
Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Kotabumi masih sangat-sangat sepi, hanya ada 3 sampai 5 orang murid yang berlalu lalang melewati koridor. Nelly sudah berangkat pagi itu dan sampai ke sekolah di antar oleh papahnya dan menuruni mobilnya lalu segera berjalan ke kelas sambil membaca sebuah buku.
BRUK…!
“Aww…!” rintih Nelly.
“Hahahahaahah” seseorang tertawa di balik tembok yaitu Ari.
“Siapa sih? Pagi pagi udah rese banget” ucap Nelly dan mencoba bangun.
“Awww…!” Nelly jatuh lagi karena tak kuat bangun sendiri.
Tiba tiba Ari orang yang mengerjai Nelly hanya lewat sambil tertawa dan lagi-lagi tak menolong.
“Makanya jangan cari perkara sama gue.” Ujar Ari di sela-sela tawanya.
“Dasar lo!” celetuk Nelly.
Nelly memasuki kelas yang masih sangat sepi, hanya ada dia, satu temannya dan Ari.
“Yaaa…! dasar cari perhatian.” Ari terlihat menyindir Nelly.
“Dasar cari perhatian sama gue. Sok sok ngerjain lagi. Naksir mah bilang” Nelly tak mau kalah.
“Yeee…! siapa juga yang naksir. Lo kali yang naksir sama gue” balas Ari lagi.
“Naksir sama lo? Kayanya banyak deh cowo’ yang patut di taksir. Yang lebih baik, ganteng, pinter dan ‘Nggak Nyolot’.” Ucap Nelly menekan kata ‘Nggak Nyolot’.
“Nggak nyolotnya biasa aja dong.” Ujar Ari mendekat ke Nelly.
“Uhhh ada yang ke sindir.” Ucap Nelly lalu duduk dibangkunya.
“Berisik banget sih lagi ngerjain PR nih” ucap tiba-tiba Elani yang ikut dalam tragedi tersebut.
“Diem” bentak Ari dan Nelly bareng.
Tak terasa kelas yang tadi begitu sepi, sekarang sudah dipenuhi oleh manusia-manusia yang berniat menuntut ilmu. Termasuk Nelly, Ari dan Intan.
“Hai Nel.” Sapa Intan.
“Hai Tan” ucap Nelly sedikit bete.
“Lo kok bete gitu sih?” Tanya Intan.
“Hah? Nggak apa-apa kok.” Balas Nelly.
“Oh ya… udah deh.” Ujar Intan lalu duduk.
Bu Vitarina guru seni musik menyuruh semuanya bernyanyi duet.
“Intan dengan Nazaruddin”
“Fakih dengan Rosa”
“Nur dengan Bambang”
“Bagas dengan Ayu”
“Elani dengan Dian Eliza”
“Ari dengan Nelly”
“Hah! Bu nggak bisa ganti couple ya?” Tanya Ari.
“Tidak bisa Ari.” ucap bu Vitarina.
“Sekarang kalian pindah dengan teman duet kalian masing masing” ucap bu Vitarina lagi.
Tak satupun murid yang bangun dari duduknya.
“SEKARAAAAAANG!” teriak bu Vitarina.
“Eeeeee…! iya buu” ucap anak-anak kaget.
***
Ari dan Nelly duduk di satu meja panjang dan mereka berdua saling diam. Tak ada sepatah kata pun terlontar dari mulut mereka, yang terdengar hanya suara anak-anak yang sedang vocalizing.
“Mau nyanyi lagu apa?” Tanya Nelly memecah keheningan.
__ADS_1
“Terserah lo.” Balas Ari jutek.
“Hmm ok.” Ujar Nelly.
Hening…!!!
“Ok kalo lagu ini gimana ?” Tanya Nelly sambil meletakkan headsetnya dikuping Ari.
“Hmm…” Ari hanya berdehem kecil.
“Kenapa? Nggak suka? Ok gue cari lagi.” Ucap Nelly.
“Kalo ini gimana?” Tanya Nelly lagi. Ari kembali berdehem. “Kalo ini?” Lagi lagi hanya deheman yang Nelly dapatkan.
“Eh Ri. Lo kalo nggak mau sekelompok sama gue mending bilang deh. Dari pada nilai gue jelek karena lo nggak mau kerja sama, mending lo ganti kelompok. Gue udah coba kalahin keegoisan gue buat kerjasama bareng lo. Tapi lo nya? Ah!” bentak Nelly lalu pergi ke meja guru.
Ari menarik tangan Nelly “Iya deh gue minta maaf. Lo duduk lagi” ujar Ari melepas genggamannya.
Nelly hanya diam dan balik ke tempat duduknya.
“Ya udah nih lagunya lo apalin.” ujar Nelly.
“Iya iyaa bawel” balas Ari.
“Bawel demi kita ya.” Ucap Nelly.
“Kita?” ejek Ari.
“Iyaa tugas kelompok kita!” balas Nelly.
“Oh iya. Cepet kirim” kata Ari.
“Done” ucap Nelly.
