
Ari menghalangi jalan Nelly lagi, sudah tiga hari belakangan ini Ari selalu menghalangi Nelly saat mau masuk kelas. Nelly sih Bodo Amat, malah ada inisiatif mau ngerjain.
“Misi dong..” ujar Nelly.
“Nggak.” Balas Ari.
“Misi kekk…” Nelly mulai merasa kesal.
“Nggak mau!” Ari berkata ketus.
“Eh itu apaan?” Ujar Nelly tiba tiba sambil menunjuk sebuah pohon dan Ari tak refleks menoleh.
“Nggak bisa lo kibulin gue lagi.. Dari tiga hari yang lalu itu terus caranya!” Ari sedikit tertawa.
Nelly menempelkan badannya ke dinding, “Jadi lo mau apa sih?” Tanya Nelly.
“Nggak ngapa-ngapain.” Jawab Ari selow.
“Minggir kek udah mau masuk tau!” bentak Nelly beranjak dari sandaran temboknya.
“Gue minggir kalo lo mau ini nih…!” ujar Ari sambil menunjuk-nunjuk pipinya.
“Ewh… udah ah minggir.” Nelly menyingkirkan Ari dengan paksa dari hadapannya, lalu dia pergi ke kelas.
“Gue nggak akan menyerah Nel!!” teriak Ari.
‘Ari apa apaan sih?!’ batin Nelly disela larinya.
***
Di kelas Nelly sedang ada pelajaran Fisika. Ewh ewh ewh… pelajaran yang paling menjijikan untuk gadis ini. Nelly sedang memikirkan cara menghitung sebuah jarak pandangan ikan dari dalam aquarium ke pandangan manusia di luar aquarium, dengan mengetuk ngetukan pensilnya ke meja ia mulai berpikir.
‘Pikir Nelly pikirrr!!!’ batinnya memberontak. Karena sudah susah payah dan hasilnya sia sia, ia menyalakan lagu walkman dan segera ia dengarkan menggunakan headset sambil menaruh kepalanya di tumpukkan tangannya menghadap jendela.
Tiba tiba Ari melihat apa yang sedang di lakukan dan di perbuat oleh Nelly.
Fiuhhhh……!!!
Tak lama Ari keluar kelas dia tidak kembali ke kelas melainkan malah kembali melewati kelas dengan langkahnya lebih dipelankan.
DAG DIG DUG…!!!
‘Mau ngapain dia?!?!’ Batin Nelly panic.
Ari berhenti lalu menghadapnya. Dari dalam Nelly merasa was was. Apa yang akan Ari lakukan?
Setelah itu, Ari mengangkat sebuah Karton besar bertuliskan “HAI NELLY!” diturunkannya tulisan itu, tidak habis. Dia mengangkat lagi tulisan yang baru yang bertuliskan “SEMANGAT YA BELAJAR FISIKANYA!!” tidak berhenti disitu! Ada lagi!! “ABANG ARI SELALU SUPPORT NENG NELLY” Kini sudah habis.
‘EWH ARI’ Batin Nelly berteriak dengan sejadi-jadinya!
***
“Nel, kenapa sih lo nggak mau kasih respon ke Ari sedikit pun?” Tanya Intan.
“Iya nih Nelly… padahal kalo gue liat sih Ari beneran serius.” Sahut Nur.
“Apaan sih lu berdua. Kalo lu berdua mau, ya ambil aja sana. Gue sih nggak mau!” balas Nelly ketus sambil menyeruput Es teh manisnya.
“Ciusss? Nanti benci bilang cinta lohhh…” ledek Intan. Nur hanya mengedipkan mata.
“Ewh gue nggak akan kali cinta sama dia.” Jawab Nelly.
“Gini deh, Ari nggak ada kurangnya tau menurut gue yaaa… jadi nggak ada satu cewek pun yang nggak akan nggak suka sama Ari.” jelas Intan.
“Kecuali gue...!” Sahut Nelly cepat. “Lagian sekarang lagi banyak cowo' yang model-model kaya Ari tuh. Eh ujung ujungnya PHP doang pas kita udah berharap kejauhan. Pokoknya nggak mau! Dan nggak akan mau!!” Lanjut Nelly.
“Ihhhh ni anak yaa!!” balas Intan geregetan.
“Gue yakin Nel, cepat atau lambat lo bakal suka sama Ari kalo lo diperlakukan begitu terus.” Ujar Nur.
“Let us see...!” balas Nelly dengan enteng.
“Ya udah yuk balik ke kelas, udah mau bel nih.” Ajak Intan.
__ADS_1
“Sip sip.. gue bayar dulu ya es tehnya, kalian duluan aja.” ujar Nur.
“Daahh…” Nelly dan Intan meninggalkan Nur dikantin.
***
Hari Jumat, yeay! Hari dimana besoknya adalah hari libur!!! Nelly menuju kelas dengan sedikit berlari senang. Eitsss…. Kemana Ari? Entahlah. Yang jelas Nelly sedang senang karena tidak ada yang menjadi moodbreakernya dipagi buta ini.
“Haaaai..” sapa Nelly saat masuk ke kelasnya.
“Haaii Nelly...!” balas Nur.
“Rosa belom dateng?” Tanya Nelly.
“Lo udah berapa tahun sih sebangku sama Rosa?” Tanya Nur balik.
Nelly menunjukkan dua jarinya. “Udah dua tahun kan? Kan lu tau dia ratunya telat.” Cerocos Nur.
“Oh iya haha….” Ujar Nelly lalu duduk dibangkunya.
Nelly hendak mengambil kartonnya di laci meja, dia merasakan ada yang tajem-tajem di jarinya.
‘Apaan nih?!’ pikir Nelly langsung memeriksa lacinya.
