BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI

BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI
BAB 59 : ACARA PROM-NIGHT


__ADS_3

"Oooought gitu yah. Ya udah deh! Hmm, besok mau berangkat bareng gue nggak." Tawar Hendry yang berusaha mengalihkan pembicaraan supaya lawan bicaranya tidak membahas cowo' yang baru saja hadir tanpa di undang di antara mereka berdua.


"Maaf Hen. Tapi, kak Fadly udah nawarin duluan tadi." Balas Zahra.


"Oooought gitu yah. Tapi sekolah kita sama sekolah dia kan gak searah Ra? Masa loe mau ngerepotin dia sih, mending loe berangkat bareng gue ajah Ra. Kan searah!" Ucapan Hendry ini membuat Zahra mau tak mau tertawa ringan di kamarnya. Entah mengapa perasaan senang menyelimuti dirinya saat mendengar ucapan Hendry itu. Tandanya, cowo' itu masih care dengannya.


"Hmmm, kak Fadly nggak keberatan kok Hen. Gue juga nggak bisa menolak tawaran kak Fadly juga. Ini kesempatan langka soalnya, sudah lama juga gue nggak berduaan sama dia sejak dulu itu. Gue kan kangen moment penting seperti ini." Ucap Zahra dengan nada di buat-buat supaya lawan jenisnya bisa percaya dengan apa yang diucapkan dirinya.


"Oooought gitu. Ya udah deh, udah dulu yah. Gue mau belajar lagi soalnya. Bye Ra. Met malem." Ucap Hendry mengakhiri pembicaraannya dan langsung memutuskan hubungan telepon mereka tanpa memberikan kesempatan kepada Zahra untuk membalas ucapannya.


"Aneh banget Hendry. Apa bener yah dia cemburu. Nggak tau deh?! Tapi gue berharap sih bener. Gue pengin banget bikin dia cemburu. Tapi kalo nyatanya hendry nggak melakukan apa-apa supaya gue jauh dari kak Fadly gimana yah? Itu kan tandanya dia nggak mencintai gue!" Ucap Zahra setelah merebahkan tubuhnya di kasur kesayanganya itu.


Sedangkan Hendry yang berada di tempat lain hanya menggerutu kesal mendengar ucapan Zahra di seberang sana. Mengapa dia lebih memilih berangkat bareng dengan Fadly yang baru saja hadir tanpa di undang itu dari pada menerima ajakannya? Hendry benar-benar kesal dengan Zahra akan tetapi dia lebih kesal dengan Fadly yang baru saja hadir dan telah membuat Zahra lebih memilihnya dari pada dengan dengan Hendry.


***


Keesokan harinya terlihat siswa siswi yang sedang berkumpul di depan madding sekolah mereka hanya tidak ingin melewatkan berita baru yang mungkin saja baru di post oleh anak-anak madding. Dan mereka seketika itu mengalihkan pandangannya pada sosok cowo' tampan dan seorang cewe' yang baru saja memasuki halaman sekolahnya. Sepertinya sang pemuda tampan itu bukan salah satu siswa Sekolah Menengah Pertama Kotabumi. Terlihat dari seragam yang dipakai oleh dirinya dan terlihat mencolok sekali dengan seragam siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi.


Setelah seorang gadis yang berada di boncengannya turun dari motornya. Pemuda tampan itu langsung membuka helm fullface nya yang langsung menyebabkan semua siswi yang berada di area itu langsung berteriak histeris. Cowo' tampan yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka dengan menggunakan motor berwarna putih dan menggunakan helm fullface nya itu membuat seluruh kaum hawa yang melihatnya menjadi tersepona dengannya.


Sedangkan cewe' yang baru saja turun dari motor cowo' itu hanya menunduk takut melihat sikap para teman-temannya dan seniornya yang berteriak histeris melihat cowo' yang tadi mengantarnya. Dengan gerakan cepat, cewe' ini menyuruh cowo' itu untuk bergegas meninggalkan sekolah dan menyuruh untuk pergi menuju ke sekolahnya.


"Kak, mending kakak berangkat sekarang deh. Keburu mereka semua bikin sekolah ini jadi pasar dadakan. Gue juga nggak mau disangka jadi provokator disini." Ucap sang cewe' yang membuat cowo' itu mengangguk mengerti.


