BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI

BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI
BAB 65 : SELALU AJA GITU!


__ADS_3

Matahari sedari tadi telah bersinar menampakkan cahayanya dan entah kenapa hari ini cuaca sangat panas. Sekelompok siswa Sekolah Menengah Pertama Kotabumi sedang melakukan latihan di lapangan untuk persiapan Lomba Basket antar sekolah. Sedangkan di pinggir lapangan terdapat para cewe' yang sedang melakukan latihan Cheers untuk persiapan mendukung tim Basket di sekolahnya tersebut.


Cuaca yang sangat panas menjadikan seluruh siswa siswi yang berada di lapangan mengeluh kepanasan. Ada juga siswa yang berkali kali minum untuk menghilangkan rasa haus yang merasuki tubuhnya karena tidak biasanya mereka seperti ini.


Beberapa saat kemudian anak Basket berhenti berlatih karena sang pelatih mereka menyuruh mereka untuk berhenti dan di lanjutkan keesokan harinya. Seketika itu pula seluruh anak basket langsung berlari untuk pulang ke rumahnya karena tidak tahan dengan cuaca yang sangat panas ini.


Begitu pula dengan siswi yang mengikuti Cheers, mereka juga segera beranjak untuk mengganti pakaian dan menuju ke rumahnya. Di lapangan hanya ada satu siswa yang sedang memegang bola orange serta mendribblenya dan ada satu siswi yang duduk di pinggir lapangan.


"Loe mau bilang apaan sih Hen, cepetan dong. Panas nie." Keluh seorang cewe' seraya mengibas ngibaskan tangannya di wajahnya. Cewe ini bernama Zahra Talita Putri atau yang biasa di panggil Zahra.


"Gue mau bilang serius sama loe...!" Ujar cowo' itu seraya membawa bola orange dan menghampiri sang cewe'.


"Mau bicara apaan? Emang nggak bisa besok apa. Nggak usah basa basi deh loe, panas banget ni. Kenapa nggak besok pagi aja sih Hen!" Lagi-lagi cewe' ini mengeluh kepanasan seraya meminum aqua botolnya karena cowo' di hadapannya terlalu lama berbasa basi membicarakan sesuatu yang menurutnya pasti tidak penting.


"Gue sayang sama loe, gue cinta sama loe. Dan gue mau loe jadi cewe' gue...!" Hendry menyatakan akan perasaan hatinya dengan tiba-tiba.


"Huk huk huk...! Loe bilang apa tadi. Nggak salah?" Tanya Zahra memastikan sambil awalnya rada tersedak akan minuman yang di minumnya.


Karena selama ini hubungan mereka berdua itu seperti teman biasa dan tidak ada yang special. Tetapi dengan beraninya cowo' di hadapannya mengungkapkan pernyataan itu tanpa ada bukti yang menandakan jika dia menyukai dirinya.


"Gue nggak main-main Ra. Gue serius. Gue cinta sama elo. Would you be my princess?" Tanya Hendry seraya memegang tangan kanan Zahra menggunakan tangan kirinya.


"I can not answer now. I need time for answer your questions. How?" Jawab Zahra santai.


"Ok, I’m always wait you. Lagian gue Cuma mengungkapkan perasaan gue aja kok sama loe, kalau loe tolak juga nggak apa-apa, tapi gue berharap sih loe mau nerima gue." Ujar Hendry seraya menyampirkan tas punggungnya dan berlalu meninggalkan Zahra dengan membawa bola orange itu.


"Hendry Tunggu...!" Pekik cewe' itu seraya menjajarkan langkahnya dengan Hendry dan menatap tajam mata Hendry. Dan Hendry juga membalas tatapan tajam Zahra dengan tatapan lembutnya.


"Ada apa? Tanya Hendry gugup.


"Mmmm, elo pengin jawaban gue secepatnya?" Tanya Zahra lembut.


"Iya. Tapi gue juga nggak maksa kok. Terserah elo mau jawab pertanyaan gue tadi kapan." Lanjut Hendry.


"Gue mau jawab sekarang, asal ada syaratnya." Ucap Zahra melipat tangannya di dada.


"Apa?" Tanya Hendry curiga.


"Ini tanggal berapa?" Tanya Zahra tanpa menjawab pertanyaan Hendry tadi.

__ADS_1


"Tanggal 27. Kenapa?" Tanya Hendry bingung.


"Berarti elo harus melakukan tugas elo sebanyak 27 kali." Balas Zahra.


"Tugas? Tugas apa?" Hendry terlihat bingung.


"Elo harus mengitari lapangan basket sambil berlari sebanyak tanggal hari ini." Lanjut Zahra menjelaskan.


"What? Lari 27 kali?" Tanya Hendry kaget.


"Iya. Kalo nggak mau juga nggak apa-apa sih. Gue kan cuma nyaranin aja." Jawab Zahra santai.


"Ok... Deh. Gue akan buktiin sama elo dan gue ngelakuin ini demi elo Ra!" Ucap Hendry.


Cewe' ini tersenyum sangat manis seraya duduk di penggir lapangan melihat orang yang rela melakukan apa yang dia perintahkan tadi. Cewe' ini tidak menyangka, di cuaca yang sangat panas ini cowo' itu mau melakukan tugas yang di beri dirinya tadi.


"Twenty Seven." Pekik cowo' itu seraya duduk di tengah lapangan untuk mengatur nafasnya yang tidak beraturan itu setelah berlari cukup banyak dan di cuaca yang sangat panas ini.


Prok... Prok... Prok...!


"Keren... keren...! Bisa juga elo berlari di saat cuaca sedang panas seperti ini." Ujar Zahra menghampiri cowo' yang kelihatan sedang sangat lelah itu.


