
Langit yang begitu terang dan cerah menampakkan hari sudah pagi. Dan memang kegiatan rutinitas setiap siswa untuk melaksanakan kegiatanya sebagai seorang siswa, apalagi kalau bukan sekolah, kecuali jika hari minggu.
Seorang cewe' turun dari mobil Xenia hitamnya setelah diantarkan oleh sang supir pribadinya. Setelah itu dia melangkah masuk ke dalam sekolah megah dan mewah. Di atas gerbang tertulis dengan nama Sekolah Menengah Pertama Kotabumi. Sekolah ini menurut pendapat orang adalah sekolah yang sangat bagus dan prestasinya sangat memuaskan. Berkali kali sekolah ini telah menjuarai berbagai lomba yang diikuti oleh siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi itu sendiri.
Kembali ke seorang cewe' tadi. Dia melangkah masuk melewati gerbang dan menyusuri setiap bangunan yang ada di dalam sekolah itu. Dan dia sangat sangat bingung dengan sekolah di hadapannya. Dan kalian pasti tau bahwa cewe' ini adalah siswi baru yang baru masuk Sekolah Menengah Pertama Kotabumi. Dia berhenti melangkah setelah melihat seorang cewe' yang sedang berdiri di dekat madding.
"Permisi, maaf saya mengganggu." Ucap cewe' ini ramah.
"Iyah ada pa yah." Tanggap cewe' yang di dekat madding itu.
"Mmmm, Ruang Kepala Sekolah dimana yah?" Tanya cewe' ini hati-hati.
"Oh, lurus ajah, setelah itu ada pertigaan dan loe belok kanan. Setelah itu belok kanan lagi. Ruang Kepala Sekolah ada di deket belokan itu." Terang cewe' itu seraya membenarkan lembaran yang akan di pasang di madding.
Sepertinya cewe' ini pengurus madding.
"Makasih yah!" Ucap cewe' ini tersenyum ramah.
"Iyah sama-sama." balas cewe' itu lagi tanpa menoleh.
Setelah itu cewe' ini melanjutkan jalannya dan setelah menempuh belokan pertama, cewe' itu jatuh karena merasa ada sesuatu yang membuat dirinya menjadi jatuh.
"Adduuhhhh...!!!" Pekik cewe' ini merasa kesakitan.
Cewe' ini merasa kesakitan dengan kedua lututnya. Karena kedua lutut dia mengenai lantai secara langsung. Setelah merasa baik cewe' ini mencoba berdiri dan mencari tau apa yang menyebabkan dia terjatuh. Setelah dia benar-benar berdiri dia membenahi baju seragamnya yang kotor akibat terkena debu lantai.
Dan cewe' ini melihat seorang cowo' yang sedang berdiri memegang buku dan satu kakinya terjuntai ke depan jalan. Ternyata kaki cowo' itu yang menyebabkan dirinya terjatuh.
"Nie cowo' nggak nyadar apa yah? pada hal kakinya sempet kedorong gue, tapi masih ajah dalam posisi yang sama. Ternyata dia yang membuat gue jatuh...!!! Nyebelin.’ Batin cewe' ini.
"Heh, loe gak nyadar apa, apa yang loe lakuin ke gue barusan." Bentak cewe' itu.
Tak ada jawaban dari cowo' dihadapannya. Karena kesal cewe' ini pun langsung mengambil buku milik cowo' dihadapannya. Membuat cowo' itu mau tak mau menoleh ke arahnya.
"Loe nggak sopan banget sih jadi orang. Nggak sadar sama kelakuan loe yah." Hardik cewe' itu dengan nada tidak bersahabat dan menatap cowo' dihadapannya dengan tajam.
Ngerebut buku yang di pegang cewe' di hadapannya. "Loe udah ganggu aktifitas gue!" Ucap cowo' dihadapannya dengan nada dingin.
"Apa...??? gue gangguin loe. Heh, nggak nyadar banget sih loe. Bukanya loe yang udah gangguin aktifitas gue yah. Gara-gara kaki loe yang menghalangi jalan ini, gue kesandung dan jatuh." Balas cewe' itu rada kesal.
"So, apa perduli gue. Sekali lagi gue jelasin, gue nggak suka aktifitas gue di ganggu. Apa lagi sama loe. Jadi cewe' nggak ada sopan-sopannya." Jawab cowo' ini sekenanya.
"Heh, siapa yang nggak sopan??? Bukannya loe yah yang nggak sopan. Loe nggak minta maaf sama gue, jelas-jelas loe udah tau kesalahan loe apa." Hardik cewe' tadi.
