sunsets.
It"s the freedom of a thousand doves.
Baby, you should paint my love"
"Gue jadi pengen bikin puisi, Kih." kata Rosa habis Fakih menciumnya.
"Ya bikin saja." kata Fakih.
"Bikin gimana? gue nggak punya bolpen dan kertas." Balas Rosa.
"Ngomong saja. Seperti deklamasi gitu." Balas Fakih.
"Nggak ah." Rosa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ayo lah. Buat gue ini." bujuk Fakih.
"Baiklah." kata Rosa akhirnya.
"Hati ini selalu ingin bersamamu, perasaanku berkelana bersamamu.
__ADS_1
Sebuah rasa cinta yang tulus dan penuh keikhlasan kuberikan kepadamu.
Jangan ada penghalang buat aku dan kamu dalam menggapai cita dan cinta sejati dalam kehidupan saat ini, besok dan selamanya."