“Bunga mawar?!” Ujar Nelly kaget saat menarik benda itu dari lacinya.
Begitupun Nur.
“Aduh… Ari pasti...!” Ujar Nur lalu kembali berkutat dengan PR matematikanya.
“Ada kertasnya, Nur...!” balas Nelly.
“He’eh…” Nur masih terus focus.
“Katanya apaa?” Tanya Nur tanpa sedikit pun menoleh.
“Ini nih… Nomor satu cintaku ke kamu tuh kaya kecoa. Nggak punah di makan zaman, Yang ke dua aku bakalan berenti cinta sama kamu kalo gajah udah bisa terbang sendiri, Ke tiga dari pada daftar jadi Boyband mending aku daftar jadi Boyfriend kamu aja, terus yang terakhir ke empat enak ya jadi kamu, kalo mau liat bidadari tinggal liat di kaca. Hehehe With Love Abang Ari. Jijik gak sih Nur?!” ujar Nelly.
“Ahahahahaha…. Gue…gue…. Gueee mau ketawa njirr...” ujar Nur.
“Hehe iyaiya… gak jijik sih, tapi garing…Ari... Ari...!!!” ucap Nur.
Tiba-tiba Rosa datang. “Eh eh ada apa sih? Ketawa lo Nur sampe kedengeran dari luar!.” Ujar Rosa.
“Nih baca..” Nelly memberi kertas yang tadi dia bacakan.
Hening…!!!
“Haaaaaa…!!! Ndai kok lo punya gebetan gini amat sihhh? Haaaaaa…” Rosa ketawa kenceng juga.
“Ih kalian apa apaan sih!, gue jadi males deh..” Ujar Nelly lalu pergi ke kantin.
Sementara Nelly pergi, Rosa dan Nur meneruskan tertawanya.
***
Diperjalanan ke kantin, Nellu memikirkan tentang bunga yang masih dipegangnya itu.
‘Apa Ari beneran serius? Gue takut di PHPin. Ah bodo!’ Pikir Nelly lalu membuang bunganya ke tong sampah.
“Dasar Cowok!!” makinya lalu meneruskan jalan.
Apaan tuh? Tanda panah? Nelly melihat tanda panah berwarna hijau di dinding sebelahnya yang menunjukkan lurus. Nelly mengikutinya, dan tak lama sampai di tanda panah berikutnya yang berwarna biru menunjukkan ke arah tangga bawah. Nelly terus mengikuti sampai akhirnya berhenti di depan ruang OSIS. Nelly mencari cari tanda panah selanjutnya. Gak ada! Nelly terpaku dengan tulisan di pintu ruang OSIS yaitu “I am here…”
Nelly membuka knop pintunya pelan-pelan dan keadaan gelap...!!!
“Masuk aja. Nggak usah takut.” Ujar seseorang.
‘Suara itu?!’ batin Nelly.
Ada yang menariknya dari dalam dengan paksa lalu menutup pintunya.
“Ih lepasin!!!” berontak Nelly.
__ADS_1
Tak lama kemudian lampu telah menyala dan di hadapannya ada seseorang yang paling ia tidak sukai. Ya... Ari...!!!
Walaupun disekelilingnya ada aksesoris-aksesoris layaknya acara ulang tahun, Nelly tetap ingin berontak.
NGGAK SUKA!!
“Lo mau apalagi sih, Ri?” Tanya Nelly.
“Gue cuma mau ngomong kok sama lo.” Jawab Ari.
“Ngomong apa?” Tanya Nelly lagi.
“Gue… gue mau ngomong kalo gue itu suka sama lo. Lo mau jadi pacar gue?” tutur Ari to the point.
“Kenapa harus gue?” Tanya Ari.
“Ya karena hati gue udah milih lo.” Jawab Ari.
Nelly geleng-geleng, “Terus alesan lo mau jadi pacar gue itu apa?” Tanya Nelly lagi.
“Karna lo cantik, friendly, pinter, rajin dan lain lain. Pokoknya banyak deh.” Jawab Ari.
Ari tak mau menyerah...!!!
“Salah. Jawaban lo salah. Gue nggak mau jadi pacar lo.” Ujar Nelly.
“Kenapa? Itu kan jawabannya? Karna lo perfect?” balas Ari.
“Bukan...!!! Yang namanya orang jatuh cinta sama seseorang itu nggak dilandasi alasan. Kalo lo bisa nyebutin alasan kenapa lo suka sama gue, pasti lo suka sama gue karena ada alasan itu, coba kalo nggak ada alesan yang tadi lo sebutin, mana bisa lo jatuh cinta sama gue?” Jawab Nelly.
SKAK MAT...!!!
Lidah Ari beku. Tak bisa berkata kata...!!!
“Diem kan lo? Haha ya udah lah ya.. bye” ujar Nelly lalu membuka pintu sedikit.
“Nel… jadi jawaban lo apa?” Tanya Ari.
“Liat aja nanti. Lo harus buktin selama tiga hari untuk nyenengin hati gue. Dimulai dari hari senin!”
“Oke!” tutur Ari mantap.
Nelly meneruskan jalannya keluar pintu meninggalkan Ari.
***
Nelly terus nyanyi-nyanyi di depan cermin dikamarnya. Ia membayangkan ada Ari di depannya sebagai objek.
***
She – Slow down, Baby.
Slow down baby...
Take it easy just let it flow...
No, no, no, no... tunggu dulu
Cinta jangan buru-buru
Karena ku rasa terlalu cepat
Ku takut semua palsu
o, no, no, no... tunggu dulu
Cinta jangan buru-buru
Masih ada banyak waktu
Biarkan cinta mengalir
***
__ADS_1
“Haha Ari...! Ari...! Ari...!”