"Jadi loe nyalahin gue ???" Tanya cowo' itu dengan nada membentak.
__ADS_1
"Iyah, dan loe tahu, tadi gue jatuh dan itu gara-gara kaki loe yang seenak jidat menjuntai ke tengah jalan, dan loe tahu akibat dari ulah yang loe perbuat ???" Balas cewe' itu sengit.
"Nggak...!" Jawab pria itu santai.
"Heh, pelit banget sih loe jadi orang, ngomong aja nggak ada panjang-panjangnya. Gila gue sekolah disini kalo semua muridnya itu kaya loe. Huhuuu!." Keluh cewe' itu.
"Heh anak baru, loe nggak tau gue...! jadi mending loe diem ajah yah. Kalo loe tahu gue siapa pasti sekarang loe udah ngemis-ngemis minta maaf sama gue." Sahut cowo' itu lagi.
"What.??? Minta maaf sama loe ??? Nggak salah ???" Balas cewe' itu.
"Susah yah ngomong sama orang yang nggak tau etika. Jadi cewe' nggak ada sopan-sopannya loe. Anak baru aja belagu banget.” Gumam cowo' itu sinis.
“Heh, sembarangan aja loe ngomong. Gue denger yah apa yang loe omongin ???” Hardik cewe' itu nyolot.
"Nggak bakalan selesai ngomong sama orang kaya loe." Ucap cowo' itu seraya pergi meninggalkan cewe' itu yang masih bengong sendiri di tempatnya itu dan berjalan seraya memasukkan satu tangannya ke dalam saku celanannya dan satu tangannya lagi memegang bukunya.
"Dasar cowo' sok ganteng loe, padahal aslinya jelek banget. Luuu, sok cool banget gayanya." Ujar cewe' itu seraya melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
Cewe' ini melanjutkan jalannya dan berhenti di sebuah ruangan dan matanya melihat ke atas. Di atas pintu tertera tulisan yang bertuliskan Ruang Kepala Sekolah.
"Ini dia, akhirnya gue nemuin juga ruangannya." Gumam cewe' ini bahagia.
Kemudian cewe' ini mengetuk pintu Ruang Kepala Sekolah itu dan setelah ada suara dari dalam yang menyuruh cewe' itu masuk akhirnya dengan santai membuka pintu dan terlihat pria paruh baya berkacamata yang sedang duduk di kursinya seraya memegang map data.
“Assalamu’alaikum pak! Maaf saya mengganggu.” Salam cewe' itu.
"Iya bu, benar sekali. Perkenalkan nama saya Zahra Talita Putri saya pindahan dari Bandung pak!." Ujar cewe' itu yang ternyata bernama Zahra.
"Baik Zahra, silahkan duduk...!" Ucap Kelapa Sekolah sembari menunjuk kursi yang tersedia di depan kursinya.
"Terima kasih pak, tetapi bapak cukup memanggil saya dengan nama Zahra saja sudah cukup." Ucap Zahra.
"Baik Zahra, ini map di dalamnya ada proposal yang harus kamu selesaikan!" Ujar Kepala Sekolah, memberikan map yang sedari tadi di pegangnya.
"Iya pak, apa yang harus saya lakukan sekarang?" Tanya Zahra menerima map tersebut.
"Di dalam proposal itu ada tanda tangan ketua OSIS di Sekolah Menengah Pertama Kotabumi ini. Tapi masih kosong dan tugas kamu adalah mencari ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi ini dan minta tanda tangannya." Terang Kepala Sekolah seraya membetulkan letak kacamatanya.
"Baik pak, saya akan melaksanakan tugas saya." Tegas Zahra.
"Ya sudah, kerjakan sekarang. Setelah selesai kamu boleh kembali kesini untuk menyerahkan map itu." Terang Kepala Sekolah lagi.
"Baik apk, permisi." Pamit Zahra seraya bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruangan.
Setelah keluar dari ruangan, cewe' ini bingung harus mencari ketua OSIS itu dimana. Dia aja baru datang di sekolah ini, bagaimana bisa dia mengitari sekolah ini dalam waktu cepat?. Sepertinya itu sangat mustahil. Gadis ini pun berjalan menurut langkah yang dia ambil walaupun masih ragu.
__ADS_1
"Gue kemana yahh. Adduhhh!, mana nggak di kasih bocoran lagi. Parah banget gila. Nasib deh jadi anak baru. Pasti gue lagi ada di tahap di kerjain nie sama guru. Huft...!" Gumam cewe' ini berbicara sendiri.