"Ya udah deh, kakak berangkat duluan yah. Ntar pulang sekolah kakak jemput lagi. Ok.” Ucap cowo' itu seraya meninggalkan Sekolah Menengah Pertama Kotabumi dan langsung terdengat ******* kecewa dari para kaum hawa yang melihat cowo' tampan itu pergi tanpa bisa berkenalan dengannya secara langsung.


"Yahhh. Kok pergi sih. Gue kan belum kenalan sama dia. udah pergi ajah anaknya." Komentar salah satu kaum hawa yang melihat kejadian tadi.


"Iyah bener banget, mana dia cakep banget lagi. Keren banget pula. Beruntung banget sih si Zahra bisa di boncengan gitu sama dia. gue juga pengin." Tambah kaum hawa yang lain.


Mendengar komentar para seniornya itu, Zahra langsung bergegas masuk ke dalam sekolahnya secara terburu buru, karena dirinnya tidak ingin menjadi santapan pertanyaan mereka mengenai cowo' yang baru saja mengantarnya itu. Tepat di depan Ruang OSIS, dirinya berhenti dan melangkah menuju ke tempat sahabatnya yang berdiri tidak jauh dari Ruang OSIS tersebut. sahabat-sahabatnya sedang duduk di bangku panjang yang letaknya tidak jauh dari Ruang OSIS.


"Ciyeeee, yang habis di anterin sama Fadly." Goda Nelly yang membuat Zahra menjadi salah tingkah.


"Apa banget deh Nel, dia bukan cowo' gue kok. Kalian tadi lihat?" Tanya Zahra seraya melirik cowo' yang sibuk dengan buku nya tanpa melirik ke arahnya sedikit pun.


"Lihat dong. Mesra banget lagi pas boncengan tadi. Berasa kaya cerita Cinderella yang lagi di anterin sama pangerannya tahu nggak." Jawab Intan dengan antusias.


"Iyah Ra mesra banget. loe udah akrab ajah sama si Fadly. Jangan-jangan udah jadian lagi." Ucap Ari yang membuat yang lain tertawa secara bersamaan.


"Iya bener banget tuh. Kalo jadian bilang-bilang dong Ra." Ucap Bagas seraya melirik sahabatnya yang berada di sebelahnya yang masih sibuk dengan buku bacaannya.


"Apaan deh. Gue belum jadian kok sama kak Fadly. Ngarang banget." Jawab Zahra.


"Belum Ra? Berarti nanti bakalan jadian. Ciyeeee...!" Goda Nazaruddin lagi yang membuat sahabatnya yang sedari tadi sibuk dengan buku bacaannya langsung berdiri.


"Sorry guys. Gue mesti ketemu sama Pak Budi Waluyo buat bicarain rapat OSIS nanti. Gue duluan yah. Bye semuanya." Ucap Hendry langsung ngacir tanpa memberi kesempatan kepada semuanya untuk menjawab pertanyaanya itu.


"Ciyaaaa. Cemburu tuh anak. Hahaha...!" Balas Nazaruddin.


"Kasihan tahu. Ntar kalau Hendry beneran marah sama gue gimana?" Ucap Zahra khawatir.


"Udah loe tenang ajah. gue jamin kalau Hendry cuma cemburu, dan dia nggak mungkin benci sama loe." Ucap Ari yang membuat lainnya mengangguk setuju.

__ADS_1


***


Sedangkan di tempat lain. Seorang cowo' asyik berjalan melewati beberapa siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi yang sedang asyik bergosip ria membicarakan cowo' tampan yang tadi mengenakan seragam yang berbeda dengan mereka dan yang tadi mengantar murid baru yang baru saja singgah di Sekolah Menengah Pertama Kotabumi beberapa bulan ini.


"Apa banget dah tuh cewe', ngebicarain orang seenak jidat, mana bilang kalau tuh cowo' pacaran lagi sama Zahra. Mereka itu nggak pacaran, mereka cuma temenan, layaknya junior ke senior. Dasar cewe' tukang gossip, gitu aja di bicarain." Batin cowo' itu seraya berjalan melewati mereka dengan sikap acuh tak acuh.


Cowo' itu pun kembali melanjutkan perjalannya dan menghiraukan komentar-komentar para cewe' yang sedang membicarakan cowo' yang tadi mengantar cewe'nya itu. Kemudian dirinya langsung masuk ke dalam Ruang Guru dan langsung mencari Pak Budi Waluyo selaku sebagai Pembina Osis dan Bagian Kesiswaan Sekolah Menengah Pertama Kotabumi.