"Gimana ya? Mau gak ya?" Ucap Zahra tersenyum jail.


"Terserah elo kalau elo belum bisa jawab sekarang." Ucap Hendry seraya berjalan kearah kursi tempat tas dan si bola orange berada.


"Hendry, gue mau kok jadi pacar elo." Teriak Zahra yang masih berada di lapangan basket.


Mendengar pernyataan cewe' itu otomatis Hendry membalikan tubuhnya dan tersenyum. Zahra akhirnya menghampiri Hendry dengan memasang senyum termanisnya.


"Are you sure?" Tanya Hendry memastikan seraya menggenggam kedua tangan Zahra.


"I’m serious, I would become your princess." Balas Zahra tersenyum.


"Makasih Zahra, I love you. Aishiteru baby." Ujar Hendry memeluk cewe' yang ada di hadapannya yang sekarang resmi menjadi gadisnya.


"Ihhh Hendry, keringet elo tuh banyak banget tahu. Basah kan baju gue." Ujar Zahra manyun.


"Maaf sayang, kita pulang yuk. Gue anterin elo pulang ya...!" Lanjut Hendry.

__ADS_1


"Iya...!" Zahra dan Hendry beranjak meninggalkan lapangan dan menuju ke parkiran tempat motor Hendry terparkir. Setelah itu pasangan yang baru aja resmi ini meninggalkan sekolah tercintanya itu dan mengantar gadisnya pulang ke rumahnya.


***


Keesokan harinya Sekolah Menengah Pertama Kotabumi heboh dengan couple baru di sekolah mereka. Siapa lagi kalau bukan Hendry dan Zahra. Mereka berdua berangkat bareng dan Hendry menggenggam tangan gadis itu menyusuri kelas demi kelas untuk sampai di kelas mereka, kelas 2A sedangkan cewe'nya hanya menyunggingkan senyum termanisnya kepada setiap orang.


Ratusan pasang mata yang melihat mereka berdua dengan perasaan yang berbeda beda. Ada yang happy karena kebahagiaan mereka. Ada juga yang kesel dan benci karena pujaan hati mereka sang Ketua OSIS serta Kapten Basket Sekolah Menengah Pertama Kotabumi telah memiliki kekasih baru. Ada juga yang iri melihat kemesraan kapten basket dan kapten Cheers itu.


"Makasih yah Beb...!" Ujar Zahra manja setelah sampai di kelas. Teman-teman yang melihat dirinya bersama Hendry langsung menyoraki dengan kata-kata menggoda.


"Iya sayang. Sama-sama." Ujar Hendry.


***


Selama beberapa hari ini para siswa siswi yang menjadi anggota tim basket dan cheers telah di sibukkan dengan latihan untuk persiapan lomba beberapa minggu lagi. Anggota OSIS juga di sibukkan dengan rapat yang membahas masalah acara yang akan di jadikan kenang-kenangan untuk perpisahan sekolah mereka yang akan di adakan beberapa bulan lagi.


Hubungan Hendry dengan Zahra juga baik-baik aja. Mereka malahan semakin lengket karena tiap latihan selalu bersama jadi mereka berdua juga sering ketemu.


Sekarang mereka berdua ada di kantin sekolah.


"Hey, kenapa ngelamun aja. Mukanya juga jelek kaya gitu." Goda Hendry seraya duduk di samping Zahra yang sedang mengaduk es jeruk di hadapannya tanpa di minum.


"Gue lagi sebel Hen. Jangan di ajak bercanda. Gue lagi bad mood tahu." Jawab Zahra ketus.


"Kenapa sih. Bad mood kenapa sayang?" Tanya Hendry lembut seraya membelai rambut Zahra.


"Mamah sama Papah pergi ke luar kota dan mereka bawa adik juga, sementara gue, di tinggal gitu aja sama mereka. Gue kan juga pengin ikut Hen, Apa salahnya mereka ngajak gue coba." Terang Zahra manyun dan mengentak kakinya seperti anak kecil.


"Mungkin mereka mikir kalau elo itu lagi sekolah sayang. Masa iya, elo mau bolos sekolah demi ikut liburan ke luar kota sih." Jawab Hendry menenangkan Zahra.


"Tapi kan seenggaknya mereka perginya nunggu gue liburan dulu Hen. Jahat banget sih mereka. Sekarang gue kan sendirian di rumah. Sebel banget deh sama mamah papah. Mereka nggak pernah mikirin perasaan gue." Lanjut Zahra mengomel indah.


"Tapi elo juga harusnya bisa ngerti kalau …..!" Balas Hendry terhenti.


"Ngerti elo bilang. Mereka ke luar kota itu mau liburan Hendry. Bukan mau kerja atau ada urusan. Dengan santainya aja elo bilang gue suruh ngerti. Elo nggak tahu sih rasanya di tinggal mamah papah elo. Di tinggal jauh lagi." Bentak Zahra.


"Elo tenang dulu dong sayang. Jangan marah-marah gitu, kan bisa di selesaiin dengan baik-baik tanpa harus emosi. Elo bisa ………!" Balas Hendry terhenti kembali.


"Ihhhh, elo tuh dari tadi ngomong gitu mulu. Gue yang dengernya tambah emosi tahu nggak! Bukannya nenangin atau gimana biar gue seneng malah ngomong yang bikin emosi gue tambah, udah akh. Gue mau ke kelas." Ucap Zahra cuek dan masih dengan nada membentak seraya beranjak dari duduknya dan berjalan dengan santainya menuju kelas.

__ADS_1


"Selalu aja gitu. Gue mulu yang di jadiin pelampiasan emosi dia, sabar banget gue pacaran sama dia, Ckkk!" Gumam Hendry seraya beranjak dari duduknya dan menyusul Zahra menuju ke kelas.


__ADS_2