Cewe' ini melangkah mengikuti kemauan langkahnya sendiri. Kemudian dia memasuki kantin. Entah mengapa kakinya melangkah menuju kantin. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin untuk menemukan orang yang dia cari. Dan matanya langsung berhenti pada tiga orang cewe' yang sedang melahap makanan seraya bercanda. Zahra pun menghampiri ketiga cewe' itu.
"Hay, sorry gue ganggu. Gue boleh tanya gak?" Ucap Zahra minta persetujuan.
"Santai aja lagi. Tanya apa?" Ujar salah satu cewe' berwajah putih serta lonjong itu seperti boneka barbie yang sedang minum es jeruk yang di pesannya.
"Hmmm, ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi itu namanya siapa yah?" Tanya Zahra hati-hati.
"Ooooh, gue bisa tebak sekarang. Loe pasti murid baru disini. Iya kan?" Tanya cewe' yang berwajah chubby itu seraya menunjuk ke arah Zahra.
“Kok loe tahu ??” Tanya Zahra balik.
“Iyalah, siapa coba yang nggak tau ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi ini. Sekolah lain aja pada tahu ketua OSIS di sekolah ini. Namanya tuh Hendry Aditya, anak kelas dua G...!!!” Terang cewe' manis yang sedang memegang bola basket itu, terlihat dari style dia kalo dia itu cewe' yang lumayan tomboy.
“Oh gituh yahh, thanks yah, Hmmm …. Kalian namanya siapa? Kalo boleh tahu sih, kalo gak boleh juga gak papa.” Tanya Zahra mulai sok kenal sok dekat.
"Boleh lah, nama gue Nur Fitri. Tapi loe bisa manggil gue Nur!" Ucap cewe' berwajah putih serta berdagu tirus itu yang wajahnya seperti boneka.
"Nama gue Intan Putri, loe bisa panggil gue Intan." Ujar cewe' tomboy dan sangat manis itu.
"Nama gue Nelly Lia. Loe boleh manggil gue Nelly, kalo loe namanya siapa ???" Tanya gadis berwajah chubby itu seraya menunjuk Zahra.
"Nama gue Zahra Talita Putri. Loe bisa manggil gue Zahra, guys gue pergi dulu yah, gue disuruh nyari ketua OSIS itu soalnya disuruh Kepala Sekolah." ucap Zahra.
"Ok Ra!, senang berkenalan dengan elo!." balas Nelly tersenyum.
"Nice to meet you too. See you guys. Daaahhh." Pamit Zahra seraya pergi meninggalkan kantin dan langsung pergi ke kelas dua G, kelas ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi itu.
Cewe' ini melangkah menuju kelas dua G Setelah dia berhasil bertanya pada seseorang yang berdiri di depan ruang OSIS dan bertanya ketua OSIS Sekolah Menengah Pertama Kotabumi ini kelasnya dimana. Kemudian cewe' ini menyusuri tangga untuk sampai di kelas dua G karena kelas itu berada di lantai dua.
Cewe' itu berhenti di depan kelas setelah yakin bahwa kelas yang didatanginnya memang kelas ketua OSIS itu. Kemudian dia berjalan mendekat pada ketiga cowo' yang sedang berdiri di depan kelas itu.
"Maaf, Mmm, mau Tanya boleh?" Pertanyaan Zahra membuat ketiga cowo' itu mengangkat wajahnya menatap cewe' cantik di hadapannya.
"Boleh, Tanya apa?" Ucap cowo' yang berwajah putih dan sedikit chubby.
"Mmm, hendrynya ada di dalam nggak?" Tanya Zahra to the point.
"Ooooh Hendry, ngapain loe nyariin dia ???. dia lagi nggak di dalem. Dari tadi pagi dia nggak di kelas. Mungkin di atap gedung. Biasannya dia disana soalnya." Terang cowo' yang berwajah putih dan lonjong serta bermata sipit itu.
"Oh begitu ya. Ya udah deh, makasih ya!." Ucap Zahra.
"Ok, sama-sama cantik!" Goda cowo' berwajah putih dan sedikit chubby itu.
__ADS_1
"Ton, loe apa-apaan sihh. Maaf ya! temen gue emang gitu." Ucap berwajah putih dan lonjong serta bermata sipit itu.
"Nggak apa-apa. Makasih yah!. Permisi!." Pamit Zahra ramah seraya pergi meninggalkan ketiga cowo' tampan itu.