"Permisi pak." Sapa Hendry sopan setelah menemukan keberadaan Pak Budi Waluyo.


"Iya Hendry. Bapak sudah menunggu kamu sedari tadi. Surat dispensasi sudah bapak sebar ke kelas kalian masing-masing, sekarang kamu tinggal mengumumkan supaya anggota OSIS berkumpul di ruang serba guna sekarang." Terang Pak Budi Waluyo.


"Iya pak, permisi pak." Ucap Hendry sopan seraya berjalan menuju ke tempat bar untuk mengumumkan apa yang di sampaikan pak Budi Waluyo tadi.


***


"Mohon maaf kepada bapak dan ibu guru yang sedang mengajar. Kepada seluruh anggota OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi untuk segera berkumpul di Ruang Serbaguna sekarang karena ada hal penting yang ingin kami bicarakan. Sekali lagi diberitahukan kepada seluruh anggota OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi untuk segera berkumpul di ruang serbaguna sekarang. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih."


***


Terdengar suara ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi yang berasal dari speaker sekolah yang memberitahukan bahwa anggota OSIS diwajibkan untuk berkumpul di ruang OSIS sekarang juga. Otomatis, seluruh anggota OSIS langsung beranjak dari kelasnya masing-masing setelah sebelumnya meminta izin kepada guru yang sedang mengajar.


"Tumben banget si Hendry nggak bilang kita dulu kalau mau kumpul jam ini." Komentar Ari setelah dirinnya dan kedua sahabatnya keluar dari ruang kelasnya.


"Tahu, mana dadakan banget lagi. Bukannya berita yang kita terima itu rapat OSIS nya pulang sekolah? Kok jam segini udah di suruh kumpul sih." Tambah Nazaruddin yang juga heran.


"Udah lah, Cuma Hendry yang bisa jawab semuanya. Buruan, udah di tungguin tuh." Ucap Bambang seraya menarik tangan kedua sahabatnya menuju ke Ruang Serbaguna.


Di Ruang Serbaguna sudah berkumpul seluruh anggota OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi. Mereka tinggal menunggu ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi dan Pembina OSIS nya yang belum datang. Beberapa saat kemudian, terlihat Pak Budi Waluyo dan seorang Hendry yang memasuki Ruang Serbaguna dengan membawa beberapa berkas.


"Oke semuanya. Bapak akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting menurut bapak. Mengingat acara Ulang Tahun Sekolah Menengah Pertama Kotabumi yang sebentar lagi akan terjadi, maka kita harus menyiapkan acara untuk merayakan Ulang Tahun sekolah kita. Apa ada yang punya ide bagus untuk acara apa yang akan dilaksanakan untuk merayakan Ulang Tahun sekolah tersebut, silahkan berdiri dan menyampaikan pendapat kalian masing-masing." Terang Pak Budi Waluyo yang membuat anggota OSIS lainnya mengangguk mengerti dan langsung berfikir.


"Mmm, acara yang paling bagus untuk acara sekolah sih menurut saya itu membuat suatu konser dan mendatangkan band-band sekolah tetangga pak. Itu lebih baik menurut saya. Jadi, acaranya akan semeriah mungkin. Kita juga bisa bikin acara romantis pas di konser tersebut pak. Misalya pesta topeng." Ucap Bagas menerangkan mengingat dirinya sebagai seksi perlengkapan OSIS.


"Pesta topeng menurut saya itu sangat formal sekali. Kita bikin acara yang nggak terlalu formal aja. misalnya kaya pesta-pesta biasanya. Jadi, konser yang di buat itu juga nggak terlalu formal. Acarannya menurut saya paling bagus itu di bikin santai pak." Tambah Hendry mengutarakan pendapatnya selaku sebagai ketua OSIS.


"Di bikin santai tapi meriah. Gimana kalau kita bikin acara prom night aja. selain acaranya juga meriah, tapi santai juga kan. Dan nggak terlalu formal juga. Di acara prom night nanti kita bisa selingin acaranya sama ngadain konser kecil-kecilan buat ngerayain ulang tahun sekolah kita. Jadi bukan cuma band tetangga aja yang tampil, tapi dari kita sendiri juga bisa ngasih prom nya." Usul Fakih sebagai ketua seluruh seksi di OSIS yang langsung disambut dengan anggukan oleh anggota OSIS yang lainnya.


