
"Elo kok ngomongnya gituh sih. Nggak kok. Justru gue mesti berterima kasih sama loe karena kemarin loe udah ngelindungin gue. Gue juga nggak pernah merasa susah kok kalo lagi sama loe." balas Zahra.
"Please Ra. Gue pengin sendiri dulu. Loe mendingan pulang deh, ntar cowo' loe nyariin lagi." Balas Hendry.
"Hen, kak Fadly tuh bukan cowo' gue. Dia cuma ……..!" Ucapan Zahra terhenti.
"Cuma apa Ra? Atau jangan-jangan loe berdua udah tunangan?" Tanya Hendry dan membuat Zahra terpekik kaget.
"Tunangan? ya nggak lah. Gue nggak pernah pacaran sama dia apalagi tunangan. Loe kalo ngomong yang bener dong...!" Jawab Zahra emosi.
"Terserah Ra. Mau dia cowo' loe kek, tunangan loe kek. suami loe kek. Itu urusan loe dan bukan urusan gue. Jadi mendingan loe pergi dari kamar gue sekarang. Gue mau istirahat." Balas Hendry rada sinis.
"Tapi Hen. Loe nggak menghargai gue banget sih. Gue kan udah bela-belain kesini buat jengukin loe. loe malah kaya gini. Nggak berterima kasih banget." Balas Zahra kesal.
"Makasih. Puas. Lagian nggak ada yang nyuruh loe buat dateng ke rumah gue kan? jadi mendingan loe keluar dari kamar gue sekarang." Balas Hendry kesal.
"Loe jahat Hen. Gue benci sama loe." Ucap Zahra seraya berlari meninggalkan rumah Hendry dengan berlinangan air mata. Air mata kesedihan tepatnya. Sedangkan Ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi hanya menghela nafas panjang.
"Ini akhir kisah gue Ra. Kisah gue yang menyedihkan. Udah cukup sampe sini dan gue nggak mau sakit hati lagi gara-gara cewe'. Dan gue akan ngejauhin loe dan buat loe benci sama gue. Semoga loe bahagia sama Fadly. Selamat yah Ra! Dan maafin gue atas semua kesalahan gue yang udah gue perbuat sama loe." Gumam Hendry menatap kepergian Zahra dengan rasa perih di hatinya.
***
"Loe jahat Hendry. Kenapa loe ngerelain gue buat kak Fadly. Kenapa...? Kenapa juga loe berharap supaya gue jadian sama kak Fadly. Bahkan loe berharap gue sama kak Fadly bisa sampai menikah. Kenapa...? Gue benci sama loe. loe nggak ngerti perasaan gue kaya gimana waktu loe ngomong gituh. Sakit...! Gue cinta sama loe. tapi kenapa loe nggak pernah ngerti perasaan gue. Kenapa?" Teriak Zahra di sebuah pantai yang tak jauh dari rumah dirinya.
Air mata selalu menemani dirinya semenjak cewe' cantik ini keluar dari rumah Hendry. Dengan rasa sakit di hatinya cewe' ini meluapkan semuanya di sebuah pantai yang menyejukkan di dekat rumahnya. Berharap semua masalah yang ada bisa keluar dengan mudah dan menghilang dari dalam pikirannya.
Benar...!!!
__ADS_1
Semuanya terasa lebih ringan setelah dirinya berteriak di pantai itu. Semuanya seperti terbawa angin yang berhembus di pantai tersebut. sekarang hatinya merasa lebih lega. Merasa semua masalahnya berkurang dengan cepat dan cewe' ini langsung tersenyum. Walaupun masih tersirat kesedihan dan kekecewaan dalam hatinya tetapi cewe' ini cukup beruntung karena masalahnya berkurang sekarang. Dirinya pun beranjak dari pantai tersebut menuju ke rumahnya.
***
Keesokan harinya...!!! Zahra berjalan dengan cerianya. Cewe' cantik ini sudah bertekad tidak akan sedih lagi dan tidak akan menangis lagi karena sikap Hendry yang sudah berlebihan kepada dirinya. Walaupun hatinya tetap memilih Hendry, tetap saja dirinya tidak ingin menangis setiap hari karena kelakuan cowo' itu yang sudah mulai berubah.
Dengan ceria dan senyum ramah dilontarkan kepada setiap siswa siswi yang ditemuinya, dirinya dengan pasti melangkah menuju ke kelasnya. Teman-temannya bingung melihat teman satu kelasnya itu, biasanya datang dengan muka masam semenjak bertemu dengan ketua osis sekolahnya. Tetapi sekarang mereka melihat teman sekelasnya itu sedang tersenyum dan menyapa mereka dengan ramah dan ceria, bahkan sangat ceria.
"Loe baik baik aja kan Ra?" Tanya Dian teman sekelasnya.