Nelly sedang menghafal lagu yang sudah ia sepakati dengan Ari. Ari diam-diam memperhatikan Nelly saat bernyanyi.
“Lo cantik, pinter, suara lo bagus dan baik. Tapi lo ngeselin!” ucap Ari dalam hati yang masih memperhatikan Nelly dan ia berharap kalau Nelly tidak melihatnya tiba-tiba.
Ternyata perkiraannya salah, tiba-tiba menoleh ke arah Ari yang sedang melamun melihatnya.
“Ri udah hafal?” Tanya Nelly. Ari masih dalam lamunannya. “Ri? Ari? Are you ok?” ucap Nelly lagi.
“Hah? Nggak nyambung ah lo!” balas Nelly lalu membuang muka.
“Tadi lo nanya apa ?” ucap Ari.
“Nggak jadi hehe…!” balas Nelly cengengesan.
“Ooooh.” Ari hanya ber Oh ria.
***
Saat-saat yang di tunggu pun di mulai dan Tes duet itu akan dimulai.
“Ri, gue grogi.” Ucap Nelly.
“Ah lebay.” Balas Ari cuek.
Nelly yang geram dengan perlakuan Ari kepadanya memutuskan untuk ke kamar mandi.
“Apa yang salah sih sama gue? Kok lo segitu cueknya sama gue? Apa karena gue anak desa? Ah udahlah. Ngapain sih dipikirin” ujar Nelly merapikan rambutnya di depan cermin. Rambutnya sekarang di gerai, poni depan, rambut belakang dibagi dua, bagian satu di kesampingin yang bagian satu lagi tetap di belakang.
Nelly memasuki kelas yang sedang berlangsung penampilan dari Intan dan Nazaruddin. Ari dan Nelly mendapat urutan ke-6.
“Belom tampil yah Ri?” Tanya Nelly kepada Ari yang sedang serius memainkan tangannya dengan pena menggambar sesuatu di bukunya.
Ari tidak menjawab...!
“Riiii...!” ujar Nelly.
Tetap tak ada jawaban...!
“Ariiiiii...!” Nelly memukul punggung Ari. memang tidak terlalu kencang, tapi cukup untuk membuat seorang Ari menoleh ke arah Nelly.
“Apa sih Nel….’’ Ucapan Ari terhenti. Yang tadinya ingin memarahi Nelly karena telah memukul punggungnya tapi bukannya memarahi ia malah keceplosan memuji Nelly.
“Wow lo cantik” ceplos Ari.
“Ah lebay.” Ucap Nelly masuk ke bangku tempat mereka duduk.
__ADS_1
“Yee jangan geer lo.” Balas Ari.
“Siapa juga…!“ ucap Nelly tak mau kalah.
Tak terasa waktunya mereka tampil telah tiba. Mereka akan membawakan sebuah lagu dari seorang pencipta sekaligus penyanyi terkenal di Indonesia.
Melly Goeslaw ft Andika Pratama – Butterfly
Nelly :
Ketika waktu mendatangkan cinta
Aku putuskan memilih dirimu
Setitik rasa itu menetes
Dan semakin parah
Ari :
Bisa ku rasa getar jantungmu
Mencintaiku apa lagi aku
Jadikanlah diriku
Pilihan terakhir hatimu
Nelly dan Ari :
Butterfly terbanglah tinggi
Setinggi anganku untuk meraihmu
Memeluk batinmu yang semat kacau
Karna merindu
Butterfly fly away so high
As high as hopes I pray
To come and reach for you
Rescuing your soul
That precious messed up false me and you
***
Anak-anak menepuki penampilan Ari dan Nelly, sebenarnya Nelly tidak mengira akan ditepuki oleh seisi kelas.
“Bagus Ari, Nelly.” Ujar bu Vitarina di sela tepukan tangannya.
“Terima kasih bu.” Ucap Nelly.
“Terima kasih bu.” Ucap Ari juga.
“Silakan kalian duduk.” Balas bu Vitarina.
Nelly dan Ari jalan menuju bangku mereka setelah Ari sampai di meja nya, Nelly meneruskan jalan seperti ingin kembali ke mejanya semula.
“Eh Nel. Mau kemana?” Tanya Ari.
Nelly menoleh “Mau balik ke bangku semula lah.” Balas Nelly.
“Udah di sini aja.” Ucap Ari.
“Ah males.” Kata Nelly meneruskan jalannya.
“Oh ya udah gue bilangin nih. Buuu..” ancam Ari.
“Eh iya iya. Comel lu ah! Minggir gue di pojok” ucap Nelly.
“hehe…!” Ari hanya cengengesan.
***
Ari dan Nelly tidak tau mau bicara apa saat mereka duduk bersama. Hanya kesunyian yang ada.
__ADS_1
“Ri/Nel” ucap mereka bareng sepertinya sudah satu hati kali ya bisa bareng menjawabnya. Apakah pasangan-pasangan yang di pilih oleh bu Vitarina akan menjadi alasan buat kedekatan mereka.