"Ide bagus. Ide yang kalian sampaikan tadi memang sangat cemerlang.  Sepertinya itu acara paling bagus buat ngerayain Ulang Tahun sekolah kita. Dan buat yang lain yang masih mau memberikan pendapatnya silahkan saja." Ucap Pak Budi Waluyo.


“Pak, gimana kalau acara prom night nya harus berpasangan pak. Semuanya harus punya pasangan masing-masing jika ingin menghadiri acara prom night tersebut pak...! Karena nggak memungkinkan semuanya dapat pasangan, gimana kalau semuanya boleh mengajak siswa lain dari luar sekolah kita pak...! Jadi, yang merayakan acara ulang tahun bukan cuma anggota Sekolah Menengah Pertama Kotabumi saja tapi juga Sekolah lain." Ucap Dian sebagai bendahara OSIS.


"Betul banget pak. Dan supaya tidak ada orang lain atau yang tidak kita kenal memasuki acara tersebut secara sembarangan. Gimana kalau kita membuat undangan khusus. Setiap siswa harus membawa undangan tersebut. dan jika ada yang ingin mengajak siswa lain dari sekolah lain mereka harus minta ke kita secara langsung dan dengan menyebutkan secara detail pasangannya nanti." Tambah Bambang.


"Iyah... Iyah, ide kalian cemerlang. Oke semuanya, jadi kita akan mengadakan konser sekaligus acara prom night yah. Tempat dan tanggal menyusul. Kalian persiapkan dulu ajah yang harus kalian persiapkan. Besok kita berkumpul lagi di Ruang Serbaguna. Inget, jam setengah 7 rapat mulai. Jangan ada yang telat, karena besok ada beberapa guru yang ikut dan juga ada Kepala Sekolah yang akan menghadiri acara rapat besok pagi. Mengerti...!!!." Terang Pak Budi Waluyo mengakhiri Rapat OSIS itu.


"Mengerti pak...!!!" Ucap siswa siswi pengurus OSIS serempak.


"Ya sudah, sekarang kalian boleh masuk kelas masing-masing. Terima kasih buat kehadiran kalian. Dan jangan lupa besok pagi...!" Lanjut Pak Budi Waluyo.


"Baik pak, kami permisi dulu." Ucap siswa siswi pengurus OSIS serempak kembali.


Seluruh anggota OSIS pun langsung membubarkan diri dan langsung beranjak keluar dari Ruang Serbaguna dan menuju ke kelas masing-masing.

__ADS_1


"Kenapa Bro, galau gitu." Ucap Bambang seraya berjalan menuju ke kelas 2A.


"Gimana gue nggak galau coba, gara-gara usul loe semua yang harus berpasangan pas acara prom night nanti dan boleh membawa pasangan dari sekolah lain gue jadi galau." Ucap Hendry.


"Kenapa? Bukannya itu ide bagus, jadi semuannya kan bisa berpasangan." Ucap Bambang yang langsung di Aamiini oleh sahabatnya yang lain.


"Berpasangan mata loe belo. Loe tahu nggak, ntar kalau Zahra ngajak si Fadly gimana. Gue mesti sama siapa datangnya?" Tanya Hendry yang membuat yang lain terkikik geli. "Sialan loe, bukannya bantuin gue malah ngetawain." Gerutu Hendry.


"Hahaha...! Ya loe cari yang lain lah. cewe' bukan cuma Zahra doang kali bro. kecuali kalau loe emang cinta mati sama Zahra." Ucap Ari.


"Heeee, menurut loe?" Ucap Hendry sebal seraya memasuki kelasnya terlebih dahulu di ikuti oleh sahabatnya yang masih terkikik geli.


***


Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring dan semua siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi berhamburan keluar kelas dan menuju ke gerbang sekolah. Ada juga yang menuju ke tempat parkir, baik motor maupun sepeda. Siang ini cuaca sangat panas. Menyebabkan seluruh siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi enggan melakukan aktifitas di siang panas seperti itu. Kebanyakan dari mereka memilih untuk kembali ke istananya masing-masing dan memilih untuk pergi ke langit ke tujuh di dalam mimpi.


Berbeda dengan seorang cewe' yang berdiri di halte sekolah. Dia sepertinya sedang menunggu seseorang yang ingin mengantarkan dirinya pulang. Tetapi sedari tadi, tidak ada satu pun kendaraan yang melewati dirinya dan berhenti di hadapannya.