"Baik dong. Bahkan sangat baik. Loe semua gimana? baik juga dong pastinya. Hari ini cerah banget yah." Ucap Zahra dengan nada gembira dan senang seraya menuju ke bangkunya di sebelah sahabatnya yaitu cewe' chubby yang bernama Ayu.
"Panas loe yah." Ucap Ayu seraya memegang kening sahabatnya.
"Apaan sih, mulai sekarang nggak ada kata galau lagi. Gue bakalan selalu happy sepanjang masa. Seperti apa kata loe Yu. Kita itu masih muda dan masih panjang perjalanan kita, jadi kita harus menikmati hidup dengan sepenuh hati. Nggak ada kata galau dan nfgak ada kata sakit hati. Semuanya harus selalu happy. Betul nggak?" Cerocos Zahra yang membuat teman satu kelasnya menggeleng-gelengkan kepalanya heran.
***
Bel istirahat berbunyi nyaring. Keenam cewe' sudah standby di bangku kantin paling pojok favoritnya. Mereka sedang menikmati makanan yang sudah di pesan dalam suasana keheningan. Tiba-tiba sekelompok cowo' langsung duduk di sebelah cewe'-cewe' cantik itu. Mereka hanya berlima.
"Kalian. Ngagetin...!" Teriak Ayu dengan nada lantang.
"Yaelah sayang. Biasa aja dong teriaknya. Gitu banget sama pacar sendiri. Pake teriak-teriak lagi. Persis di kuping gue nih." Gerutu Bagas seraya mengusap-usap telinganya.
"Ya lagian elo ngagetin. Udah tahu gue lagi nggak focus." Jawab Ayu manyun.
"Yeee malah berantem. Udah... udah...! Kita kesini itu mau makan. Jadi diem aja deh. berisik." Ucap Ari dengan nada coolnya.
__ADS_1
"Sok cool banget deh. mau makan ajah masih sempet-sempetnya." Sindir Nelly yang duduk tepat di sebelah Ari.
"Kenapa sih sayang. Gue kan kemarin udah minta maaf. Gue beneran lupa. Masih marah aja sih." Ucap Ari.
"Lupa? Gue udah nunggu berjam-jam yah. Itu gue lakuin karena gue nggak mau batalin rencana kita. Tapi ternyata elo yang batalin semuanya. Elo nggak dateng dan buat gue nunggu." Balas Nelly.
"Nel, maafin gue. Gue tahu salah. Maaf Nel. Gue kemarin bener-bener lupa. Gue juga lagi sibuk buat ngurusin proposal. Elo maklumin dong." Balas Ari menjelaskan.
"Oooought! Jadi elo lebih mentingin urusan pribadi elo dan buat gue nunggu berjam-jam kedinginan di danau. Gitu...! Kalo itu mau elo, harusnya elo nggak usah bikin janji sama gue. janji elo emang nggak pernah di tepatin ya. Bagi elo, gue itu nomor dua, dan OSIS sama Basket itu nomor satu. Makasih udah bikin gue nunggu kemarin." Terang Nelly seraya beranjak dari duduknya keluar kantin.
"Nel, tunggu. Kita duluan...!" Ucap Zahra, Intan, Rosa, Ayu dan Nur seraya menyusul Nelly.
"Loe mesti cerita sama kita bro." Ucap Nazaruddin setelah para cewe' pergi.
"Gue nyesel guys udah lupain janji gue ke Nelly. Sebenernya kemarin gue janji bakalan ngasih surprise ke dia di danau tadi malam. Tapi gue lupa karena gue waktu sore juga sibuk banget bikin proposal. Sampe-sampe gue lupa makan dan mandi. Gue kemarin sore bener-bener nggak sadar kalau gue udah bikin janji sama Nelly. Dan gue ngelupain itu semua." Gumam Ari tetapi masih dapat di dengar oleh sahabatnya.
"Jadi, loe sama sekali nggak ngabarin Nelly waktu itu?" Tanggap Bambang.
"Iyalah bego. Udah tahu tadi Ari bilang kalau dia lupa. Hadduhhh, Bang Bang Tuuut...! Rempong banget hidup loe." Ucap Bagas kesal.
"Yeee, namanya juga Tanya. Nggak ada yang larang juga kan?" Bela Bambang.
"Udah... Udah...!, malah berantem. Loe berdua mesti bantuin gue supaya Nelly mau maafin gue." Balas Ari.
"Ckckck, urusan Hendry ajah belum kelar loe udah nambah-nambahin masalah baru Ri. Nanti kita bantuin deh biar loe bisa baikan. Iya nggak Bang?" Ucap Fakih.
"Yoi bro, gue kan sahabat yang baik hati dan tidak sombong." Ucap Fakih narsis.
__ADS_1
"PeDe gila loe." Balas Nazaruddin.