BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI

BERDAUN RINDU BERBUNGA SUNYI
BAB 55 : FOKUS


__ADS_3

"Romantis." Komentar Zahra setelah mendengarkan cerita Nazaruddin dan Intan.


"Iya sih romantis, tapi tetep aja Nazaruddin pemaksa. Hahaha...!" Tambah Ari seraya ngakak.


"Nggak apa-apa dong. Yang penting gue jadian." Ucap Nazaruddin bangga.


"Jadian sih jadian. Tapi inget...! loe bakalan di bunuh sama Intan kalo loe beneran selingkuh." Ucap Hendry seraya menyeruput es jeruknya.


"Tenang aja bro. gue bakalan setia kok. Gue kan udah tobat. Hehehee." Balas Nazaruddin.


"Kalo ketahuan, gue nggak bakal maafin loe!." Ucap Intan.


"Nggak dong. Gue janji kok sama loe. Oh ya guys, tinggal satu lagi nie yang belum jadian. Hen, tembak Zahra dong." Ucap Nazaruddin dengan memasang muka tanpa dosa.


Pruuuuuut...'!


Hendry dan Zahra yang baru saja mendengar ucapan dari Nazaruddin langsung tersedak. Hendry yang tadi lagi minum es jeruknya dan Zahra yang sedang memakan cemilan kesukaannya langsung  tersedak secara bersamaan. Dan otomatis Ayu yang berada di samping Zahra langsung menyodorkan minumannya untuk sahabatnya itu. Dan Bagas juga menepuk pelan punggung Hendry yang tadi tersedak es jeruknya.


"Loe kalo ngomong ngasal aja deh Zar." Ucap Hendry.


"Yeee, gue bener lagi. Di antara kita berlima dengan Fakih Alfarizi, yang belum jadian kan elo. Dan di antara sahabat cewe' yang masih jomblo cuma Zahra. Yaudah loe jadian aja sama Zahra. Gengsinya jangan ketinggian, bukan saatnya gengsi-gengsian woy!" Ucap Nazaruddin asal bicara.


"Sialan loe. itu urusan gue yah. Mau jomblo kek, mau pacaran kek. suka-suka gue. Kenapa loe yang ribet." Ucap Hendry.


"Hahaha...! Suatu saat nanti gue yakin loe bakalan jadian sama Zahra." Ucap Nazaruddin tegas.


"Nggak usah sok tahu deh elo." Ucap Zahra.


"Yee nggak percaya. Lihat aja nanti...!" Ucap Nazaruddin yakin.


***


Beberapa hari kemudian dan hari ini adalah hari di mana Sekolah Menengah Pertama Kotabumi akan bertanding melawan Sekolah Menengah Pertama Xavirius. Hari dimana mereka akan tahu siapa yang pantas menjadi pecundang dan anggota team basket sedang bersiap-siap untuk pergi menuju ke Sekolah Menengah Pertama Xavirius menggunakan mobil pribadi bersama dengan anggota cheers Sekolah Menengah Pertama Kotabumi.

__ADS_1


Sedangkan Suporter mengikuti para guru menuju ke dalam bus yang telah di siapkan oleh sekolah. Karena mengingat jarak dari Sekolah Menengah Pertama Kotabumi sangat jauh dari Sekolah Menengah Pertama Xavirius. Maka mereka berangkat menggunakan bus.


Setelah sampai di kompleks Sekolah Menengah Pertama Xavirius, mereka langsung di soraki dengan teriakan dari siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Xavirius. Mereka semua telah siap di halaman Sekolah Menengah Pertama Xavirius menyambut kedatangan musuh mereka yang akan bertanding melawan team basket sekolahnya. Tetapi sambutan mereka yang tidak bersahabat itu tidak di perdulikan oleh siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Kotabumi.


Mereka tetap melangkah masuk memasuki Sekolah Menengah Pertama Kotabumi dan langsung menuju ke stadion Basket yang ada di sekolah yang lumayan megah itu. Di stadion basket sekolah itu, sudah berkumpul para anggota team basket Sekolah Menengah Pertama Xavirius beserta dengan anggota cheers yang berada di belakangnya dengan pakaian cheers’nya.


"Prok... Prok... Prok...! Akhirnya loe semua dateng juga. Gue kira loe bakalan nyerah dan ngebiarin kita menyebut nama loe semua dengan sebutan pecundang. Ternyata kalian punya nyali juga." Ucap Rano, ketua team basket Sekolah Menengah Pertama Xavirius tersebut.


"Heh, sampai kapan pun kita nggak akan pernah takut sama loe semua. Terutama sama loe!" Ucap Ari sembari menunjuk Rano tepat di wajahnya. "Yang biasanya jadi The Winner bukannya Sekolah Menengah Pertama Kotabumi? Dan loe semua selalu dan selalu jadi pecundang!" Ucap Ari yang geram melihat kedatangannya di sambut dengan amat sangat tidak bersahabat oleh tuan rumah pertandingan kali itu.


"Hey, diem loe. loe itu menang karena kecurangan loe. loe menang karena loe semua itu cuma melibatkan supporter loe itu yang juga sama-sama curangnya sama loe semua." Ucap salah seorang anggota tim basket Sekolah Menengah Pertama Xavirius.


"Udah.. udah...!, ngapain berantem sih. Kita kesini cuma mau menuhin permintaan kalian. Dua minggu yang lalu kan kalian yang sengaja nantangin kita tanding basket disini dan kita sudah turutin mau kalian, tandanya kita itu bukan pecundang. Kita buktiin sekarang, siapa yang pantas disebut sebagai pecundang." Ucap Hendry ketua OSIS dan ketua team basket Sekolah Menengah Pertama Kotabumi yang di angguki oleh seluruh anggota team basket lainnya.