Beberapa saat kemudian, sebuah motor telah berada di hadapan seorang cewe' tersebut. sang cewe' pun tahu siapa yang datang, dengan ekspresi ramah, cewe' ini menyapa pemilik motor tersebut.


"Hay Ra, sendirian?" Tanya sang pemilik motor.


"Menurut elo? kalo elo bisa melihat dengan sempurna pasti elo tahu jawabanya." Jawab sang cewe' dengan nada sekenanya seraya mengedarkan pandangannya ke penjuru sekolah.


"Yaelah Ra, kan cuma basa basi. Loe mau pulang nggak? Bareng gue yuk." Ajaknya.


"Mmm, maaf Hen. Gue lagi nungguin kak Fadly. Hari ini dia janji mau jemput gue soalnya. Sekalian mau jalan-jalan bentar...!" Balas Zahra.


"Yah, kok gitu sih, masa loe nggak nerima tawaran gue sih Ra. Gue kan udah bela-belain kesini dulu sebelum pulang." Ujar Hendry dengan nada memelas.


"Hen denger nggak sih. Tadi kan gue udah bilang kalau gue mau pulang sama kak Fadly. Bukanya mau nolak atau gimana. Tapi gue udah janji kemarin mau pulang sama dia hari ini. Lagian gue juga nggak minta elo buat kesini kan." Jawab Zahra dengan nada sinis.


Lagi-lagi Hendry tersentak mendengar penuturan cewe' cantik di hadapannya ini. Dia nggak menyangka cewe' yang amat sangat dicintainya ini akan berkata seperti itu. Kalau cewe' ini menolak dengan nada yang halus mungkin saja cowo' ini mampu menerimanya walaupun hatinya pasti akan sakit sekali. Tapi cewe' di hadapanya ini dengan sangat mudah menolak tawaranya dan dengan nada sinis.


Zahra juga tidak menyangka, dirinya akan tega berkata seperti itu kepada cowo' tampan itu di hadapanya. Dirinya tidak menyangka akan mengeluarkan kata kata sakral seperti itu yang pasti akan sangat menyakiti cowo' tampan di hadapanya. Dirinya ingin sekali meminta maaf terhadapnya, tetapi mengingat rencana dirinya dengan Ari maka dirinya sudah bertekad untuk tidak mengeluarkan kata maaf sekarang. Biarlah cowo' di hadapanya membencinya untuk sekarang.


"Oh gituh yah. Ya udah deh. Maaf mengganggu. Gue duluan." Ujar Hendry seraya mengegas motornya dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Maafin gue Hen. Gue nggak bermaksud buat nyakitin elo. Gue cuma pengin buktiin apa elo bener-bener sayang sama gue apa nggak. Maaf...!" Gumam Zahra miris.


Beberapa menit kemudian terdengar klakson mobil dari arah gerbang sekolah. Dan semakin dekat dengan cewe' cantik yang tadi berdiri di koridor. Setelah sang cowo' pemilik mobil mempersilahkan Zahra masuk ke dalam mobil. Cowo' itu pun langsung menjalankan mobilnya untuk mengantar cewe' cantik itu pulang.


Di perjalanan...!!!


"Ra, kita mau langsung pulang kan?" Tanya sang cowo'.


"Mmm, iya kak. Maaf yah udah ngerepotin. Maaf juga udah ngelibatin kakak. Aku juga gak tahu lagi mesti minta bantuan sama siapa lagi. Maaf yah." Ujar Zahra tulus.


"Santai aja Ra. Gue nggak masalah kok. Gue malah seneng bisa bantuin loe. asal cowo' loe itu nggak bener-bener marah sama gue dan berbuat criminal sama gue. Hahaha...!" Canda Fadly mencairkan suasana.


"Kak Fadly bisa aja. Hendry tuh bukan cowo' Zahra. Terus Hendry juga bukan preman, ngapain juga Hendry bertindak criminal sama kak Fadly. Gak ada guna banget deh." Jawab Zahra menjelaskan.


"Iya sih Ra...!" Balas Fadly singkat.

__ADS_1


"Iya kak. Kakak tenang ajah. Hendry nggak bakal berbuat jahat kok sama kak Fadly. Apalagi cuma masalah ini." Ujar Zahra.


Setelah sampai di rumah megah dan mewah. Zahra turun dan langsung berterima kasih kepada senior masa lalunya itu. Kemudian dirinya masuk dengan perasaan yang tak menentu.


__ADS_2