"Ok, siapa takut. Kali ini, kita pasti menang." Ucap Rano dengan nada kesal.


"Kita buktikan." Lanjut Hendry.


"Ok, semuannya. Sekarang kalian bersiap diri di tempat kalian masing-masing." Ucap wasit dan langsung memulai pertandingannya.


Score saling berkejaran dan score sementara adalah 18 - 15 dengan Sekolah Menengah Pertama Xavirius yang berada di posisi pertama. Semua anggota team basket Sekolah Menengah Pertama Xavirius tersenyum puas melihat score mereka yang berada sangat di atas Sekolah Menengah Pertama Kotabumi. Sedangkan Sekolah Menengah Pertama Kotabumi hanya kecewa melihat score sementara mereka.


Mereka semua tahu score itu sangat tidak murni, karena score itu mereka dapat dengan cara curang. Berkali kali mereka membuat team Sekolah Menengah Pertama Kotabumi terjatuh karena dijegal oleh mereka sendiri. Tapi team Sekolah Menengah Pertama Kotabumi tidak mempermasalahkan itu semua, walaupun mereka sangat tidak terima dengan perbedaan score yang sangat mencolok itu. Tetapi mereka tetap focus ke permainan dan lebih berhati hati dengan anggota Sekolah Menengah Pertama Xavirius yang lainnya.


Sedangkan supporter Anggota team basket Sekolah Menengah Pertama Kotabumi tetap menyemangati dengan berteriak dan menyanyikan lagu kebanggaan Sekolah Menengah Pertama Kotabumi tercinta mereka. Dan itu semua membuat anggota team basket Sekolah Menengah Pertama Kotabumi jadi bersemangat lagi dan lebih giat lagi bermain di lapangan.


Sedangkan para cewe'-cewe' Zahra, Intan, Nelly, Rosa, Ayu, dan Nur yang duduk di antara para supporter itu terlihat cemas dan khawatir melihat perbedaan score antara sekolahnya dan sekolah lawan.


"Aduh, gimana nih. Perbedaannya mencolok banget." Ucap Zahra khawatir.


"Iya Ra, gue juga takut mereka kalah. Sekolah Menengah Pertama Xavirius curang banget sih." Tambah Intan. "Cha, Fakih mana? Kenapa sampai saat ini belum datang? Team seakan ada yang kurang tuh?" Lanjut Intan.


"Tadi Fakih bilang akan menyusul, gue rasa dia dalam perjalanan Tan!" Ucap Rosa menjelaskan.

__ADS_1


Benar kata Intan, team seakan keteteran menghadapi team lawan. Hendry sudah berusaha keras memberikan komando dengan semangat menyala-nyala kepada Nazaruddin, Ari, Bagas dan Bambang namun pertahanan mereka sangat rapuh dan gampang sekali di tembus team lawan. Hendry semakin tidak fokus, dalam pergerakan menyusun barisan dalam menyerang dan bertahan hal ini semakin membuat team lawan dengan mudah menambah poin demi poinnya.


"Hen, Fakih mana?" Tanya Ari pada Hendry saat mereka meminta istirahat sejenak dalam keadaan terdesak hebat.


"Dah gue ingatkan Fakih, gue rasa dia masih dalam perjalanan ke sini. Kita berusaha semampu kita dan ingat kita adalah yang terbaik!" Ucap Hendry memberi semangat.


"Hen...!!! Fakih...!!!" Teriak Rosa tiba-tiba.


Hendry menoleh dari sumber suara, Rosa memberikan sebuah tanda ke arah pintu masuk, dimana seorang Fakih dengan terburu-buru masuk ke pinggir lapangan menemui teamnya berada.


"Sorry Hen, Ri, Bang, Gas dan Zar...! Motor gue pecah ban jadi gue terlambat datang!" Ucap Fakih menjelaskan.


"Santai aja Kih, kita masih sanggup meladeni mereka...!" Ucap Bambang dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Kih, kalau lo udah siap, langsung tuker dengan bambang, biar dia istirahat dulu!" Jelas Hendry.


"Gue dah siap Hen! Bang lo okey kan!" Balas Fakih.


"Lanjut Kih, buat sekolah kita harus bisa menang!" Balas Bambang.


Fakih...! Fakih...! Fakih...!


Fakih...!!! Semangat ya elo pasti bisa!" Teriak Rosa kenceng.


Aris pun menoleh ke arah Rosa lalu membalasnya dengan senyuman manis.


"Kih, lo liat deh itu ada banyak cewe' dan cowo' yang nyemangatin lo di antara temen-temen lainnya yang nyemangatin tim sekolah kita, nggak nyangka lo cukup popular juga disini." Ucap bagas memberi tau.


"Ah loe bisa aja bro! udah fokus main aja." Bisik Fakih.


"Kehadiran Fakih memberikan semangat baru buat team ya?" Ucap Nelly.


"Tahu Aaah...!, kita berdoa aja supaya mereka menang, gue nggak rela kalau Sekolah Menengah Pertama Xavirius menang dengan cara curang kaya gitu." Ucap Rosa serta langsung di sambut anggukan oleh sahabatnya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, pertandingan telah selesai, dan yang menjadi pemenangnya adalah Sekolah Menengah Pertama Kotabumi.


Seluruh supporter Sekolah Menengah Pertama Kotabumi bersorak dan bertepuk tangan dengan gembira setelah mengetahui bahwa sekolahnya lah yang memenangkan pertandingan kali ini.


__ADS_2